Rajin Puasa Mutih, Wanita Ini Dapatkan Jodoh Pria Idamannya

gomuslim.co.id– Puasa sunah merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain berpahala, puasa juga membuat kondisi badan selalu sehat. Puasa sunah memang bermacam-macam kategorinya, ada puasa sunah Senin-Kamis, puasa sunah Nabi Daud, puasa sunah Muharram, puasa sunah ‘Asyura, dan lain sebagainya. Namun demikian, ada hal berbeda yang dilakukan sebagian umat Muslim di Indonesia terkait tatacara puasa sunah itu, di antaranya dengan cara mutih.

Secara khusus, puasa mutih dikenal di masyarakat Jawa dengan cara tidak mengkonsumsi makanan yang bernyawa, seperti daging-dagingan, telur, ikan, dan lain sebagainya. Artinya, makanan yang boleh dikonsumsi biasanya hanya nasi atau buah-buahan, dan tidak boleh meminum selain air putih.

Puasa mutih seperti ini pernah dilakukan oleh Ibu Isnaeni asal Indramayu yang kini telah menetap di Ibu Kota. “Waktu gadis, ibu saya menganjurkan kepada saya untuk membiasakan puasa Senin dan Kamis dengan cara mutih,” ujar ibu yang kini berusia 48 tahun. Ibu yang biasa dipanggil Iis ini menuturkan bahwa dirinya melakukan tirakat puasa Senin-Kamis mutih itu selama tiga bulan.

Menurut Bu Iis, puasa mutih ini dilakukan dengan niat untuk membersihkan hati kita dari hal-hal negatif. “Kalau kita sudah menjadi orang baik dan hati kita bersih, insya Allah dapat jodohnya juga akan mendapatkan yang terbaik,” lanjut Bu Iis yang kini memiliki 4 anak. Ibu Iis ini mengaku pernah disakiti tunangannya yang meninggalkannya begitu saja tanpa alasan. “Ya akhirnya saya pasrah dan berserah diri kepada Allah yang di antaranya dengan melakukan puasa mutih itu,” kenang Bu Iis.

Bu Iis memaparkan bahwa dirinya sebanarnya menginginkan suami seperti kakak sepupunya. Suami kakak sepupunya itu memang perhatian, baik, tampan dan saleh. Itulah alasan mengapa Bu Iis ini menyebut bahwa suami kakak sepupunya itu pria idamannya. Dalam tirakat puasa mutih-nya itu, Bu Iis selalu memohon diberikan jodoh yang terbaik oleh Allah Swt.

Tak disangka, pada akhirnya Bu Iis memang benar-benar mendapatkan pria idamannya itu. Kakak sepupu perempuannya meninggal setelah usia pernikahannya kurang lebih mencapai 3,5 tahun. Kakak sepupu perempuannya itu mengalami sakit yang cukup parah. Kakanya itu meninggalkan seorang anak pria. “Ya istilahnya saya itu turun ranjang, nikah dengan duda kakak sepupu saya,” jelas Bu Iis.

Akhirnya Bu Iis menikahi pria idamannya yang dulu pernah menikahi kakak sepupunya. “Alhamdulillah, seperti yang saya bayangkan sebelumnya, suami saya itu orangnya baik dan perhatian. Ibadahnya juga rajin dan selalu membimbing saya dalam hal-hal yang positif. Namun sesekali dia juga tegas,” pungkas Bu Iis.

Ibadah apa pun memang seharusnya diniatkan karena Allah Swt. semata. Hal ini untuk menjaga keikhlasan kita dalam beribadah. Namun demikian, tidak ada salahnya kita juga memohon hal-hal yang bersifat duniawi. Hal ini dengan harapan bahwa hal duniawi tersebut dapat membawa kebaikan dan celengan untuk di akhirat nanti. Hal ini sebagaimana Ibu Iis yang berpuasa mutih untuk mendapatkan pria saleh idamannya (ihs)

Komentar

  • anonymous

    5 Maret 2018

    tata cara mutih

    bagaimana tata cara mutih seninkamis, ya? mohon penjelasannya. terima kasih


    Reply






















  • Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


    Back to Top