40 Tahun Ngojek dengan Tarif 'Seikhlasnya' Diganti 'Ongkos Umrah' oleh Netizen

Jakarta, (gomuslim). Sejak akhir Desember 2015 silam, seorang tukang ojek bernama Kustiano Soleh (65) ramai dibicarakan di dunia maya karena kerendahan hatinya. Saat ditanya ongkos perjalanan, ia selalu mengatakan, "Seikhlas saja." Ongkos seikhlasnya ini diberlakukan secara ikhlas kepada semua penumpangnya, dan Maha Besar Allah yang mengganti dengan ongkos yang lebih besar, Soleh dan istri diberangkatkan umrah oleh Netizen yang terharu atas sikap ikhlasnya.

Pekan lalu, salah seorang pengguna Facebook bernama Dewi Rachmayani menulis, “Sore ini Pak Soleh dan istri, bapak ojek bertarif seikhlasnya, berangkat menuju Tanah Suci.” Keduanya telah berangkat pada Selasa (26/04/2016) dan kembali ke tanah air pada akhir pekan ini.

Dewi adalah salah satu penumpang Soleh yang terketuk hatinya atas pelayanan ojek Soleh. Kisahnya, awal September 2015, Dewi hendak menempuh perjalanan dari Stasiun Palmerah menuju kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan. Ssaat itu sempat membatalkan pesanan ojek online dan tanpa disangka seorang kakek mengendarai sepeda motor menyodorkan helm kepadanya. Siang itulah, awal pertemuan Dewi dan Soleh.

Di perjalanan, Dewi yang berbincang dengan kakek tersebut mengetahui jika profesinya sebagai tukang ojek hanya berpenghasilan Rp 60 ribu setiap hari. Sesampai di tujuan Soleh tak mau menyebut tarif, selalu menyampaikan, “Seikhlasnya.” Namun seusai didesak, Soleh secara mengejutkan berkata, “Kalau 20 ribu kemahalan gak, Neng?”

Mendengar jawaban tersebut, Dewi pun sampai tak kuasa menahan tangis. Sambil mengeluarkan Rp 150 ribu, Dewi bergegas dan berpaling menuju kantor agar tangis harunya tak diketahui Soleh. Kemudian Dewi menuliskan pengalamannya di FB, sambut bersambut, akhirnya terfikir melakukan ‘crowdfund’ untuk memberangkat Soleh dan istri ke tanah suci.

Soleh yang kini tinggal di daerah Sawangan, Depok itu mengaku sudah ngojek sejak usia 20-an tahun ketika masih tinggal di sekitar Kebayoran Lama, tidak jauh dari tempatnya mangkalnya di bawah jembatan penyeberangan Stasiun Palmerah,. “Saya sejak dari mudah sudah mangkal (ngojeg) di sini. Jadi saya lebih apal dan faham kondisi jalanan di sini,” terangnya. Saat ini Babe Soleh sudah berumur 65 tahun, artinya sudah menjalani profesinya selama 40 tahun, layak juga mendapatkan 'life time achievement award'.

Mengapa ia menerapkan tarif tidak lazim yang tidak pasti alias spekulatif, padahal penumpang zaman ini justru menginginkan kepastian seperti yang diterapkan ojek online? Dengan ikhlas ia menerapkan tarif itu karena mengerti kondisi penumpang, biasanya harus berpindah-pindah angkutan umum yang sudah menyedot banyak ongkos.

“Saya tahu penumpang itu mengeluarkan uang  banyak untuk sampai ke tempat tujuannya, karena habis naik kreta terus naik angkot lagi. Jadi saya kalau ditannya ongoksnya berapa, saya jawab seiklasnya saja,” papar kakek yang biasa dipanggil Babe Soleh ini.

Kini di usiannya yang ke 65 tahun Babe Soleh dan istri mendapatkan “ongkos”  tak terduga dari tarif “seiklasnya” ini. Cita-citanya kalau punya rezeki (uang) banyak akan mendaftarkan diri naik ke tanah suci. Ia ingin melihat dan ibadah di dekat Kakbah dan berdoa di makam nabi.

Allah Maha Kuasa dan Maha Pemberi, sebagaimana yang difirmankan: “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). (Al An’am: 160).

Dalam hadits Qudsi, Ibnu Abbas ra. meriwayatkan dari Rasulullah SAW, “Sesungguhnya, Allah Azza wa Jalla telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskannya. Barangsiapa yg berkeinginan untuk berbuat kebaikan, kemudian dia tidak melakukannya, Allah mencatat baginya satu kebaikan yang sempurna. Jika dia berkeinginan melakukan kebaikan, kemudian ia melakukannya, Allah mencatat untuknya 10-700 kali lipat kebaikan sampai tidak terhingga. Jika dia berkeinginan untuk melakukan kejelekan, kemudian dia tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu kebaikan yang sempurna. Jika dia berkeinginan melakukannya (kejelekan), kemudian dia melakukannya, Allah mencatat baginya satu kejelekan.” (HR. Bukhary & Muslim).

Babe Kustiano Soleh telah melakukan kebaikan dengan ikhlas selama mencari nafkah dan Allah mempertemukan Babe Soleh dengan Dewi Rachmayani yang menjadi ‘asbab’ berbalasnya ‘ongkos’ seikhlasnya dengan ‘ongkos umrah’ Insya Allah pahala di akhirat juga sudah menanti atas kebaikan yang dilakukan. (mm)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top