Lihai dalam Antrian Bioskop, Terpental dari Hajar Aswad

Jakarta, (gomuslim). Seorang pria berinisial AN hendak mencium Hajar Aswad. Berdasarkan pengalamannya yang lihai keluar dari kerumuanan antrean bioskop, lantas ia pun memandang remeh untuk dapat menerobos menuju Hajar Aswad dan menciumnya. Ketika posisinya berada di barisan ketiga dari orang yang sedang mencium hajar aswad, sambil menunggu gilirannya, tiba-tiba terbersit perasaan sombong, “lha wong mudah begini kok katanya susah,” gumamnya.

Setelah orang pertama selesai mencium Hajar Aswad, tiba tiba kepala orang tersebut menubruk orang yang berdiri di depan AN, ia pun akhirnya terdorong ke belakang menjauh dari hajar aswad, dengan segera lantas AN beristighfar, “astaghfirullah, ampunilah kesalahan dan dosaku ya Allah! Aku yang merasa sombong padahal kemudahan itu adalah datang dari-Mu,” ucapnya menyesal dalam doa ketika itu.

Kemudian ia kembali lagi menuju Hajar Aswad, tetapi ia makin terdorong menjauh. Namun ia terus mencoba, sayangnya lagi-lagi usahanya belum berhasil, sampai akhirnya ia pun kelelahan dan mengambil keputusan untuk beristirahat sembari merenungkan kejadian itu. Karena kuatnya keinginan untuk bisa mencium Hajar Aswad, maka ia pun menceritakan peristiwa itu kepada seorang kyai. Kyai tersebut memberikan saran untuk melakukan salat sunah terlebih dahulu sebelum berangkat ke Masjidil Haram kemudian  berdoa: “Yaa Allah kami datang memenuhi panggilan-Mu sebagai tamu kehormatan-Mu, oleh karenanya perkenankan dan berilah kami kesempatan untuk dapat mencium Hajar Aswad,” ceritanya sebagaimana kalimat doa yang diajarkan oleh kyai tersebut.

Kemudian ia bersama kedua temannya, hendak kembali lagi ke Masjidil Haram pada pukul 11 malam, setibanya di Masjidil Haram dan setelah tawaf sunah dan salat sunah selesai dikerjakan, barulah mereka mulai berusaha mencium Hajar Aswad. Mereka bertiga mulai dari arah sisi antara Rukun Yamani dan Rukun Hajar Aswad, bergerak mendekati pusat konsentrasi Hajar Aswad. Dengan kesabaran, keikhlasan, dan berusaha keras, terkadang mereka terpental dan terpisah satu sama lain, “kami menjauh tapi kami berusaha kembali untuk dapat mendekat,” ujarnya.

Kemudian ia pun dapat melihat kedua temannya telah berhasil mencium Hajar Aswad sedangkan dirinya sama sekali belum berhasil, rasa harap dan cemas pun bercampur menjadi satu, “dengan dihinggapi perasaan cemas, maka saya berdoa memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan saya dan juga rasa sombong yang sempat terbersit pada kejadian yang lalu,” ujarnya. “Yaa Allah kami sudah datang dari jauh maka berilah kesempatan untuk dapat mencium hajar aswad-Mu,” ungkapnya dalam menyampaikan kalimat doanya.  Tiba-tiba tanpa disangka dan diduga, ternyata ia sudah berada tepat di depan Hajar Aswad. Ia bersyukur do’anya dikabulkan Allah.

Dari sinilah ia mengerti akan makna kerendahan hati, Masjidil Haram yang merupakan tempat yang suci, suci dari segala apa yang diharamkan Allah. Maka tidaklah sekali-kali dikotori dengan hal-hal yang dibenci oleh Allah, termasuk kesombongan walaupun baru hanya terbersit dalam hati maupun pikiran. (FH)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top