Jatuh Pingsan Saat Umrah, Koma Lalu Melihat Dirinya Disiksa Di Neraka

Jakarta, (gomuslim). Kisah ini hanya sebagai ibrah, pelajaran dan hikmah. Karena merupakan pengalaman nyata yang sebenarnya tak patut diceritakan. Kembalikan saja kepada niat untuk mengambil hikmahnya saja. Sebagaimana kisah pengalaman wanita ini juga terkait dengan niat yang dibawanya ke tanah suci yang dinilai kurang bagus.

Alkisah, penutur cerita berharga kita kali ini adalah seorang perempuan, istri, yang terbilang memilki pergaulan luas di media sosial. Sehingga kemana-mana sering melakukan selfei dan meng-up load ke akun soc-mednya. Suatu kali ia diajak oleh suaminya  untuk menunaikan ibadah umrah. Kesempatan ini disambut dengan senang hati, dan tentu juga sudah terbersit untuk melakukan foto-foto selfie di sana. Itu sudah terbayang, jika foto-fotonya kelak ditonton oleh teman-temannya di soc-med. Timbulah niat untuk kepergiannya ke tanah suci bersama suaminya itu hanya ingin berjalan-jalan, shopping, dan memamerkan foto-foto selfie di lokasi yang ia bayangkan akan membuat temannya kagum dan meng-Like nya.

Selebihnya ia ingin menunjukkan bahwa ia sudah berangkat umrah, berkunjung ke Makkah dan Madinah.

Namun sesampainya di Madinah, pengalaman aneh mulai merambati perasaannya. Kejadian muskil mulai menimpa dirinya. Ia ingat awal peristiwanya saat makan. Masakan yang dia makan terasa aneh dan tidak ada rasanya sama sekali. Padahal sebelumnya di Indonesia dia sering memakan makanan tersebut dan tahu bagaimana rasa makanan tersebut. Tapi entah kenapa makanan demi makanan yang ia cicipi di kota Nabi itu, baik makanan hotel maupun makanan yang dijajakan di luar hotel terasa hambar dan tidak ada rasanya sama sekali!

Keanehan yang lebih hebat lagi terjadi ketika berada di Makkah. Setelah berbelanja, ia memutuskan berjalan-jalan dan tentu saja tidak lupa berfoto selfie untuk dipertontonkan di media sosialnya, agar dilihat oleh teman-temannya di Indonesia. Tiba-tiba ia terjatuh dan tidak sadarkan diri. Segera suami dan ketua rombongan umrah memberikan pertolongan. Rupanya pingsannya terlalu lama siuman, sehingga diputuskan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertologan medis.

Entah mengapa selama dua hari dua malam, ia tak kunjung sadarkan diri. Dokter pun memvonis dia koma. Dua hari berlalu, akhirnya dia mulai membuka mata dan siuman. Melihat sekelilingnya, dia sadar bahwa dirinya sedang berada di sebuah ruangan rumah sakit, di dalam ruangan itu hanya ada seorang ustadzah yang membimbingnya dan suaminya menemani. Dengan serta merta dia memeluk ustadzah tersebut sambil menangis sejadi-jadinya. Setelah reda dari tangisannya, baru ia menceritakan apa yang terjadi selama dia mengalami koma. Kisahnya mengerikan.

Dia mulai menuturkan kisah demi kisah selama koma dua hari, menurutnya dia merasakan sedang berada di neraka dan mengalami pedihnya siksaan. Rambutnya ditarik-tarik dengan kasar, lalu dibakar hingga hangus seluruh rambut di kepalanya. Dan penderitaan itu tidak pernah berhenti, terus berulang mengalaminya dan berbagai macam siksaan lagi ia terima.

Di antara tersadar dan  rasa ngeri, ia mengakui kepada ustadzah pembimbing umrah dan suaminya bahwa selama ini dia sering mengumbar aurat. Saat keluar rumah hanya cukup menggunakan tank top, tak memperdulikan lagi untuk menutup auratnya.

Setelah selesai mengalami kajadian koma yang mengerikan itu, mumpung waktu masih ada kesempatan di Makkah, ia bertekad untuk memperbaiki dirinya. Selama beberapa hari di Makkah dia banyak melakukan itikaf di Masjidil haram, bertaubat memohon ampunan atas segala dosa yang pernah dilakukannya. Tetapi ia juga bersyukur kepada Allah atas teguran dan segala karunia yang diberikanNya. Berkat umrah itu ia bisa mendapatkan taufik dan hidayah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. (boz)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top