Kejujuran Sopir Taksi Ini Berbuah Pemberangkatan Umrah Gratis

(gomuslim). Kejujuran seseorang teruji manakala berada pada situasi tertentu yang dapat menggodanya untuk berbuat sesuatu yang merugikan orang lain. Hal inilah yang dialami oleh Safdirzon, seorang supir taksi di bilangan Bogor. Suatu ketika dua orang penumpang terburu-buru hendak menuju bandara, sesampainya di sana, tanpa memeriksa barang bawaan mereka pun keluar dari taksi dan langsung beranjak menuju terminal keberangkatan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

Setelah dua orang penumpang tersebut turun dan masuk ke terminal keberangkatan, Safdirzon mengarahkan taksinya keluar bandara, namun ternyata ia melihat sebuah IPad tergeletak di kursi penumpang. Lantas tanpa berpikir panjang sopir ini langsung berputar arah menuju bandara. Setibanya di sana, ia memohon izin kepada petugas untuk dapat masuk, karena ingin mengembalikan barang penumpang yang tertinggal di taksinya. “Oh ya silahkan!” ungkap petugas bandara setelah Safdirzon meminta izin.

Saat IPad itu diberikan kepada pemiliknya, sang pemilik kagum dengan kejujuran Safdirzon. Pemilik IPad tersebut bernama Farid Rasyidin, ia merupakan Direktur Utama Hannien Tour sebuah perusahaan penyedia jasa travel umrah di Cibinong, Bogor. Kekaguman Farid tidak hanya terlihat pada ungkapan terimakasih secara lisan saja, ia pun akhirnya menghadiakan satu tiket perjalanan umrah kepada Safdirzon.

Menurut Direktur Humas Hannien Tour Arief Munandar, kejujuran Safdirzon bukan hanya sebatas menjalankan SOP perusahaan namun kejujurannya itu merupakan panggilan jiwanya,

“Kejujuran adalah kesederhanaan yang mewah saat ini. Kami berharap Piagam Kejujuran dan hadiah umrah ini akan membuka mata kita dan para pemimpin negeri ini, bahwa budaya kejujuran ini masih hidup di tengah masyarakat kita,” ungkap Arief.

Selain mendapatkan hadiah umrah gratis, Ayahanda Safrizon pun sembuh dari penyakitnya, “Ternyata buah dari kejujuran yang saya lakukan, ada keberkahan lain yang telah Allah siapkan, umrah gratis dan ayah saya sembuh dari sakitnya.” kata Safdirzon yang matanya berkaca-kaca.

Barangkali jika bukan karena keterpanggilan hati, mungkin saja Safdirzon tak peduli dengan barang milik penumpangnya yang tertinggal, namun karena ketulusan dan kejujuran yang datang dari hati, maka hal itu diganjar oleh Allah dengan tiket umrah dan piagam kejujuran dari Hannien Tour. (fh)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top