Merasa Jagoan, Pria Ini Babak Belur di Depan Kakbah

Jakarta, (gomuslim). Pria ini adalah seorang pegawai berpangkat rendah, namun ia pandai menyisihkan gajinya untuk tabungan Ongkos Naik Haji (ONH). Niatnya untuk bisa berhaji adalah sebagai pelaksanaan rukun Islam dan juga pembenahan diri. Setelah beberapa tahun jumlah tabungannya dinyatakan cukup untuk berangkat haji.

Ketika sudah berada di mekah, ia dihujami pukulan telak berutubi-tubi. Pegawai ini heran karena sosok yang memukulnya tidak dapat terlihat. Akibat pukulan itu, wajahnya sembab bahkan pelipis matanya pun robek sampai mengeluarkan darah.  Pria ini pun resah dan heran, "Tapi kalau kena pukul sampai 20-an kali, ada yang tak beres kali," ujar pria itu dengan ekspresi bingung.

Dia sempat mencoba untuk mengelak dari pukulan yang disasar ke mukanya, namun tetap saja tidak berhasil bahkan ia kewalahan menghadapi serangan itu. Akhirnya pria ini pun kehabisan tenaga dan kelelahan. Dengan mata yang nanar ia bersedih sambil menahan rasa sakit. Anehnya lagi, jemaah yang thawaf  tak sedikitpun ada yang peduli dengan kondisinya yang babak belur, padahal ia berada dekat dengan mereka.

Dalam ratapannya, sambil memejamkan mata ia berujar, “Saya pasrah, ya Allah, saya pasrah atas apa yang Engkau timpakan padaku, aku berserah diri kepada-Mu,” ujarnya lirih sambil menahan sakit. Tiba-tiba ada seorang pria tua yang mewarkan air zamzam seraya berakata, “Usaplah luka di pelipismu dengan air ini dan juga perutmu itu. Insya Allah, Allah akan memberi kesembuhan,” saran kakek itu. Tiba-tiba setelah saran itu dilakukan, sakit yang dialaminya perlahan hilang dan pelipisnya yang robek perlahan merapat kembali dan tidak mengeluarkan darah lagi. Tak lama kemudian ia pun sembuh total.

Kemudian pria ini mengingat kembali peristiwa sebelum berangkat haji, ketika mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba tepat di tikungan ia menabrak seorang tukang becak, lantas memukulinya sampai babak belur. Tukang becak itu sama sekali tidak melawan, padahal posisi pria inilah yang salah karena ia mengebut. Hal ini dapat terjadi akibat arogansinya kala itu.

Kejadian yang dialaminya saat di Mekah, membuatnya sadar bahwa kekerasan yang dilakukan terhadap orang lain akan menuai balasan setimpal dari Allah. (fh)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top