Serial Kisah #HumorAlaSufi (8)

Ini Kecerdikan Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur Temukan Pencuri Dinar

gomuslim.co.id- Suatu ketika, Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur sedang duduk-duduk di salah satu kubah kota Al-Manshur, Irak. Tiba-tiba ia melihat seorang laki-laki yang tampak sedih sedang bolak-balik ke sana-kemari di sepanjang jalan. Lalu, ia mengirimkan utusan untuk menemuinya dan menanyakan kondisinya.

Orang tersebut lalu menceritakan bahwa suatu hari ia pergi berbisnis dan memperoleh keuntungan yang sangat besar. Setelah pulang ke rumah, ia menyerahkan semua hasil keuntungannya itu, berupa uang dinar kepada isterinya. Namun, beberapa hari kemudian, isterinya mengatakan kepadanya bahwa semua uang tersebut telah dicuri. Padahal setelah diperiksa, tidak ada satu pun bekas lobang atau sesuatu yang terbongkar di rumahnya.

“Sejak kapan kamu menikah dengannya?” Tanya al-Mansur.

“Setahun yang lalu,” jawab laki-laki itu.

“Saat kamu nikahi, ia masih perawan atau sudah janda?”

“Sudah janda,”

“Masih muda atau sudah tua?”

“Masih muda”

Tak berapa lama kemudian, Al-Manshur mengambil sebuah botol berisi parfum yang demikian semerbak aromanya.

“Berikan parfum ini ke isterimu, pasti akan hilang semua kegelisahanmu,”

Lalu orang itu mengambilnya dan membawanya pulang.

Setelah orang tersebut berlalu, Khalifah al-Mashur berkata kepada para pengawal pilihannya, “Duduklah kalian di dekat pintu-pintu masuk kota ini. Siapa saja yang melintasi kalian dan tercium dari tubuhnya semerbak aroma parfum tadi, maka bawalah ia kemari!”

Sesampainya di rumah, laki-laki itu segera menyerahkan parfum tersebut kepada sang isteri.

“Ini ada parfum bagus, hadiah dari Amirul Mukminin”

Tatkala menicumnya, si isteri sangat takjub akan semerbak aromanya. Tak berapa lama, si isteri pun membawa parfum tersebut kepada seorang laki-laki, kekasih gelapnya. Kepada orang inilah, ia menyerahkan semua uang dinar yang hilang itu.

“Pakailah parfum yang bagus ini!”

Dengan senang hati, kekasih gelapnya ini langsung memakainya dan pergi melintasi sebagian pintu kota. Akhirnya, dari tubuhnya tersebut terciumlah semerbak aroma parfum sang khalifah itu. Tanpa basa-basi, ia pun langsung diciduk oleh para pengawal istana dan dibawa menghadap Khalifah Al-Manshur.

“Dari mana kamu dapatkan parfum ini?” Tanya Khalifah

Orang itu tampak gugup dan terbata-bata dalam menjawab. Melihat gelagat seperti itu, Khalifah Al-Manshur langsung menyerahkannya kepada pengawal sembari memberikan perintah.

“Jika ia mau mengembalikan uang dinar yang dicurinya, maka ambillah. Jika ia tidak mau, maka cambuklah ia seribu kali!”

Tak lama kemudian, pakaiannya dilucuti sembari diancam akan dicambuk jika tidak mau mengaku. Akhirnya, ia mengaku dan berjanji akan mengembalikan uang dinar yang dicurinya itu. Kemudian, ia pun mengembalikan uang tersebut secara utuh, tidak kurang sepeser pun.

Setelah itu, laki-laki yang kehilangan uang itu dipanggil lagi untuk menghadap khalifah.

“Bagaimana pendapatmu jika aku berhasil mengembalikan semua uangmu yang hilang, apakah kamu setuju aku yang akan menjatuhkan hukuman kepada isterimu?” Tanya Khalifah Al-Manshur.

“Baiklah, wahai Amirul Mukminin”

“Ini semua uang dinarmu dan aku juga telah menceraikan isterimu itu darimu.” 

 

Sumber :

Nihayah az-Zalimin, Karya Ibrahim bin Abdullah al-Hazimiy Juz I Hal. 88-90


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top