Rutin Santuni Anak Yatim, Wanita Ini Selamat Saat Ditodong Penjahat

gomuslim.co.id– Imam Muslim pernah mencatat riwayat sahabat Abdullah bin Umar yang pernah mendengar cerita Rasulullah Saw. mengenai amal saleh yang dilakukan seseorang itu dapat menjadi perantara dikabulnya sebuah doa. Suatu ketika ada tiga orang laki-laki sedang jalan-jalan. Namun tiba-tiba hujan turun hingga mereka berlindung ke dalam sebuah gua. Tanpa diduga, ada sebuah batu besar jatuh menutup mulut gua dan mengurung mereka.

Kemudian salah satu dari mereka berkata kepada temannya yang lain, “Coba kalian lngat-ingat, amal saleh apa yang pernah kalian lakukan. Memintalah kepada Allah agar kita diselamatkan dari tempat ini.” Masing-masing dari ketiganya pun mengingat amal saleh yang pernah dilakukannya sambil memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah.

Salah satu dari ketiga lelaki itu memohon kepada Allah dan sambil ingat bahwa dirinya itu benar-benar menghargai dan menghormati kedua orangtuanya yang sudah lanjut usia. Karena propesinya sebagai penggembala ternak, lelaki ini pun menafkahi kedua orangtua, istri dan anaknya pun dari hasil ternaknya itu.

“Saya tidak pernah memberikan perahan susu kepada anak dan istri saya sebelum kedua orangtua saya meminumnya terlebih dahulu, sekalipun anak saya yang masih kecil merengek meminta susu perahan tersebut,” gumam lelaki itu.

Lelaki yang kedua pun melakukan hal yang sama, memohon kepada Allah sambil mengingat amal saleh yang pernah diperbuatnya dengan ikhlas. Lelaki ini tertarik pada anak pamannya, sepupu. Suatu saat dirinya pernah berniat ingin berbuat mesum dan bersetubuh dengan sepupunya itu. Belum sempat berbuat, tiba-tiba sepupunya itu mengingatkan, “Takutlah kepada Allah, jangan kau lakukan itu sebelum kau menikahiku.”

Tibalah giliran lelaki yang ketiga. Lelaki yang ketiga ini pernah melakukan hal zalim pada anak buahnya yang biasa diperintah untuk mengurusi ternak. Suatu saat lelaki ini tidak memberikan upah sama sekali kepada anak buahnya itu. Karena merasa tidak dibayar, anak buahnya pun tidak ingin bekerja lagi bersamanya.

Sampai suatu ketika, anak buahnya itu menagih dan mengingatkan bosnya yang zalim itu. Karena lelaki ini ingat bahwa doa orang zalim itu mudah terkabul, lelaki ini pun memberikan upah yang dulu pernah tidak diberikan untuk anak buahnya itu. Tidak tanggung-tanggung, semua ekor sapi hasil ternaknya diberikan kepada anak buahnya yang pernah dizalimi itu. Akhirnya perlahan-lahan batu yang menutupi gua itu pun terbuka sedikit demi sedikit setelah ketiganya memohon kepada Allah Swt. dengan sungguh-sungguh.

Hal senada pun pernah dialami seorang wanita bernama Ramsiyah. Ibu yang kini menjadi pedagang teh pernah mengalami hal yang di luar dugaannya. Ibu berusia 65 tahun ini pernah mengalami kondisi yang mengerikan saat mudanya. Waktu itu, ibu Ramsiyah ditodong dua orang penjahat saat berangkat ke pasar. Saat itu ibu Ramsiyah ingin membeli perlengkapan masakan untuk mempersiapkan makanan hari lebaran.

Saat itu, ibu yang dilahirkan di Indramayu ini pergi ke pasar sebelum subuh. Maklum, menurutnya menjelang lebaran biasanya kalau sudah waktu subuh pasar lebih ramai dari hari biasanya. Ibu Ramsiyah menyewa becak untuk menuju pasar. Namun di tengah jalan, tiba-tiba ada dua orang laki-laki yang menodongnya. Secara spontan, ibu Ramsiyah ketakutan dan pasrah.

Walaupun dalam keadaan takut, ibu Ramsiyah tetap tenang dan ingat pesan kiainya saat menyampaikan pengajian di majlis taklim. Seingatnya, kiainya pernah menyampaikan bahwa amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas itu terkadang dapat menjadi wasilah memohon kepada Allah Swt. saat kita dalam kondisi terdesak.

Ibu Ramsiyah ini ingat bahwa dirinya rutin menyantuni anak yatim setiap bulan. Saat kedua penodong itu mengarahkan pisau ke mukanya, dan memaksanya mengeluarkan uang, Ibu Ramsiyah bertawasul atau meminta kepada Allah dengan perantara amal saleh yang biasa dilakukannya itu agar diselamatkan dari bahaya dan ancaman dua orang penodong itu.

Belum sempat mengambil harta milik Bu Ramsiyah, kedua penodong itu tiba-tiba pergi tanpa Bu Ramsiyah ketahui penyebabnya. “Waktu itu saya sambil menangis, memohon kepada Allah Swt. agar diselamatkan dari kedua penodong itu. Saya coba mengingat bahwa saya rutin berbagi kepada anak yatim di sekeliling rumah saya. Tiba-tiba saja dua penodong itu seperti ketakutan,” cerita Bu Ramsiyah mengenang. (ihs)

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top