Tubuh Jadi Kaku di Depan Kakbah

Saat melaksanakan ibadah umrah, Abdul (bukan nama sebenarnya) melihat para jemaah haji menghampiri Kakbah dan menangis sambil mencium bangunan batu berbentuk kubus tersebut. Abdul pun tertarik untuk mengikuti jemaah itu, menurutnya tindakan mereka merupakan ekspresi rasa kecintaan terhadap Kakbah yang notabene merupakan kiblat umat Muslim seluruh dunia.

Karena saat itu tidak sedang musim haji, maka jemaah pun tidak terlalu berdesak-desakkan sehingga Abdul dapat dengan mudah mendekati Kakbah. Namun sesampainya di depan Kakbah, tiba-tiba sekujur tubuhnya gemetar ia pun terpaku tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan perasaan gelisah, ia pun heran dengan peristiwa yang menimpanya, padahal sedikitpun ia tidak memikirkan hal-hal negatif, dengan polosnya ia hanya hendak mengikuti jemaah lainnya yang sampai menangis meraung-raung dan sesekali mencium Kakbah.

Setelah beberapa saat ia terpaku, tiba-tiba hatinya terbuka dan disitulah ia disadarkan, setelah mendengar semacam bisikan, “Engkau jangan meniru mereka. itu tidak benar, Kakbah itu adalah sebagai tanda bagi umat dalam menentukan arah kiblat, bukan untuk ditangisi atau dikultuskan,” bunyi bisikan itu.

Seketika Abdul pun menangis, “Setelah suara itu hilang, baru tangan dan badan saya bisa saya gerakkan kembali,“ ujarnya. Kemudian setelah peristiwa itu ia segera memohon ampun pada Allah, “Saya beristighfar dan bermunajat pada Allah, ya Allah Sungguh saya ini sangat bodoh, maka hamba memohon ampunan-Mu,” lanjut Abdul bercerita.

Pengalaman spiritual Abdul di Tanah  Suci merupakan pelajaran bagi kaum Muslim agar dapat mengerti bahwa Kakbah hanyalah bangunan dari batu yang dijadikan acuan arah kiblat. Secara kasat mata, kita melakukan sujud menghadap Kakbah semata-mata karena itu adalah syariat langsung dari Allah bukan karena esensi Kakbah itu. Karena sejatinya apa yang kita lakukan di hadapan Kakbah dari bertawaf sampai menjadikannya kiblat adalah bukti dari ketaatan pada Allah bukan mengkeramatkan benda. (fh)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top