Super Ikhlas Antar Sopir Ini Berhaji Gratis

Pria berusia 52 tahun ini dipanggil oleh pihak manajemen perusahaan tempat ia bekerja. Ia heran sekaligus khawatir akan terjadi masalah pada dirinya, karena tidak biasanya hal semacam ini terjadi. Rasa cemas terus menghantuinya saat berhadapan dengan staf perusahaan, di sela kekhawatiran yang dirasakannya tiba-tiba ia  tersentak kaget karena ia mendapatkan ongkos untuk naik haji secara cuma-cuma dari perusahaan. “Jadi saya dikasih ongkos untuk pergi naik haji pada tahun 2012, saat itu dari ribuan karyawan hanya beberapa orang saja yang terpilih,” tuturnya kepada gomuslim.

Sejak tahun 1990-an, bapak yang akrab disapa Udin ini sudah bekerja di perusahaan multinasional yang bergerak di bidang Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Posisinya sebagai sopir truk pengangkut air minum kemasan. Ketika mengirimkan air minum ke beberapa pelanggan, pria ini selalu menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat fardlu. Sebagai sopir gajinya hanya cukup untuk kebutuhan keluarganya saja.

Meskipun demikian, sedikit pun ia tidak perhitungan dalam membantu orang lain. Pada tahun 1995,  ia pernah menampung satu keluarga orang lain yang tertimpah musibah, empat bulan lamanya Bapak Udin menanggung biaya hidup mereka. Tindakannya ini menuai protes dari istrinya karena penghasilannya yang hanya sekadar cukup untuk keluarganya saja, tetapi ia selalu menasihati istrinya agar bersabar. Seorang sopir ini, tidak pernah sedikit pun mengeluh, ia tulus membantu sampai satu keluarga tersebut mendapatkan tempat tinggal kembali. Meskipun ia harus mengayuh sepeda setiap hari menuju tempat kerjanya demi menghemat ongkos.

Saat ini, Bapak Udin telah pensiun dari kerjanya. Ia pun bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sambil menunggu antrean haji di tahun 2022. “Saya berangkat nanti tahun 2022, karena katanya harus antre 10 tahun baru bisa berangkat,” ujarnya dengan nada gembira.

Apa yang telah dialami oleh Bapak Udin ini, menunjukkan bukti akan kebenaran Allah SWT yang membalas setiap perbuatan baik. Hanya saja sebagai manusia, terkadang lupa akan hal itu dan selalu berpikir bahwa harta yang disedekahkan  menyebabkan berkurang jumlahnya. Padahal Allah akan membalasnya dengan berlipat ganda baik dalam bentuk materi maupun non materi bahkan ada yang seketika adapula yang dirasakan di masa yang akan datang. (FH)



Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top