Dhini Aminarti Tuai Keberkahan Setelah Berhijrah

gomuslim.co.id- Proses hidayah setiap seorang muslimah berbeda-beda. Masing-masing pribadi mempunyai kisah unik dan menarik dalam perjalanan hijrahnya dalam berhijab. Seperti yang dialami artis yang satu ini, Dhini Aminarti. Namanya kian menjadi sorotan publik saat dirinya memutuskan untuk berhijab pada 22 Februari 2016 lalu.

Isteri dari Dimas Seto ini mengaku mengalami pergulatan hebat sebelum mantap mengenakan hijab. Awalnya, ia membaca sebuah artikel yang dikirimkan oleh salah satu temannya. Saat membaca artikel tersebut, ia merasa merinding dan sampai meneteskan air mata karena merasa menunda-nunda kebaikan yang sudah lama diniatkan.  

“Sebenernya keinginan aku berhijab itu sudah lama banget. Sampe pada akhirnya aku baca artikel di sosmed teman aku, judulnya bikin aku penasaran ‘Kisah wanita taat beribadah tapi tidak bisa masuk syurga karena menyepelekan hal ini’. Aku penasaran banget, aku baca dan aku nangis baca artikel itu karna aku banget,” ujar Dhini.

Wanita kelahiran Jakarta, 29 Mei 1983 ini mengatakan, ketika ditanya sama keluarga tentang berhijab, jawabannya selalu nanti. “Saat itu aku bilang nanti aja-nanti aja. Aku selalu bilang, yang penting hatinya dulu yang dihijabin. Tapi setelah baca artikel itu, aku kepikiran selama seminggu. Akhirnya, aku berhijab tepat di ulang tahun papa aku pada tanggal 22 Januari,” papar Dhini.

“Aku habis baca artikel itu sempat nangis. Aku shalat, aku pikir kejadian itu terbawa emosi saat itu aja. Ternyata aku rasain sampai tadi. Makanya aku berdoa, ya Allah kalau memang jalanya, berikan kemudahan dan kemantapan hati,” sambung Dhini.

Dhini menjelaskan, yang membuat dirinya mantap hat untuk berhijab, lantaran dirinya teringat akan almarhum ayahnya, Machfud Bambang Soepeno. Menurut Dhini, jika wanita yang belum menikah tanggungan dosanya dilimpahkan ke ayah. Oleh karenanya, Dhini pun memutuskan untuk mengenakan hijab.

Keputusan ini pun mendapat dukungan penuh dari keluarga Dhini. Ibunya bahkan berpesan supaya istiqomah dalam berhijab. “Beberapa bulan sempat cerita ke mama, dan mama sepenuhnya mendukung. Mama sempat berpesan kalau memang niat berhijab jangan setengah-setengah. Harus istiqomah supaya dapat mengurangi beban ayah,” katanya.

Dukungan pun hadir dari sang suami, Dimas Seto. Dhini mengaku kalau Dimas memang ingin punya isteri yang berhijab. Dimas juga kerap memuji kecantikan Dhini saat ia menghadiri pengajian atau acara tertentu dengan busana hijab yang menutup aurat. Menurut Dimas, Dhini

semakin cantik dengan inner beauty yang semakin terpancar karena memakai pakaian muslimah tersebut.

“Dhini dari dulu lebih cantik pakai hijab, saya selalu bilang itu. Tapi itu butuh proses. Karena ini adalah tanggung jawab muslimah kepada Allah, bukan pada suaminya. Semoga bisa mempermudah jalan suami masuk surga, karena mengarahkan istri ke jalan yang baik,” tutur Dimas.

Sejak mengenakan berhijab, Dhini merasa lebih tenang dalam menjalani hidup. Dia tidak pernah takut karena keputusannya itu, rejekinya jadi berkurang. Bukannya berkurang, Dhini mengaku mendapat keberkahan setelah dirinya berhijab. Tak lama setelah berhijab, Dhini diminta menjadi ambassador salah satu merk baju muslim, Zoya.

“Aku niat untuk pakai hijab dan aku ga pernah takut sama rejeki, karena prinsip aku rejeki, maut, jodoh udah diatur Allah SWT, jadi sama sekali ga takut. Dan ternyata alhamdulillah aku berhijab malah rejeki bertambah, semoga aku bisa istiqomah,” ujar Dhini.

Beberapa tahun ini Dhini lebih giat mendalami Islam. Bahkan, bersama sang suami, mereka berdua sering terlihat hadir di beberapa kegiatan pengajian atau kajian Islam di masjid-masjid. Bahkan, Dhini dan Dimas juga bergabung dengan komunitas One day One Juz (ODOJ), sebuah komunitas yang mencanangkan kegiatan tilawah Alquran setiap hari satu juz.

Berbisnis Busana Muslim

Dhini juga sudah mulai terjun ke dunia bisnis fashion. Kemeja, baju koko, dan juga celana pria menjadi produk andalan dari brand bernama Larva besutannya ini. Larva sendiri adalah sebuah filosofi dari larva (ulat). Dhini berharap bisnisnya bisa berjalan maju “pelan tapi pasti”. Melalui brand ini, mereka ingin lebih mengenalkan produk asli buatan Indonesia yang lebih khusus kepada fashion baju muslim yang sudah memiliki dua outlet di Bintaro dan Kalibata, serta bisa dibeli secara online di www.larvawear.com. (njs/dbs)


Back to Top