Inneke Koesherawati

Menjalani Kehidupan Lebih Bermakna

Berhijab dan berhijrah. Inneke Koesherawati menemukan jatidiri sebagai muslimah. Ada ketenangan jiwa yang luar biasa pasca berhijab. Langkah berhijrah ke kehidupan yang Islami cukup bermakna, ini pula yang menginspirasi bagi sebagian perempuan muslimah Nusantara.

 

Sebuah proses perubahan diri yang berujung manis. Inneke Koesherawati mampu  berhijrah, mengubah diri menjadi seorang muslimah sejati. Tidak lagi sebentar, tapi sudah 15 tahun tubuhnya terbalut hijab. Sempurna.

Padahal jika memutar jarum jam jauh ke belakang, betapa dulu Inne, sebutan akrabnya, kurang bisa menerima kalau melihat perempuan menutup auratnya dengan busana yang syar’i. Dalam persepsinya ketika itu, bahwa mengenakan hijab terkesan panas. Gerah. “Saya ngeliatnya berpakaian kok numpuk-numpuk. Saya sempat merasa jika harus mengenakan jilbab saya nggak akan betah. Lagi pula tampilannya sangat tidak menarik,” ujar perempuan cantik keturunan Jawa itu, di suatu kesempatan.

Nah, lantaran penasaran, anak kelima dari enam bersaudara yang lahir di Jakarta, 13 Desember 1975 itu memutuskan untuk mencoba memakai hijab. Ternyata, mengenakan hijab itu sangat nyaman dan hati menjadi tenang. Itulah yang pertama kali dirasakan saat berhijab. Ya, kali pertama mengenalan jilbab, modelnya masih standar sekali.

Dalam perjalanan waktu, Inneke tidak lagi asal-asalan memilih jilbab. Model standar juga telah disandarkan untuk berganti dengan model-model mutakhir. Makanya, perempuan penyandang gelar  “Juara Berbakat” versi Majalah Gadis itu selalu mengikuti perkembangan dunia fesyien muslim. Baginya, dunia fesyien perempuan muslimah di Indonesia berkembang luar biasa pesat. Desainer-desainer muda berbakat selalu muncul mengisi industri busana ini. Permintaan pasar pun semakin menguat dari tahun ke tahun.

Selain Sunatullah, berhijab kini menjadi sebuah pilihan yang jauh lebih bermakna dari sekadar sebuah kenyamanan berbusana bagi sebagian besar muslimah. “Karena berjilbab juga bisa tetap tampil cantik dan modis," ujar Inneke.

Setelah berhijab, Inneke lebih fokus mengurus suami dan anak-anak ketimbang  mengejar profesi duniawi. Makanya sejak tahun 2013 ia menyatakan mundur dari gerlap panggung seni peran. Kalau pun belakangan ada tawaran tampil kembali ke publik, ia sangat selekstif. Ia masih bersedia tampil sebagai bintang tamu acara talkshow atau peragaan busana.

 

Total Mendalami Agama

Perempuan cantik jebolan sekolah model OQ Modelling milik peragawati senior Okky Asokawati  ini ingin total mendalami Islam. Tahun 2002 ia berkesempatan menunaikan ibadah haji bersama sang ibunda. Ia merasakan banyak pengalaman spiritual terjadi di Tanah Suci.  

“Pertama kali naik haji, rasanya seperti di surga. Ketika sedang menunggu shalat maghrib, saya duduk di depan Kabah. Rasanya lapar, dalam hati saya bicara, sepertinya enak makan kurma, tiba-tiba dari belakang ada yang memberi kurma. Lalu saya menguji lagi, dalam hati saya mengucap ingin minum air. Subhanallah, saya kembali ditawari air putih oleh jamaah di sebelah saya. Saya sujud syukur sambil menangis, mengakui kebesaran Allah, bahwa Allah Maha Mendengar,” ujar Brand Ambassador Wardah Cosmetics ini.

Banyak hikmah yang ia petik sepanjang berada di Tanah Suci. Misalnya, suatu ketika masih masih menjalani prosesi ibadah haji, Inne dapat pengalaman yang tidak mengenakkan tapi kemudian dijadikan pelajaran penting.

“Ketika sedang shalat, saya dikelilingi jamaah dari negara lain yang postur tubuhnya besar. Saya tengok sekitar masih ada tempat lain yang kosong, tapi kenapa mereka mengelilingi saya? Sehingga untuk bersujud pun tempatnya jadi sempit,” paparnya.  

Ada lagi kisah Inne sewaktu berada di toilet. “Karena toiletnya agak bau, saya selalu bawa parfum untuk semprot toilet. Hari pertama aman-aman saja. Ketika hari keempat, baru saja saya mau semprot toilet seperti biasa, tiba-tiba parfum saya jatuh mental dengan sendirinya. Mental jauh sekali,” paparnya.

Padahal, lanjut Inne, sang ibu sudah menasehati agar ia menerima apapun kondisi yang ada. Hanya saja dirinya masih saja membandel. “Akhirnya setelah kejadian parfum mental itu saya menyadari, bahwa ketika beribadah, kita harus berserah diri sepenuhnya kepada Allah,” katanya.

Perubahan demi perubahan menuju hidup positif  bagi perempuan yang terpilih sebagai Pembawa Acara Terpuji versi Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2005 ini ternyata  mendapat apresiasi yang baik dan menginspirasi sebagian perempuan di Tanah Air.

Bagaimana Inne menggambarkan tentang perubahan pada dirinya? “Saya nyaman dengan hidup saya yang sekarang dan saya menemukan ketenangan yang luar biasa setelah berhijab,” ujar istri Fahmi Darmawansyah ini.

(dns)

 

 

 


Back to Top