Derry Sulaiman

Gelisah Berkepanjangan, Rocker Ini Dapat Hidayah Saat Masuk Masjid

“Alihkanlah cinta kepada kampung akhirat tempat kehidupan yang abadi selama-lamanya. Kaya selama-lamanya dan tidak akan miskin-miskin lagi, jadi raja selama-lamanya yang tidak pernah di ganggu oleh demonstran. Cantik selama-lamanya yang tidak akan tua-tua lagi bahkan hidup di sana selama-lamanya.”

Jakarta, (gomuslim). Kumpulan kata-kata yang terangkai dalam kalimat di atas merupakan penggalan bait puisi dari seorang mantan rocker. Bukan tanpa sebab puisi itu ditulis, bukan pula tanpa makna untaikan kalimatnya terangkai. Isi puisi ini adalah gubahan hati atas perjalanan spiritual seorang rocker yang telah melewati tahap hingar bingar kehidupan.

Pria berjenggot ini, kerap mengenakan sorban di kepala dan bergamis, bahkan beberapa waktu lalu sering terlihat di TV Nasional sedang menjadi 'host' acara Ngopi alias ngobrolin perkara iman. Dahulu gaya berpakaiannya tidak seperti ini, ia merupakan seorang pemusik band beraliran underground yang suka dengan kebebasan ekspresi dengan rambutnya yang gondrong dan bertato. Lantas bagaimanakah, pribadi rocker ini berubah menjadi pribadi yang religius dan suka berdakwa? Berikut ulasan kisah Derry Sulaiman yang bertobat dari masa kelam yang pernah dilewatinya.

Derry merupakan gitaris band metal Betrayer, dari Jakarta ia memutuskan pindah ke Bali karena menurutnya, di Bali merupakan tempat untuk mengepakkan sayap untuk mengembangkan aliran musik undergroundnya. Sedangkan di Jakarta, banyak hal yang membatasi ruang geraknya. “Saya niatnya mau bikin band yang lebih dahsyat lagi, yang lebih gila. Karena di Jakarta kan nggak sebebas Bali. Saya pengen jadi ‘orang gila’, pengen hidup bebas, jauh dari aturan-aturan. Namanya underground itu kan pemberontakan jiwanya,” ceritanya.

khjj

Sesampainya di  Bali pada 1998 ia bertemu Irfan Sembiring yang merupakan seniornya dalam aliran music metal pendiri ban trash metal, Rotor. Ketika itu ia baru saja menyelesaikan satu album dari group bandnya, Born by Mistake. Ia pun menceritakan perihal album barunya itu kepada sang senior, Irfan. Anehnya Irfan memberi komentar bukan mengenai musik, justru mengingatkannya pada akhirat dan bertaubat.

Mendengar komentar dari seniornya, pria kelahiran Saniangbaka, Sumatera Barat, 1 Agustus 1978 heran dan bingung. Mengapa komentar seniornya yang justru penyuka musik cadas lebih mengarahkannya kepada akhirat tanpa sedikitpun menyinggung soal musik. “Dia (Irfan) suruh saya ke masjid. Katanya, dunia ini nggak lama, hanya sementara. Jangan gaul sama ahli dunia terus. Saya jadi nggak nyambung. Kenapa Bang Irfan yang saya tahu dulu orangnya metal, brutal, tiba-tiba berubah ngomong agama. Ini ada apa?” kisahnya.

Meskipun awalnya Derry tak menggubris ucapan Irfan, namun siapa sangka ucapan yang dilontarkan pada Derry itu, merupakan salah satu perantara (washilah) taubatnya sang gitaris. Pria kelahiran 1 Agustus 1978 ini, risau mencari arah tujuan hidup, sesekali lontaran irfan terngiang dalam ingatannya, ia pun makin heran dengan kejadian ini.  

Tanpa disadari, ternyata Irfan yang merupakan senior Derry telah berdakwah mengajaknya menuju jalan Allah, barangkali inilah hidayah Allah yang tidak bisa diterka oleh manusia kapan dan terhadap siapa hidayah itu diberikan. Dahulu Derry tidak akrab dengan masjid, namun usai bertemu dengan Irfan, banyak pihak yang mengajaknya untuk ke mesjid sampai akhirnya ia mau melakukan iktikaf selama 3 hari di mesjid.  “Saya masih metal waktu itu, rambut masih dreadlock. Saya tanya sama pengurusnya, boleh nggak anak metal ke masjid? Waktu itu dijawab, anak metal ke masjid itu ya hebat bro, yang aneh itu nggak metal, terus nggak ke masjid,” kata Derry.

