#TausiyahUstadz

Esensi Kemenangan Hakiki dalam Hari Raya Idul Fitri

gomuslim.co.id-  Idul Fitri sering kita sebut sebagai hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan.

Lalu kemenangan atas apa?

Apa harus kita rayakan dengan suka cita?

Atau sebaliknya?

Benar, sebulan bersama Ramadhan kita dilatih oleh Allah untuk taat kepadaNya. Di Ramadhan kita tidak hanya menahan lapar dan haus dalam berpuasa. Kita pun dilatih untuk menahan amarah dan maksiat lainnya. Kita juga dilatih untuk dekat dengan Alquran dalam setiap detiknya. Kita juga dilatih untuk menghidupkan malam-malamnya dengan dzikir dan qiyamul lail. Betapa berat memang, tetapi itulah bulan perjuangan, bulan penuh ketaatan.

Kini, Ramadhan sudah meninggalkan kita. Dia telah pergi. Tak perlu disesali karena ia bagian dari ketentuan Rabbul Izzati. Meskipun dia akan kembali lagi, tetapi bukanlah Ramadhan yang sama, ia Ramadhan di tahun nanti yang belum tentu kita masih ada di dunia ini. Lalu kemenangan apa yang harus kita rayakan? Apakah kemenangan karena sudah selesai berpuasa? Lalu merdeka dari setiap makan dan minum di siang hari?

Para Sahabat Nabi yang mulia, jelang akhir Ramadhan mereka kian berdua, bersedih hati. Bukan karena tidak bergembira menyambut Idul Fitri, tetapi mereka berdua karena akan ditinggalkan oleh Ramadhan yang penuh kemuliaan, bulan yang diberkahi.

Lalu kemenangan apa yang harus kita renungkan di Idul Fitri ini?

Pertama, kemenangan sejati di Idul Fitri bukanlah karena terbebas dari makan dan minum selama berpuasa. Tetapi kemenangan sejati Ramadhan adalah ketika kita mendapatkan ampunan Allah yang Maha Tinggi. Terbebas dari azab Allah karena doa yang kita miliki.

Bukankah Jibril as pernah mendatangi Sang Nabi lalu berdoa, "Celakah bagi yang datang kepadanya bulan Ramadhan tetapi dosa-dosanya tidak terampuni." Lalu Sang Nabi pun mengucapkan, "Aamiin" (Semoga Allah mengabulkan). Subhanallah. Jibril berdoa dengan doa kecelakaan bagi siapa saja yang Allah beri nikmat bulan Ramadhan tetapi kehadiran dia di bulan Ramadhan itu tidak menjadikan dirinya diampunkannya dosa-dosanya.

Rasulullah Saw bersabda, ”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Artinya, salah satu kemenangan dari ibadah Ramadhan itu adalah ketika kita mendapatkan ampunan Allah atas segala dosa-dosa kita yang telah lalu. Semoga kita beroleh kemenangan ini. Ammin.

Kedua, kemenangan sejati di Idul Fitri bukan juga karena pakaian yang baru diberi juga makanan yang siap tersaji. Kemenangan sejati pasca Ramadhan adalah ketika diri makin dekat dengan Allah, takwa kita dapatkan di setiap hari. Sebagaimana yang Allah firmankan, "Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)

Maka kemenangan kedua pasca Ramadhan adalah ketika kita bisa membawa spirit takwa itu di 11 bulan berikutnya. Kita menjadi pribadi yang lebih bertakwa kepada Allah. Lebih takut hanya kepada Allah. Lebih ridha atas segala pemberian dari Allah. Lebih taat atas apa yang Allah turunkan. Lebih mempersiapkan diri untuk hari di mana kita akan digiring oleh Allah. Sebagaimana takwa yang disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib ra.

Lalu, sudahkah kita mendapatkan kedua kememangan ini? Wallahu'alam. Semua tergantung kualitas ibadah kita di Ramadhan kemarin. Maka semoga atas segala ketaatan yang kita lakukan di sepanjang Ramadhan, Allah terima. Dan semoga atas segala maksiatnya, Allah ampunkan.

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kullu aamiin wa antum bi khair. Semoga Allah menerima segala ibadah kita lalu Allah hadiahkan kemenangan hakiki itu. Aamiin.

 

Penulis:

Ustadz Asep Supriatna

MoveOn Training & Coaching

Pengasuh Majelis Cinta Quran

Instagram: @AsepFakhri

foto: antarafoto

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top