Rutin Sisihkan Dagangan untuk Sedekah, Setelah 23 Tahun Kerak Gorengan Dibayar Ongkos Haji

(gomuslim). Kedermawanan seorang penjual gorengan bernama Udin terkenal di kampung yang ia lalui. Jika gorengan yang dijualnya tidak habis, maka ia memanggil anak-anak yang pulang sekolah untuk membagikan gorengan tersebut. Pernah suatu ketika Udin menjajakan panganan yang dibuatnya ke suatu sekolah dan ia menempatkan gerobaknya di seberang jalan sekolah tersebut. Rupanya di sekolah ini banyak pembeli yang berminat dengan gorengan. Namun setiap kali ia berjualan di depan sekolah, ia selalu melihat seorang murid dari sekolah tersebut yang duduk sendiri dan hanya melihat temannya yang jajan.

Setiap melihat anak itu,  Pak Udin memanggilnya dan memberikan bakwan dan kerak gorengan kepada anak tersebut, rupanya anak itu adalah anak yatim yang jarang sekali membawa uang jajan. Setelah waktu berjalan selama 23 tahun, profesi Pak Udin masih  sebagai penjual gorengan meski umurnya telah mencapai setengah abad lebih. Masih seperti dulu, ia sering memarkirkan gerobaknya di seberang jalan sekolah dan ketika ia sedang menggoreng pisang, datanglah seorang pemuda yang menghampirinya dan bertanya, “Pak, saya mau beli kerak gorengannya ada nggak?” ujar pemuda tersebut.

Pak Udin bingung ketika mendengar ucapan itu, lantas ia pun berkata, “Kalau mau keraknya nggak usah beli, ambil aja!” jawab pak Udin heran. Namun pemuda itu tetap  ingin membeli kerak gorengan, “Nggak pak, saya tetap mau beli keraknya aja, ini saya bayar dengan ongkos naik haji,” kata pria tersebut sambil memberikan menggenggamkan amplop berisi uang Rp 10 juta dan tiket pemberangkatan haji dari salah satu travel penyelenggara ibadah haji dan umrah.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Pak Udin bingung dengan peristiwa di siang itu, lantas ia pun bertanya pada pemuda tersebut, “Kenapa kerak gorengan dibayar dengan uang segini besarnya?” tanya Pak Udin. Pria tersebut akhirnya mengungkapkan tentang dirinya, “Dulu waktu saya masih kecil, saya ingin sekali seperti teman yang lainnya dapat uang jajan dari orang tua. Tapi apa daya saya ketika ayah meninggal dan saya harus hidup serba prihatin, tapi ketika itu bapak sering memanggil saya dan memberikan kerak gorengan terkadang ada juga 1 atau 2 bakwan yang bapak kasih ke saya. Nah sekarang saya mau membalas kebaikan bapak karena bapak sudah membuat saya senang saat itu,” pungkas pria tersebut.

Mendengar ungkapan dari pria itu, Pak Udin tak sanggup membendung air mata yang tiba-tiba mengalir begitu saja, ia pun tak lupa memuji Allah dan mengucapkan terima kasih kepada pemuda tersebut serta mendoakan kebaikan untuknya. Kisah ini adalah bukti bahwa Allah akan selalu membalas kebaikan hambanya, walaupun kebaikan itu hanya memberikan sesuatu yang terkadang kita menganggap itu adalah hal remeh yang bernilai kecil. (fh)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top