Pernah Lalai Tunaikan Amanah, Koper Pasangan Suami-Istri Ini Hilang Saat Ibadah Umrah

gomuslim.co.id- Kisah ini bermula saat musim Umrah akhir tahun lalu. Sepasang suami-istri berkesempatan pergi ke Tanah Suci dengan travel umrah di Jakarta. Seperti para Jemaah lainnya, pasangan ini juga semangat mempersiapkan berbagai keperluan selama sembilan hari di tanah Suci tersebut.

Adalah Andi dan Santi, pasangan suami istri asal Jawa Barat yang sudah lama menetap di Jakartai ni sampai pada waktu keberangkatan Umrah Desember 2015. Berbagai keperluan pun sudah dilakukan dengan  baik, salah satunya adalah keperluan pakaian di dalam koper ukuran besar milik mereka berdua.

Pasangan pengusaha ini membawa koper ukuran besar masing-masing satu dan beberapa tas lainnya di dalam kabin. Perjalanan tersebut membuat sang istri, Bu Santi agak deg-degan. Pasalnya, inilah perjalanan pertama mereka ke tanah suci.

Saat tiba di Kota Madinah, pasangan ini mengikuti serangkaian ibadah Umrah yang memang berlangsung di tempat Hijrah Rasulullah Muhammad SAW. Bila Umrah berangkat dari Madinah,  rombongan menuju tempat miqat (tempat mulai niat dan berpakaian ihram) di Bir Ali.

Saat di Madinah, mereka mulai memakai pakaian ihrom, tetapi niatnya tetap dimulai di Bir Ali. Setelah berganti pakaian, mereka shalat sunnah ihram 2 rakaat.

Demikian berikutnya, satu persatu rangkaian ibadah di Madinah mereka lakukan dengan baik bersama rombongan travel yang dibimbing oleh seorang Ustadz, sebut saja namanya Ustadz Rohim. Ketika semua rombongan telah selesai menjalankan ibadah di Madinah, bus-bus pun disiapkan untuk mengangkut mereka menuju Mekkah.

Semua rombongan tertib masuk bus satu per satu, begitu pun dengan perlengkapan yang mereka bawa, seperti tas-tas dan koper-koper. Setelah perjalanan enam jam tersebut, Andi dan Santi dibuat laget saat satu per satu koper para Jemaah diturunkan dari bus di Kota Mekkah. Karena, dua koper besar berisi pakakian mereka selama umrah hilang tak ada di bagasi bus.

Awalnya mereka dibantu ketua rombongan untuk mengecek ulang koper mereka. Tapi, tak dinyana, koper mereka tidak ada di bagasi bus tersebut. Padahal, mereka yakin koper-koper milik mereka sudah diletakkan bersama koper Jemaah lain di bagasi bus tersebut.

Setelah dipastikan koper tersebut memang hilang. Pihak travel meminta pasangan ini untuk kembali dulu ke hotel. Saat di hotel, Bu Santi dan Pa Andi merasa bingung, karena seluruh kebutuhan pakaian mereka selama di kota Mekkah ini ada di koper tersebut.

“Sudah Bu, mungkin ini ujian Allah, agar kita bisa sabar selama menjalani ibadah pertama kali ini, “ kata Pa Andi kepada istrinya.

“Iya, Pak. Nanti kita beli beberapa pakaian saja untuk kita pakai selama beberapa hari lagi di Mekkah, “ jawab Bu Santi ikhlas.

Saat ada waktu luang di hotel, Ustadz Rohim menghampiri pasangan suami dan istri ini.

“Bu, Pak. Koper kalian sudah berusaha kami cari, tapi memang tidak ada. Mustahil juga hilang, karena kan sudah kami cek masing-masing koper Jemaah  untuk masuk bagasi bus, “ jelas Ustadz Rohim.

Kata Ustadz Rohim kepada Pa Andi dan istrinya, bahwa mungkin saja ini teguran untuk mereka bahwa ada yang perlu diperbaiki atau instropeksi diri.

“Biasanya nih ya..  Pak, Bu.. Ketika ada barang kita yang hilang. Itu ada yang salah dengan diri kita. Entah itu, kurang sedekah atau ada amanah orang yang belum kita jalankan dengan baik, “ kata Ustadz Rohim.

Pasangan suami istri ini pun sejenak terdiam.

Lalu, Bu Santi memulai pembicaraan. Ia teringat dulu saat awal memulai usaha jualan baju online yang kerja sama dengan pihak konveksi di Bandung, ia pernah ceroboh dalam memeriksa dan mengirim pesanan online untuk konsumen di luar Jawa.

“Sebenarnya, waktu itu masalahnya sudah selesai. Tapi, saya merasa tak bertanggung jawab atas kesalahan kirim itu. Jadi, saya gak kirim ulang barang yang dimaksud konsumen. Saya malah menuduh pihak perusahaan jasa ekspedisi yangs alah, “ ungkap Ibu tiga anak ini.

Saat itu juga, Pa Andi dan Bu Santi merasa bersalah dan langsung beristighar.

Lewat kejadian ini, Pa Andi dan Bu Santi merasa lega dan mengucap syukur, karena sudah diingatkan untuk lebih baik dan berhati-hati lagi dalam menjalankan amanah, meskipun itu hanya sebuah pesanan belanja online dari pembelinya.

Setelah itu, mereka berdua kembali menjalankan ibadah Umrah di Mekkah di hari-hari terakhir berada di Masjidil Haram. Tepat di hari pulang ke Indonesia, Pa Andi dan Bu Santi dibuat terkejut saat diberi tahu pihak travel bahwa dua koper mereka yang hilang akhirnya ditemukan. Anehnya, dua koper tersebut ditemukan di bus yang sama seperti yang dinaiki oleh rombongan mereka.

Pa Andi hanya bergumam dalam hati: “Terimakasih ya Allah, mungkin ini memang masih rezeki kami, Alhamdulillah.”

Wallahu A’lam Bishowab…

(Foto ilustrasi: harnas)

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top