Pandangan Tertutup, Setiap Hendak Melihat Kakbah

Jakarta, (gomuslim). Maysarah (bukan nama sebenarnya), ia adalah seorang wanita mantan pegawai rumah sakit. Suatu ketika anaknya, Hamid (bukan nama sebenarnya) mengajaknya untuk menunaikan ibadah Haji. Setelah semua persiapan dinyatakan lengkap, mereka pun mulai melakukan perjalanan menuju tanah suci.

Setibanya di Masjidil Haram, Hamid berkata pada ibunya, “Bu lihat, itu Kakbah!” Hamid heran melihat ibunya yang diam saja dan seperti melamun tatapannya pun kosong. “Mana kakbah, ini gelap semuanya kok,” ucap ibunya pada Hamid. Kemudian Hamid terus menunjuk ke arah kakbah agar ibunya dapat melihat bangunan besar berbentuk kubus itu. Namun hal yang sama dirasakan oleh Maysaroh, tetap saja pandangannya gelap saat mengarah ke Kakbah.

Hamid bingung sekaligus sedih karena ia berharap ibunya dapat senang dan tergugah saat melihat Kakbah. Oleh karena itu, Hamid berniat untuk mengajak ibunya umrah ke tanah suci pada tahun berikutnya. Maysarah pun menerima tawaran anaknya itu, ia pun masih penarasan ingin melihat Kakbah secara langsung. Namun untuk kedua kalinya Maysarah dibutakan pandangannya saat menghadap Kakbah. Ia pun terus mencoba berulang-ulang, sayangnya hal yang  sama tetap dirasakannya, bahkan Maysarah mengulangi umroh di tahun berikutnya, dan ingin mencoba melihat Kakbah, namun tetap saja ia gagal, untuk ke sekian kalinya.

Hamid sang anak yang patuh dan saleh, menangis melihat kondisi ibunya yang tidak diizinkan Allah untuk melihat Kakbah. Akhirnya ia ceritakan kisah ini pada seorang ustadz, “Ustadz, kenapa pandangan ibu saya selalu gelap saat berada di depan Kakbah, masa setiap mau lihat Kakbah pandangannya selalu gelap,” ujar Hamid. “Coba ibumu sendiri yang cerita, tentang perbuatan yang dilakukannya sebelum ibadah haji.” Saran ustadz itu.

Keesokan harinya Hamid menyampaikan saran ustadz itu pada ibunya, “Kenapa kok gitu bu, apa ada hubungannya dengan perbuatan sebelum ibu berangkat haji?” tanya Hamid. Maysarah pun berterus terang, “Nggak tahu kenapa ya, apa mungkin ada kaitannya dengan ibu waktu muda dulu, dulu kan ibu kerja di rumah sakit, saat itu ibu pernah menukar bayi orang lain, biasanya kalau ada orang tua yang nggak mau dengan anak yang dilahirkannya, terus ibu disuruh tuker dengan bayi yang lain, ibu berani melakukan itu, karena saat itu yang ada di pikiran ibu, yang penting ibu dikasih uang,” terang Maysarah.

Hamid sangat terkejut dan sedih mendengar pengakuan dari ibunya, Maysarah pun terus menyesali perbuatannya. Kurang dari seminggu setelah menceritakan perbuatan buruk yang pernah ia lakukan dulu, tiba-tiba ia jatuh sakit dan tak lama ajal menjemput, ia pun meninggal dunia. Hamid sedih, melihat kondisi ibunya yang semasa hidup sama sekali tidak dapat melihat Kakbah meskipun sudah berdiri tepat di depannya.

Kisah ini merupakan pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa orang yang dibutakan mata hatinya karena dunia semata, ia menjadi tidak perduli lagi terhadap hal baik dan buruk, maka Allah akan menjadikan penghalang (hijab) saat ia hendak berhadapan dengan-Nya. Bahkan pandangannya pun tertutup untuk melihat Baitullah.  Wallaahu a’lam wa na’udzubillahi min dzalik. (fh)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top