Begini Kisah Hijrah Drummer Jeane Phialsa yang Kini Mantap Berhijab

gomuslim.co.id- Kiprah perempuan di dunia musik sudah tidak asing lagi, namun jika perempuan berhijab yang menabuh drum, rasanya jarang dan tidak biasa. Salah satunya, ada nama Jeane Phialsa yang dikenal sebagai drummer muda berbakat.

Perempuan kelahiran 4 Juni 1993 ini sudah melanglang buana di panggung musik nasional dan internasional. Perempuan yang akrab disapa Alsa pernah bergabung di beberapa grup band, seperti D.o.t, Setia Band, Erwin Gutawa Orchestra, Fusion Stuff, Star Light dan beberapa band yang beraliran jazz.

Menjadi Drummer Termuda

Keterampilannya bermain drum dimulai sejak usia 8 tahun. Mulai saat itu, ia berhasil meraih Penghargaan Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai Drummer Wanita Profesional Termuda 2004 dan Pemain Drum Paling Ngetop SCTV Music Awards 2013.

“Dari beberapa alat musik yang pernah aku coba, enggak tau kenapa aku lebih suka drum. Dan saat itu pemain drum perempuan memang jarang banget, tapi kalo sekarang sih udah banyak,” ujar perempuan yang sudah memiliki album solo yang berjudul The Moment With You.

Meski mencintai dunia musik dan sudah menemukan passionnya di dunia drum, namun ia bercita-cita menjadi ahli hal kekayaan intelektual.

“Aku emang suka banget sama drum, tapi untuk sekolah formal aku nggak pilih musik atau mendalami drum. Kuliah di fakultas hukum yang beda banget sama passion aku,” kata dia.

Dirinya mengaku salah satu cara agar bisa tetap eksis bermain musik adalah dengan mengenyam pendidikan formal. Karena itu ia tetap kuliah formal di salah satu universitas di Jakarta.

Berhijab Karena Pesan Alquran

Meski dikenal sebagai drummer perempuan, Alsa tetap percaya diri. Namun ada yang berbeda sejak awal tahun 2018, ia memutuskan untuk berhijab.

Saat ditemui gomuslim di acara talkshow film pendek Quran Indonesia Project, Jumat (20/04/2018), Alsa bercerita mengenai kisah hijrahnya yang berawal dari pengalamannya membaca terjemahan Alquran. Alsa kecil mulai mengaji sejak usia 4 tahun oleh ustadzah di komplek tempat tinggalnya.

“Dulu aku ngaji sama temen-temen sama ustadzah di rumah, pada saat itu aku inget bu ustadzah cerita tentang hari kiamat, aku langsung ajak mamaku untuk pergi karena kiamat akan terjadi besok. Tapi kata mama enggak dek, kiamat enggak dateng besok tapi akan terjadi,” kenang Alsa.

Sejak saat itu ia berusaha untuk menajdi anak yang baik, patuh dengan orang tua dan menjadi taat pula kepada perintah dan larangan Allah.

“Mulai saat itu aku jadi inget lagi janji aku untuk taat sama Allah, dan salah satu bukti taatku adalah mengenakan hijab,” ujar perempuan yang terlibat dalam film pendek Quran Indonesia Project.

Menjadi Bagian dari Quran Indonesia Project

Dalam film pendek yang digarap oleh Quran Indonesia Project, ia juga menceritakan tentang kisah cintanya yang terbilang cukup mengharukan. Saat itu ia mendapat ujian besar ketika sang pacar meninggal dunia dalam keadaan mendadak akibat serangan jantung.

“Saat itu aku bener-bener kehilangan sosok yang berpengaruh dalam hidup aku. Tapi di sisi lain kita juga tidak mempercayai hal yang sama yaitu agama,” kata dia.

Sejak saat itu, ia mulai mendekatkan diri kepada Allah, mempelajari isi kandungan Alquran dan berusaha agar menjadi pribadi yang lebih baik.

“Sekarang cita-cita aku enggak muluk-muluk, selain mau jadi ahli Hak Kekayaan Intelektual aku ingin memperdalam agama dan belajar ngaji lagi. Syukur-syukur bisa jadi hafidz supaya doa-doa ku bisa langsung diijaba oleh Allah SWT,” ujar Alsa.

Tips Pede Jadi Drummer Berhijab

Kini, penampilan barunya sudah berbeda, dirinya mengaku sangat nyaman dan percaya diri ketika mengenakan hijab saat tampil bermain drum.

“Sekarang hijab udah dikenakan banyak orang, dan aku enggak takut lagi dikucilkan orang karena penampilanku yang berbeda. Hiajb melindungiku saat aku di panggung,” tuturnya. 

Alsa berpesan kepada drummer perempuan yang berhijab agar selalu tampil percaya diri akan penampilan.

“Supaya tetep pede aku selalu pakai pakaian yang buat aku nyaman, dan enggak ketat. Selain penampilan, kita juga harus pede dengan potensi diri. Walaupun secara visual kita memang berbeda dengan musisi yang lain, tapi yakin aja kalo drummer perempuan itu bisa lebih baik dari drummer laki-laki,” pungkas Alsa. (nat/foto:instagram @jeanephialsa)

 


Back to Top