Bergumam Sombong dalam Hati, Ustadz Ini Dipersulit Sosok Misterius Saat Ingin Cium Hajar Aswad

gomuslim.co.id- Waktu itu musim Umrah akhir tahun 2015. Karena akhir tahun, jemaah umrah di berbagai travel agent menjadi penuh. Alhasil, para Ustadz pembimbing jemaah untuk perjalanan ibadah di Arab Saudi pun menjadi kewalahan dengan pengaturan jadwal yang ada.

Hal ini juga dirasakan oleh Ustadz Muhammad Amin asal Depok. Ustadz Amin, begitu ia akrab disapa, juga mendapat jadwal keberangkatan pembimbingan ibadah Umrah jemaah bulan Desember. Saat itu, rombongan jemaah umrah Ustadz Amin beragam, mulai dari anak muda yang membawa serta keluarganya, pasangan suami-istri,  sampai dua orang pria yang bersahabat.

Persiapan sebelum kebernagkatan sudah dilakukan sejak lama bahkan enam bulan sebelum keberangkatan. Tibalah waktu keberangakatan dan saat sampai di Tanah Suci dan mendapatkan hotel yang dituju, para jemaah masuk ke kamar masing-masing.

Berbeda dengan jemaah lainnya, dua orang pria yang bersahabat sebut saja Andi dan Tyo selalu mau tahu dan banyak bertanaya kepada Ustadz Amin. Memang, perjalanan Umrah ini adalah pengalaman pertama mereka berdua. Jadi terkait beberapa amalan dan hal-hal lain soal ibadah Umrah masih banyak yang mereka tanyakan.

Waktu itu, romobongan Ustadz Amin sudah sampai di jadwal menuju Hajar Aswad. Sebelum menuju lokasi, dua pria berusia 45 tahun itu, yaitu Andi dan Tyo menghampiri Ustadz Amin. “Ustadz, kan suka desak-desakan ya kalau mau cium hajar aswad. Gimana caranya biar mudah cium hajar aswad, ada amalannya gak?,” tanya Andi penuh semangat.

Akhirnya, dengan baik hati, Ustadz Amin pun membagikan bacaan sebuah amalan khusus yang ia dapat dari gurunya dulu saat pertama kali mau mencium hajar aswad. Bacaan tersebut ia berikan kepada dua pria tersebut. “Anggap saja amalan ini sebagai doa kita untuk Allah agar dipermudah jalan kita nanti saat mau mencium hajar aswad, “ kata Ustadz Amin.

Saat tiba giliran Andi dan Tyo mencium hajar aswad dan melakukan apa yang diajarkan Ustazd Amin, mereka pun kembali ke hotel dan berbagi pengalaman dengan jemaah lainnya. “Alhamdulillah tadi  lancar jalan saya saat mau mencium hajar aswad, “ cerita Tyo yang juga dibalas anggukan mengiyakan dari sahabatnya, Andi.

Pada kesempatan itu, para jemaah lain juga banyak bercerita perjuangan mereka saat mau mencium hajar aswad. Mereka harus berdesakan dan bahkan ada yang hampir terpisah dari rombongan. Karena itu, Andi dan Tyo merasa beruntung dan bersyukur bisa dengan mudah dan mendapat kelancarakan saat mau mencium hajar aswad.

Mendengar percakapan mereka, Ustadz Amin tak banyak komentar. Ia hanya bergumam dalam hati: “Emm, kayak gitu aja bangga banget. Amalan biar mudah cium hajar aswad juga didapat dari saya kok. Coba gak saya kasih amalan itu, pasti ga mudah kan.”

Ternyata, gumaman dalam hati Ustadz Amin ini menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Saat tiba giliran Ustadz Amin mendapat jadwal mencium hajar aswad, ia merasa dipersulit oleh sosok misterius yang berbadan tinggi dan bertubuh gempal. Ustadz Amin seperti kebanyakan warga Indonesia lain, berperawakan sedang dan bertubuh agak kurus. Saat itu, kata Ustadz Amin, pria misterius itu mengapit leher saya dengan tangannya. “Seketika itu juga, saya gak bisa nafas. Apalagi, maaf, ketiak laki-laki itu bau banget.. astaghfirullah, membuat saya gak tahan dan segera pergi dari antrian untuk keluar dari area hajar aswad, “ papar Ustadz Amin.

Setelah kejadian itu, ia langsung kembali ke hotel. “Karena kejadian ini saya jadi sadar, mungkin ini balasan Allah terhadap gumaman saya dalam hati yang justru adalah sifat kesombongan saya atas keberuntungan dan kemudahan Pak Andi dan Pak Tyo saat mau cium hajar aswad. Saya langsung beristighfar, mohon ampun sama Allah, “ jelas Ustadz Amin.

Kisah Ustadz Amin ini bisa menajdi pelajaran bagi kita bahwa bergumamam sombong saja bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri. Apalagi,  jangan sampai kita menjadi iri terhadap kemudahan atau keberuntungan yang Allah SWT. berikan kepada orang lain. Wallahu A’lam Bishowab. (fau)

 


Komentar

    Tulis Komentar

Lainnya

Kisah Hikmah #RamadhanSeries (tamat)

Ini Tiga Amal Hebat dalam Festival Ramadhan

Kisah Hikmah #RamadhanSeries (28)

Tahfidz Alquran dengan Metode Talaqqi

Kisah Hikmah #RamadhanSeries (27)

Ambil Dua-Duanya; Dunia dan Akhirat

Kisah Hikmah #RamadhanSeries (26)

Tentukan Jalan Hidupmu!

Kisah Hikmah #RamadhanSeries (25)

Jalan Terang untuk Bayar Utang

Kisah Hikmah #RamadhanSeries (24)

Ini Keutamaan Para Penghafal Alquran


Back to Top