Hobi Taruhan dan Sabung Ayam, Pria Ini Alami Kecelakaan Saat Ibadah Haji

gomuslim.co.id – Allah Swt. pada dasarnya memuliakan manusia dari makhluk-Nya yang lain, seperti malaikat, jin, hewan, dan tumbuhan. Bahkan Allah Swt. mempersilakan dan menghalalkan sebagian hewan dan tumbuhan untuk dikonsumsi manusia. Memang ada sebagian hewan atau tumbuhan yang dilarang untuk dikonsumsi manusia dalam Islam, seperti babi, anjing, dan lain sebagainya. Larangan itu pun tentu untuk menjaga kesehatan manusia. Artinya, manfaat larangan tersebut pun kembali untuk manusia.

Namun demikian, ada saja sekelompok orang yang menyalahgunakan anugerah Allah Swt. itu untuk kepentingan nafsunya pribadi, di antaranya adalah pelaku sabung ayam. Seekor ayam yang seharusnya untuk dipelihara dan dikonsumis manusia, namun ada sebagian orang yang mengadu ayam yang satu dengan ayam lainnya. Bahkan di antara mereka tidak jarang yang taruhan dalam menyabung ayam.

Padahal dalam salah satu hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas yang menyebutkan bahwa Rasulullah Saw. melarang (umatnya) menyabung hewan (HR Tirmidzi dan Abu Daud). Bahkan Rasulullah Saw. pun meminta umatnya untuk berhati-hati dalam memotong hewan sembelihan.

Diriwayatkan dari Abu Ya’la bin Syidad yang mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Allah Swt. mewajibkan kalian untuk berperilaku baik terhadap apa pun. Ketika menghukum, bertindaklah secara adil. Ketika kalian hendak menyembelih, sembelihlah (hewan itu) dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan alat pemotong hewan, supaya hewan itu tidak tersiksa.” (HR Muslim).

Dua hadis tersebut menunjukkan kepada kita agar selalu berbuat baik kepada makhluk Allah Swt., dilarang menyakitinya, apalagi sampai mengadu hewan untuk dijadikan bahan hiburan bakan taruhan.

Suatu ketika, pada tahun 2006, Ibu Wahidah menceritakan pengalaman hajinya. Waktu itu dia berhaji bersama rombongan kampungnya, Cibuaya, Rengasdengklok, Karawang Utara. Salah satu tetangganya, sebut saja Pak Darmin, hobi menyabung ayam sambil taruhan. Kebiasaan buruknya ini pun masih biasa dilakukan beberapa bulan sebelum melakukan ibadah haji.

Pak Darmin ini menunaikan ibadah haji beserta istrinya. Setelah tiba di Bandara Jeddah, para rombongan yang bersama Bu Wahidah pun menuju maktab (tempat penginapan jemaah haji) di wilayah sekitar Madinah. Karena termasuk rombongan awal, ibu yang kini berusia 59 tahun tersebut sempat merasakan salat arbain di Masjid Nabawi selama 9 hari.

Setelah itu, rombongan jemaah haji bersama Bu Wahidah, termasuk Pak Darmin, bergegas menuju maktab di Mekah. Singkat cerita, menurut Bu Wahidah, di waktu senggang Pak Darmin beserta istrinya niat pergi membeli minyak untuk memasak di dapur umum. Baru saja keluar dari maktab, keduanya langsung tertabrak mobil. Seketika itu pun keduanya dirawat di rumah sakit. Istri Pak Darmin sampai dibotak kepalanya karena terluka, sementara kaki Pak Darmin terluka cukup serius.

Namanya orang kampung, Bu Wahidah dan jemaah lain mencoba mengaitkan kecelakaan itu dengan perbuatan Pak Darmin. Istrinya yang tidak suka menyabung ayam pun ikut menjadi korban. “Mungkin istri Pak Darmin tidak mengingatkan suaminya yang suka menyabung ayam itu. Jadi dia juga ikut menjadi korban,” pungkas ibu yang memiliki lima anak ini.(ihs) 

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top