Sebab Kuat Dekatkan Diri pada Allah, Tanah Angker pun Jadi Berkah

gomuslim.co.id – Pada pertengahan tahun 2016, pengasuh salah satu Pesantren di Pemalang sowan menghadap K.H. Makhtum Hannan, salah satu sesepuh Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon yang beberapa hari lalu (21/01/2017) pulang menghadap Yang Maha Kuasa.

Pengasuh Pesantren Iqlima Al-Ishlahiyah itu bercerita bahwa dirinya ingin mengembangkan fasilitas pesantren. Namun, Kiai yang akrab disapa Asmui itu, menuturkan kepada Kiai Makhtum bahwa tanah yang akan dibangun untuk pesantren itu angker, bahkan sebelumnya tidak ada orang yang berani membeli tanah tersebut.

Akhirnya Kiai Makhtum memberikan dua pesan begini. Pesan pertama, tanah angker itu laris dan maju buat dijadikan aktivitas apa pun. Buat jualan ya laris, buat pendidikan ya akan maju. Namun, pemiliknya harus kuat mendekatkan diri pada Tuhan untuk melawan makhluk halus di tanah angker itu. Tirakatannya harus kuat. Tirakatan adalah sebuah ritual yang dilakukan dengan cara berpuasa, banyak berzikir, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Menurut Kiai Makhtum, Pesantren Babakan Ciwaringin atau pesantren lainnya yang maju secara kualitas pendidikan itu tidak terlepas dari jerih payah para ulama sebelumnya melakukan tirakat atau riyadhah. Para ulama dahulu sengaja berpuasa bertahun-tahun untuk kebaikan keturunannya kelak serta pesantren yang dikelolanya.

Kiai Makhtum pun enggan menukar tanah yang sudah dipuasai para ulama dengan uang. Suatu ketika tol yang kini bernama Cipali tadinya akan menabrak komplek pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon. Para investor pun berupaya melakukan negosiasi dengan Kiai Makhtum untuk menebus tanah berkah itu. Namun Kiai Makhtum secara tegas menolak tawaran tersebut. Berkali-kali ditawari uang, berkali-kali juga Kiai Makhtum menolak.   

Kiai Makhtum sendiri dikenal sebagai kiai yang ahli zikir dan ahli tirakat. Bersama kiai lainnya, Kiai Makhtum melaksanakan istigasah bersama masyarakat dari berbagai daerah. Pesan kedua yang disampaikan Kiai Makhtum kepada kiai asal Pemalang tadi untuk  jangan lupa membacakan hadiah bacaan al-Fatihah untuk Kiai Abdul Hannan, orangtua Kiai Makhtum dan Kiai Khatib Kriyan. Kiai Khatib ini sudah masyhur ditakuti makhluk halus yang menghuni tanah-tanah angker.

Bacaan Al-fatihah untuk para ulama biasanya dilakukan untuk mengharapkan keberkahan dari Allah melalui ulama-ulama tersebut. Hal ini sudah biasa dilakukan umat Muslim Indonesia sejak dulu hingga saat ini.

Menurut penuturan Kiai Asmui Mashum, saat membangun bangunan pesantren di tanah angker tersebut tidak mengalami gangguan yang signifikan dari makhluk halus. Kini pesantren yang dirintisnya sejak puluhan tahun lalu mengalami kemajuan, baik dari kuantitas maupun kualitas. Kiai Asmui pun membenarkan bahwa tanah angker itu memang emas bagi mereka yang kuat melakukan tirakat dan mendekatkan diri pada Allah Swt. (ihs)


Back to Top