Ini Makna Hijrah Bagi Bjah Mantan Vokalis The Fly

gomuslim.co.id- Setiap orang baik punya masa lalu, dan setiap pendosa punya masa depan. Manusia tidak dapat mengubah sesuatu yang pernah dilakukannya di masa lampau. Tetapi seseorang dapat memperbaiki dirinya di masa yang akan datang. Karena siapa pun selalu punya kesempatan kedua selama ada niat dan kemauan yang kuat.

Dalam Islam, seseorang yang memilih berubah dari yang buruk menjadi lebih baik disebut hijrah. Proses inilah yang kini telah dan sedang dilalui oleh Muhammad Hamzah alias Bjah. Mantan vokalis The Fly ini memilih jalan hijrah sebagai jalan untuk memperbaiki kualitas hidupnya sebagai seorang muslim.

Bagi Bjah, hijrah adalah sebuah proses. Ia mengaku tidak mendapatkan hidayah hijrah ini secara instan. Tetapi ia telah melewati banyak hal dan tantangan. "Saya melewati proses hijrah ini lama, gak langsung. Bahkan, sampai belasan tahun mungkin. Saya Islam karena bapak saya Islam, bapak saya Islam karena orangtuanya Islam, dan terus begitu,” ujarnya seperti dalam keterangan yang diterima gomuslim.

Lebih lanjut, pria yang sering tersandung kasus ini pada awal masa hijrahnya gagal. Ia merasa tidak ikhlas ketika ibadah. Keinginannya selalu ingin langsung dipenuhi dan dikabul oleh Allah SWT. Padahal sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati. “Dulu saya maunya yang instan, saya mau begitu saya salat, saya doa diijabah sama Allah” kata pria kelahiran 8 April 1975 ini.

Bjah yang pernah beberapa kali keluar masuk rehabilitasi dan penjara ini pun bercerita tentang masa suramnya. Sejak dirinya memutuskan hengkang dari The Fly pada tahun 2005, ia telah banyak menghadapi beragam masalah. "Apa yang Allah perintah saya langgar. Seolah saya menentang aja, apa yang dia minta jauhi saya dekati. Teguran demi teguran terus," katanya.

Pria yang kini bekerja sebagai GM Sales dan Marketing di PT Tri Megah Selaras Indonesia bercerita, hatinya tertegun sekaligus tersentak ketika menaiki taksi online. Di dalam taksi tersebut kebetulan sang sopir sedang mendengarkan kajian seorang ustadz. Isinya tentang kisah Hasan Basri yang selalu menganjurkan untuk bertaubat kepada siapa pun yang bertanya dan meminta solusi kepadanya.

"Dalam penjelasan di kajian itu, ada kata-kata begini “Rasulullah bersabda, 'Dosamu jadi penghalang doamu'”. Dari sana saya merasa ditampar. Selama 12 tahun ke belakang saya selalu sial, gagal, ditipu orang. Saya mendapat jawaban ternyata kegagalan dan kesialan itu karena kerjaan maksiat terus. Jauh dari Allah," kisahnya.

Sejak kejadian itu, Bjah mulai berpikir untuk menata hidupnya kembali. Ia mulai sadar dan berniat untuk berubah. Niatan itu pun ia praktikan dengan rutin mengikuti kajian, belajar ilmu agama Islam kepada para ulama. Salah satunya ustadz Khalid Bassalamah. Selain itu dia juga diajak hijrah oleh seorang sahabat, yang dulu tergabung di grup band The Fly.

"Mereka mendapatkan gelar S3 madinah, Mekkah. Saya juga dapat bantuan dari sahabat, pemain keyboard The Fly. Katanya, 'tobatlah Jah, tobat'. Siapa lagi yang bisa nolong. Saya pun mencoba mengerjakan nasehat-nasehatnya. Saya nuntut ilmunya Dari guru-guru saya, ust Khalid Basalamah," tutur B'Jah.

Setelah memutuskan hijrah, B'Jah mencoba menjalani hidup lebih baik dari pada sebelumnya. Dia rutin menjalani ibadah yang wajib maupun sunah. Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, B'Jah hidupnya jadi lebih baik dari sebelumnya. Dzikir, istighfar, puasa sampai shalat malam (tahajud) ia rutinkan. "Semua saya kerjain supaya Allah menerima tobat saya," katanya.

Makna Hijrah bagi B’jah

Bagi pria berdarah minangkabau ini, hijrah sejatinya adalah berubah dari yang bathil (salah) kepada yang haq (benar). Hijrah dari yang sesat kepada kebenaran. “Tapi bukan berarti merasa yang paling benar. Karena kebenaran hanya milik Allah SWT melalui Rasul-Nya Muhammad SAW,” kata B’jah.

Menurutnya, makna hijrah sesungguhnya adalah hijrah tradisi nenek moyang menuju kemurnian Akidah Islam yang lurus. Hanya berpegang teguh kepada Alquran dan Sunnah dengan mengikuti pemahaman salafusshalih.

“Insya Allah saya ingin istiqomah. Ingin hidup tenang, mati khusnul khotimah dan diizinkan masuk firdaus (syurga tertinggi) syurganya para nabi dan para syuhada. Surganya mereka yang menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Ingin menghidupkan sunnah, karena sunnahlah yang mendatangkan cinta Allah SWT,” paparnya.

"Saya baca di Alquran  ‘wahai hamba-hambaku yang beriman berserahlah kau kepadaku dengan seutuhnya’. Artinya Islamlah kau dengan kafah. Samina watona kami dengar dan kami patuh kepada Allah dan Rasulnya. Barang siapa yang berhijrah dijalan-Ku maka ketahui bumi ini luas untuk mencari nafkah. Udah itu yang jadi pegangan," tegas Bjah.

Pasca Hijrah

Pasca hijrah, Bjah malah dapat banyak tawaran untuk balik ke dunia hiburan. Namun pria berusia 42 tahun itu telah memantapkan hatinya untuk istiqomah dan ingin fokus untuk membenahi kehidupan, di mana salah satu caranya adalah menjauhi godaan dunia hiburan.

"Justru hijrah itu cobaan. Tawaran tour, film, masya Allah. Banyak. Tapi Nggak mau. Apapun. Nggak bisa. Nggak mau. Kemaren tour berapa kota tuh, belum lagi reunian. Kan banyak banget orang kepengen kita balikan sama The Fly," ungkapnya.

Seperti diketahui, selain Bjah, banyak juga musisi lain yang juga memutuskan untuk hijrah. Meskipun begitu, pria berdarah Minangkabau itu tidak begitu tertarik untuk melakukan konsultasi dengan mereka, karena menurutnya tiap orang punya cara pandang yang berbeda-beda.

"(Lihat musisi lain hijrah) Alhamdulillah. Hidayah itu mahal. Nggak semua orang dikasih hidayah. Saya nggak mau konsultasi (sama musisi hijrah). Temen-temen musisi yang ngaku hijrah, ngajak saya waktu itu, untuk bikin buku atau apalah. Cuma saya nggak bisa," pungkasnya. (njs/bjah/dbs)


Back to Top