Mudah Berkata Kasar, Seorang Jenderal Disadarkan Allah Lewat Bentakan Sosok Misterius

(gomuslim). Tahun 2001 Citra dan suaminya yang seorang perwira tinggi TNI melakukan ibadah haji khusus. Panitia penyelenggara menjanjikan kepada mereka untuk menginap di Hilton Hotel  double room lantai 14 tower 3. Namun mereka berdua kecewa ketika penginapan yang dijanjikan tidak sesuai dengan brosur yang mereka terima.

Dengan adanya peristiwa seperti ini, sang jenderal geram dan memanggil panitia. “Kenapa saya ditempatkan di kamar seperti ini? Saya ingin segera dipindah ke Hilton Hotel yang lebih layak. Ini sih bukan kamar untuk manusia,” ujar jenderal tersebut seperti yang diceritakan Citra.

Mendengar ucapan kasar sang suami, Citra hanya diam dan beristighfar ia menyadari bahwa hal tersebut adalah hal biasa yang ia dengar ketika sang suami memarahi prajuritnya. Panitia yang menerima kemarahan jenderal tersebut hanya diam dan menjanjikan untuk memberikan kamar yang sesuai kepada mereka berdua. Setelah itu, seorang panita pun beranjak meninggalkan pasangan suami isteri ini. Untuk sementara mereka pun tidur di kamar tersebut.

Tepat tengah malam ketika Citra dan suaminya tengah terlelap, pintu kamar mereka digedor oleh seorang pelayan. Citra menyangka bahwa suaminya yang terlihat emosi akan menempeleng pelayan tersebut, namun betapa terkejutnya Citra saat pintu kamar dibuka, sang jenderal tertegun dan gemetar mendengar bentakan seorang pelayan, “Kalau kamu tidak mau tinggal di kamar ini, keluar saja dari kota Mekkah! Kami tidak mau menerima orang seperti kamu,” bentak pelayan itu dengan bahasa Indonesia.

Pada pagi harinya, suami Citra mencari manajer hotel. Tanpa basa-basi ia marah dan tidak menerima sikap kasar dari pegawai hotel, sehingga ia ingin membalas untuk memarahi pelayan tersebut. Seorang manajer hotel meminta maaf dan memanggil semua pelayanan yang bertugas di malam hari. Satu per satu wajah pelayanan tersebut diperhatikan oleh Citra dan suaminya, namun sosok yang telah membentak dan memarahi sang jenderal tidak terlihat di barisan pelayanan yang berdiri di hadapan mereka, sebab pelayan yang mereka cari merupakan seorang Warga Negara Indonesia (WNI).

Manajer hotel mengatakan bahwa merekalah yang bertugas di malam hari dan tidak ada WNI yang bekerja di hotel tersebut. Mendengar keterangan dari manajer hotel, Citra dan suaminya terkejut dan hanya diam. Mereka pun heran, “Lantas siapa yang berani marah-marah tadi malam ya mas? Itulah hati-hati ini Tanah Suci” ujar Citra kepada suaminya.

Perwira tinggi  TNI tersebut hanya diam dan akhirnya menyadari bahwa mereka telah berada di Tanah Suci yang dekat dengan rumah Allah. Area ini adalah tempat yang suci dari perkataan kasar dan perbuatan tercela. Sehingga sang jenderal pun menyadari bahwa ia harus bersyukur dengan nikmat yang telah dianugerahkan Allah dan tidak mudah mengumpat dengan kata-kata kasar. (fh)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top