Tidak Suka Shalat Jamaah, Pria Ini Kehilangan Istri dan Rombongan

Seorang pria sebut saja namanya Ujang pergi melaksanakan umrah bersama istrinya pada 2012, sebelum menuju Masjidil Haram Ujang terlebih dahulu tinggal di Madiah selama 3 hari kemudian bersama rombongan menuju Masjidil Haram. Sesampainya di sana, ternyata Ujang tidak menginap 1 hotel dengan istrinya, namun hal tersebut bukanlah suatu masalah baginya. Sebelum menuju hotel, Ujang beserta sang istri melaksanakan shalat sunnah di Hijir Ismail. Usai shalat, ia masih melihat istrinya namun ketika hendak bangkit dari duduk tiba-tiba ia kehilangan istrinya. Dengan bingung Ujang pun mondar-mandir mencari sang istri, namun upayanya belum membuahkan hasil.

Setelah shalat Subuh, ia berinisiatif menunggu di bawah Jam Raksasa Mekkah. “Dari selesai shalat Subuh hingga pukul 6 saya menunggu namun tidak nampak jua muka istri saya,” ujarnya. Akhirnya Ujang berinisiatif untuk mencari istrinya di hotel tempatnya menginap.  Namun malang nasib Ujang, bukannya bertemu istri, justru ia malah diusir oleh penjaga hotel.

Karena telah merasa lelah, Ujang pun bertolak menuju hotel yang telah ditentukan untuknya. Kali ini ia benar-benar bingung sampai alamat hotelnya pun ia lupa, bahkan tas kecil berisi HP dan dompet pun tertinggal di dalam bus yang ia tumpangi saat menuju Masjidil Haram. Ia pun makin gelisah, namun tanpa putus asa Ujang berusaha mengingat letak hotel yang telah ditentukan oleh ketua rombongan. Setelah tiba di hotel yang dimaksud, petugas hotel tidak mengetahui kamar yang dipesan untuknya, bahkan dalam daftar buku hotel tidak ada tertulis pemesan untuk nama “Ujang”.

Kejadian ini makin membuat heran Ujang, ketika ia terus mendesak petugas hotel untuk mencari kamar yang dipesan untuknya, petugas hanya menyarankan agar Ujang berdoa kepada Allah, “Pray to Allah,” ujar petugas tersebut. Akhirnya di hotel itu Ujang bertemu rombongan jemaah Indonesia, ia pun meminta agar mereka berkenan mendoakannya. “Mohon doanya supaya saya dapat bertemu istri/rombongan saya,” cerita Ujang.

Kemudian rombongan tersebut menyarankan agar ia menunggu di bawah Jam Raksasa Mekkah seraya berkata, “Akan kita doakan pak!” ada pula yang berkata, “InsyaAllah bertemu!” ujar hampir setiap anggota rombongan tersebut.

Setelah itu, kemudian Ujang melakukan instrospeksi diri. Tiba-tiba ia teringat bahwa dahulu ia lebih menyukai shalat sendirian sehingga akhirnya ia pun mengalami ditinggalkan rombongan termasuk istrinya sendiri. Lantas ia pun bermunajat,Ya Allah berikanlah saya suatu ilmu dan kebijaksanaan yang akan memperbaiki diri saya kelak apabila kembali ke Indonesia, doa Ujang saat itu.

Tak lama setelah itu ia pun bertemu dengan Istrinya serta rombongannya. Barang-barang yang tertinggal pun tidak hilang karena telah diamankan oleh ketua rombongan. Perjalanan ibadah umrah Ujang telah dirasakannya sebagai pembelajaran yang tak ternilai harganya, baginya ini adalah pembelajaran agar ia rendah hati dan sabar. (fh)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top