Sedekah Tukang Becak Ini Berbuah Ongkos Haji Sekeluarga

(gomuslim). Ketika orang miskin berfikir apa yang dapat ia sedekahkan sedangkan hidupnya serba kekurangan, namun lain halnya dengan Karjo, seorang tukang becak yang rutin bersedekah  dalam bentuk jasa, ia menggratiskan ongkos becaknya setiap hari Jumat sebagai bentuk sedekah sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Setiap orang yang telah mengenal Karjo, mengerti tentang hal ini dan tidak membayar berapa pun kepadanya setiap menumpangi becak Karjo di hari Jumat.

Suatu ketika, mobil seorang pengusaha mogok persis di depan Karjo yang saat itu sedang menunggu penumpang. Pengusaha tersebut akhirnya berniat meninggalkan mobil karena supirnya telah mengurus mobil itu. Setelah keluar dari mobil, sang pengusaha menghampiri Karjo dan menumpangi becaknya. Kebetulan rumah sang pengusaha tidak jauh dari tempat mangkal Karjo.

Setibanya di depan rumah, sang pengusaha memberikan uang sebesar Rp10 ribu sebagai ongkos becak. Namun alangkah terkejutnya ia, ketika Karjo menolak uang tersebut dan memutarkan becaknya untuk pergi meninggalkan pengusaha tersebut. “Tunggu dulu pak, ini uangnya kenapa kok langsung mau pergi aja,” seru sang pengusaha. Namun Karjo dengan nada rendah hati menjawab, “Maaf pak, ini hari Jumat saya dari dulu sudah niatkan kalau di setiap hari Jumat ingin bersedekah dengan cara menggratiskan ongkos becak,” ujar Karjo dengan suara sedikit parau.

Mendengar ucapan Karjo, pengusaha tersebut heran sekaligus merasa hatinya diketuk dengan teguran, “Masya Allah, kenapa tidak sedikitpun terpikir olehku, kalau aku telah lalai dari perintah-Mu sementara banyak nikmat yang telah Kau beri namun aku lupa bersedekah,” gumam pengusaha dalam hati  sambil menatap kosong ke becak Karjo. Namun akhirnya pengusaha ini menguji Karjo, suatu saat pada Jumat berikutnya, ia menumpangi lagi becak Karjo dan menyerahkan uang Rp 100 ribu namun Karjo pun menolak, hingga akhirnya ia memberikan Rp 10 juta namun jawaban sama diterima sang pengusaha seperti pertama kali ia mengenal Karjo.

“Maaf pak, saya sudah bertekad untuk sedekah setiap Jumat dengan cara ini, mohon maaf sekali lagi pak,” ujar Karjo. Hingga akhirnya pengusaha itu minta diantarkan ke rumah Karjo, walaupun tukang becak tersebut heran dengan sikap sang pengusaha tapi keinginannya tetap dituruti. Setibanya di rumah Karjo, pengusaha tersebut meneteskan air mata, karena rumah yang kumuh dan berdinding triplek yang ditempati Karjo terkesan memperihatinkan namun justru ia ingat bersedekah membantu banyak orang dengan ikhlas.

“Pak, meski tiap Jumat bapak menolak ongkos becak, maka untuk kali ini tolong jangan batalkan niat saya untuk bersedekah. Bapak sekeluarga saya berangkatkan haji ke Tanah Suci, saya harap bapak mengerti kalau ini adalah balasan dari Allah namun dengan perantara dari hamba-Nya,” papar sang pengusaha.

Karjo akhirnya menerima pemberian tersebut dan akhirnya ia tinggal menunggu waktu keberangkatan dari pemerintah, namun ongkos haji telah disiapkan untuknya. Kisah Karjo ini mengandung pelajaran berharga bagi kita bahwa segala perbuatan baik yang kita lakukan tercatat sebagai amal saleh dan Allah Maha Pembalas segala perbuatan baik. (fh)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top