Kaki Gatal dan Berkudis Akibat Prasangka Buruk Terhadap Orang yang Duduk di Dalam Masjdil Haram

Jakarta, (gomuslim) Banyak hal di luar nalar dapat terjadi di Tanah Suci, kejadian yang dialami oleh setiap jemaah haji adakalanya sulit dijangkau oleh akal sehat manusia namun pada kenyataan hal itu dapat terjadi seketika, demikianlah yang dialami oleh Maman pria paruh baya yang diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah haji.

Sebagai orang yang menyukai ilmu pasti, Maman  selalu mengaitkan peristiwa dengan logika. Ia bukanlah orang yang begitu saja dapat mempercayai cerita pengalaman pribadi jemaah di Tanah Suci Mekkah. Namun ternyata pria yang selalu mengedepankan logika ini menjadi tak kuasa ketika hal di luar akal sehat terjadi pada dirinya saat ia menunaikan ibadah haji.

Ketika memasuki pintu Masjidil Haram, ia melihat seorang pria yang terdapat kudis yang bernanah di kakinya lantas pria tersebut duduk di dalam masjid, tiba-tiba dalam hati ia merasa jijik dan menganggap orang tersebut telah mengotori lantai Masjidil Haram. Ketika dugaan seperti itu muncul dalam benak Maman, maka seketika itu pula ia langsung merasa gatal di kakinya dan terus digaruk olehnya sampai luka dan luka itu menjadi seperti kudis yang besar. “Paling nggak sampai semenit, tiba-tiba saya merasa gatal, terus saya garuk tapi kok makin gatal,” ujar Maman.

Akhirnya ia ketakutan mengenai peristiwa yang menimpa dirinya, ketika itu pula ia langsung memohon ampun, “Ya Allah kedatanganku kemari untuk beribadah kepadamu, maka ampunilah dosa yang telah kulakukan,” munajat Maman. Tak lama setelah ia memohon ampun lantas gatal yang dirasakan Maman perlahan menghilang dan lukanya pun mengering, ia pun heran dengan peristiwa semacam ini sampai akhirnya dengan ia makin meyakini bahwa segala sesuatu yang dikehendaki Allah niscaya terjadi meskipun di luar jangkauan akal.

Apa yang telah dialami oleh Maman, merupakan pelajaran berharga bagi setiap Muslim agar tidak mencibir aib orang lain meskipun baru terlintas di dalam pikiran. Seharusnya umat Muslim dapat berempati terhadap saudaranya yang Muslim, karena sejatinya mereka itu ibarat satu bangunan yang saling mengokohkan satu sama lain, seperti itulah ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. (fh)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top