Ingat Akhirat Saat Rave Party, Begini Kisah Hijrah Dimas Wibisono Hingga Bangun Komunitas Dakwah Terang Jakarta

gomuslim.co.id- Hijrah bukan semata-mata berubah, namun lebih dari itu, hijrah adalah sebuah proses dan bicara soal istiqomah dan adab. Itulah yang dirasakan oleh pemuda yang berhijrah karena merasa bahwa dirinya kurang bekal untuk di akhirat kelak. 

Berawal dari pemuda biasa yang menyukai gaya hidup pada umumnya, nongkrong, pulang pagi dan melakukan keseharian yang sama. Dialah Dimas Wibisono pendiri Komunitas Terang Jakarta merasakan kejenuhan akan kehidupan yang dialaminya dan merasa takut dengan persiapan di akhirat kelak yang membawanya mengingat pada kematian.

Berhijrah Karena Allah

Kepada gomuslim, Dimas menceritakan kisah perjalanan hijrahnya yang berawal di akhir bulan Desember 2015. “Saat itu saya memutuskan berhijrah saat lagi di rave party, saya merasa ada yang kurang dalam diri saya, kemudian saya mencari kekurangan itu dan ternyata saya kurang dekat dengan Islam, dari situ saya memperbaiki diri, dan memperdalam Islam sampai sekarang,” tutur Dimas.

Keputusannya berhijrah tentu bukan perkara mudah. “Beberapa teman Alhamdulillah ada yang menjaduh dan Alhamdulillah Allah dekatkan saya dengan teman-teman yang sevisi agar tetap Istiqomah,” pungkas Dimas.

Berhijrah bukan berarti meninggalkan segalanya, itulah prinsip yang Dimas pegang. Walau kini ia tak lagi ‘kelayapan’ sampai pagi yang dulu sering dilakukannya, namun saat ini ia masih bergaul dengan teman-teman dan justru kian gencar mengajak mereka untuk berhijrah namun dengan cara dakwah yang berbeda.

Terang Jakarta dan Hijrah Anak Muda

Dalam perjalanan menuju istiqomah dalam berhijrah, pria kelahiran Surabaya ini menginisiasi sebuah komunitas yang dapat menjadi wadah anak muda dalam berhijrah namun dikemas secara ringan tanpa menggurui. “Anak muda ngak suka kalo ada kesan menggurui dalam hal agama, mereka lebih suka diceritakan kisah-kisah yang mengugah, saya juga terpanggil karena kisah Umar Bin Khatab tentang bagaimana proses beliau memeluk Islam,” kata dia.

Dimas mengenang, pada awal tercetus komunitas terang jakarta adalah ide dari seorang sahabatnya yang bernama Hendra Bayu, di mana keduanya ingin belajar Islam namun masih enggan ke masjid. “Nah, solusinya kami memutuskan membentuk kajian di mall dengan konsep sharing session, kemudian kami sebar eflyer dan mengundang tema-teman dan Alhamdulillah awalnya yang datang berjumlah tujuh orang,” kenang Dimas.

Menyikapi banyaknya anak muda yang kini berhijrah, Dimas menyikapinya dengan positif. Ia menilai adanya gerakan ini dapat membuat anak muda menjadi generasi Islami yang lebih baik. “Alhamdulillah sekarang banyak komunitas Islam yang membuat anak muda jadi pengen hijrah, kajian juga banyak dicari dan ghirah akan semakin kuat kalau dilakukan bersama-sama,” tandasnya.

Dengan adanya antusiasme yang positif dari pemuda dalam berhijrah, Dimas berharap agar anak muda memperhatikan proses hijrahnya. “Proses berhijrah adalah hal yang harus diperhatikan betul-betul agar kita tetap istiqomah dalam menjalankannya,” ujar Dimas di akhir wawancara. (nat)

Baca juga:

Terangi Jalan Hijrah Anak Muda Bersama Komunitas Terang Jakarta


Back to Top