Selalu Terima Uang dari Sosok Misterius

Jakarta, (gomuslim). Pada musim haji, banyak pengemis yang datang ke Mekkah dan Madinah dari berbagai negara, mereka mengiba ke para jemaah haji. Suatu ketika seorang pria dinasihati oleh gurunya agar jangan berpikiran yang aneh-aneh di Masjidil Haram karena itu adalah tanah yang suci.

Setelah mendengar nasihat dari gurunya, pria itu pun pergi bersama rombongan jemaah dari Indonesia, setibanya di Mekkah, ia sudah didatangi oleh pengemis dari Nepal, “Wahai hajj (orang yang berhaji) saya dari Nepal tak punya makanan dan minuman?” ujar pengemis memelas. Pria itu pun memberinya uang 50 riyal dan sang pengemis berkali-kali mengucapkan terima kasih padanya. Namun tiba-tiba ada lagi yang datang menghampirinya, “Saya terkena diabetes (sambil menunjukkan luka di kakinya) tolong bantu saya untuk berobat,” kata pengemis ini. Pria itu tidak berpikir panjang ia merogoh kantongnya dan mengeluarkan uang 100 riyal kemudian diberikan kepada pengemis yang terluka itu.

Akhirnya ia pun kembali ke hotel tempatnya menginap, tiba-tiba room boy (semacam house keeper di hotel)  mengetuk pintu kamarnya dan menyerahkan amplop berisi 1.000 riyal, ia heran dan bertanya, “Dari mana ini (amplop)?” tanyanya heran. “Ada yang menitipkannya pak, saya tidak tahu dia siapa, tapi pesannya ini untuk bapak,” jawab seorang room boy itu.

Keesokan harinya saat ia makan di restoran hotel dan hendak membayar, tiba-tiba pelayan restoran memberinya amplop yang berisi uang 500 riyal, ia pun heran dan lagi-lagi pelayan tersebut tidak mengetahui identitas si pemberi amplop. Akhirnya amplop itu pun diterimanya, seolah-olah ia tidak mengeluarkan uang sepeserpun dari kantongnya untuk membayar makanan di restoran itu.

Apa yang dialami oleh pria yang ikhlas ini adalah bentuk nyata dari firman Allah yang termaktub dalam Alquran, yang mana setiap harta yang disedekahkan dengan niat ikhlas karena Allah, maka harta tersebut akan dibalas oleh-Nya dengan berlipat ganda. Hal itu dapat dirasakan secara nyata atau pun pada waktu yang ditetapkan-Nya. Wallahu a’lam. (fh)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top