Dari iktikaf selama 3 hari inilah, hatinya makin teguh untuk melangkah ke jalan yang diridai Allah.  “Saya ikut itikaf 3 hari, saya liat orang-orang saleh di masjid, salat 5 waktu berjamaah. Otomatis mata, telinga, lisan, pikiran terjaga dari maksiat. Maka selama 3 hari itu saya seperti dimandikan oleh nur (cahaya),” ungkapnya.

Padahal pria ini adalah penyuka kehidupan yang bebas aturan,  selain itu juga ia menyukai kehidupan dunia malam,“Allahu Akbar! Saya mendapat hidayah dari Allah. Saya sudah merasakan gelapnya maksiat, gelapnya dunia hiburan. Makanya saya sangat menghargai cahaya yang datang itu,” katanya.

fdsghdf

Sungguh tak dapat disangka, Derry mengalami perjalanan spiritualnya ketika di Bali, tempat di mana kebebasan berjalanan secara wajar meskipun ada hal yang melanggar norma-norma Islam. Langkah taubat yang diambilnya, merupakan keteguhan hati untuk mengambil dakwah sebagai sebuah aktifitas. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menuntut ilmu agama ke India, Pakistan dan Bangladesh. Setelah itu ia aktif berdakwah di Bali yang mayoritas dihuni oleh umat Hindu.

Dalam berdakwah, tak jarang pula Derry menerima sikap acuh tak acuh dari orang lain, meskipun demikian tekadnya tak surut untuk terus melakukan niat yang mulia itu. Sasaran dakwah yang diambil Derry, justru merupakan objek yang kontras dengan dunia keagamaan bahkan ia pernah masuk ke dalam sebuah diskotek untuk melakukan aktifitas dakwahnya. "Dakwah ini kan bukan hanya di masjid saja. Kalau dakwah di masjid saja sih, gampang,”
ungkapnya.

Perlakuan yang tidak menyenangkan kerap diterima Derry dalam berdakwah di tengah masyarakat. Namun hal itu tidak menghentikan langkahnya, justru semangatnya terus tumbuh dalam berdakwah.  "Rasullullah SAW itu manusia terindah wajahnya, termulia akhlaknya. Keringatnya bau kasturi. Tapi itu saja dilempar batu ketika dakwah. Gimana kita?" ujarnya.

Bagi Derry beratnya ujian dalam berdakwah merupakan ujian iman yang harus dijalani sebagai bentuk ketaatan pada Allah, "Semakin tantangan itu berat, semakin besar iman yang masuk. Saya semakin merasa memiliki agama. Semakin banyak orang yang menentang nggak suka, semakin saya yakin ini benar," pungkas Derry.


Walaupun Derry telah lama meninggalkan group bandnya, namun jiwa bermusiknya masih belum padam. Bersama rekan-rekannya seperti, Sunu Matta Band dan Ray Nineball ia membentuk sebuah group vokal bernama Madina. Group ini, kerap menyampaikan nilai-nilai Islam lewat lantunan lagu. Mengenai lagu yang dibawakan oleh Madina,  tak terlepas dari lirik yang ditulis oleh Derry, terkadang lirik itu berasal dari puisinya sendiri.

Selain bermusik, mantan anak band metal ini, tak canggung untuk berdakwah kepada para musisi-musisi metal tanpa menghiraukan apakah kalimatnya didengar atau diabaikan bahkan sampai saat ini hal itu terus dikerjakannya. Soal hidayah itu prerogatif Allah, sedangkan kewajiban sesama orang beriman adalah saling mengajak pada kebaikan. Mengajak saja akan menjadi asbab turunnya hidayah, oleh karena dalam setiap kesempatan dan kepada siapa pun, Derry senantiasa melanjutkan risalah Nabi, untuk mengajak kepada iman dan amal shaleh.  (fh)


Back to Top