Disebabkan 'Amalan Ini' Seorang Ustadzah Selalu Tersesat di Mekkah

Jakarta, (gomuslim). Kadang tidak terasa seseorang terseret jauh telah menyesatkan banyak pihak, apalagi jika itu dilakukan seorang tokoh yang ‘dipandang’ di tengah masyarakat yang kata-katanya diikuti sebagai nasehat. Jika baik akan menjadi petunjuk, jika buruk akan menyesatkan banyak orang.

Ini tentang seorang tokoh organisasi keagamaan yang anggotanya hingga menyeluruh di pelosok-pelosok tanah air. Di sebuah perkampungan, seorang ustadzah ditunjuk sebagai ketua seksi pengajian organisasi terbesar tanah air itu. Namun yang bersangkutan punya kebiasaan kurang terkontrol, senang membicarakan orang lain, bahkan sering kali ‘ghibah’ nya berpengaruh luas menjadi kebencian terhadap korban.

Suatu ketika, ia berksempatan berangkat haji. Banyak anggota pengajian di kampungnya yang melepas pergi dengan doa dalam sebuah ‘slametan keberangkatan’ yang umum dilaksanakan sebelum seseorang berangkat haji.

Sesampai di Mekkah, hal yang tidak disangka-sangka menimpa dirinya. Setiap kali pergi ke Masjidil Haram, ia selalu terpisah dari rombongan dan dapat dipastikan tidak dapat kembali ke penginapan tepat waktu padahal letak hotelnya tidak jauh. Rupanya ia memutar-mutar terus setiap mencari pintu keluar masjid menuju hotel.

Puncaknya adalah ketika ia berangkat jemaah shalat subuh bersama keponakannya, sejak dari pintu hotel hingga di masjid tidak terpisah, tidak berjarak jauh agar tetap bersama sampai kembali ke hotel lagi. Bahkan saat hendak kembali ke hotel pun bergandengan. Nah, ketika itulah sang keponakan yang tidak pernah tersesat menjadi ikut tersesat. Sang ustadzah dan keponakan tidak kembali ke hotel hingga malam hari. Seluruh anggota rombongan mencari dan baru ditemukan di sudut luar masjid setelah shalat subuh berjemaah. Rupanya, ia sudah mencoba kembali ke hotel namun selalu tersesat kemudian kembali ke masjid lagi, demikian hingga pagi lagi.

24 jam tersesat, menyadarkan dirinya, bahwa tidak terasa selama ini sering menyesatkan orang dengan hasutan dan ghibah. Dengan menyesal ia bertobat kepada Allah dan berjanji jika diberi kesempatan kembali ke kampung halaman akan meminta maaf kepada para korban. Saat itulah teman-teman serombongannya menemukannya dalam keadaan lemah, padahal sejak malam area tersebut juga sering dilewati, namun anehnya tidak pernah terlihat. Ia kemudian dipapah ke hotel untuk istirahat. (mm)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top