Inside Kakbah: Fakta Tentang Bangunan Paling Istimewa di Muka Bumi

Kakbah dinamakan juga Bayt al `Atiq (بيت العتيق) atau rumah tua disebut dalam kitab-kitab suci dan kisah para Nabi. Dalam Al-Qur'an, surah 14:37 tersirat bahwa situs suci Kakbah telah ada sebelum Nabi Ibrahim menempatkan Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut, kemudian keduanya diperintah untuk meninggikan bangunan Kakbah. Ini memang hanya sebuah titik kecil di permukaan bumi, namun keberadaannya atas perintah Allah, lokasinya dipilih Allah, ditandai oleh Malaikat, dibangun para Nabi hingga para pejabat. Kakbah dihadirkan sebagai kiblat sejak manusia pertama menjejakkan kaki di bumi hingga hari ini. Tidak perlu ditanyakan keistimewaannya, tetapi sudahkah kita mengenali bangunan paling disucikan sepanjang perjalanan umat manusia itu?

Kakbah yang kita kenal hari ini, berdasarkan riwayat, pada mulanya hanya ditandai sebongkah batu. Kini, bangunan Kakbah mempunyai tingginya sekitar 15 meter, panjang sisi sebelah utara 9.92 meter, sisi sebelah barat 12.15 meter, sisi sebelah selatan 25.10 meter, dan sisi sebelah timur 11.88 meter.

Dinding Kakbah bagian luar-bawah ditopang lapisan miring berbahan batu marmer mengitari Kakbah yang disebut Syadzarwan. Tinggi Syadzarwan di bagian utara Kakbah mencapai 50 cm dengan lebar 39 cm, di bagian barat mencapai 27 cm dengan lebar 80 cm, di bagian selatan mencapai 24 cm dengan lebar 87 cm, sedangkan di bagian timur mencapai 22 cm dengan lebar 66 cm. Disebutkan, bahwa Syadzarwan adalah bangunan tambahan atau luar Kakbah yang dikerjakan oleh kaum Quraisy.

Pintu Kakbah ada di sisi sebelah timur dengan tinggi sekitar 2 meter dari tanah dan bertuliskan ayat-ayat Alquran. Pada masa pemerintahan Khalid ibn ‘Abd Al Aziz, untuk pertama kalinya pintu ini dibuat dari bahan emas. Sebelumnya, yaitu semenjak kekhalifahan Sultan Sulaiman Al Qanuni (959 H/ memerintah dari tahun 1520 hingga 1566), pintu Kakbah dibuat dari lempengan perak berlapiskan emas, terutama daun pintu dan gemboknya.

   

Sejarah Kakbah mengalami banyak perubahan dari masa ke masa sebelum Nabi Muhammad SAW membuka kota Mekkah. Rumah ibadah agama monotheisme (bertauhid) ajaran Nabi Ibrahim ini pernah berubah menjadi kuil pemujaan yang di dalamnya diletakkan sekitar 360 berhala/patung dianggap perwujudan tuhan-tuhan politheisme bangsa Arab jahilliyah.  Kakbah akhirnya dibersihkan dari patung-patung ketika Nabi Muhammad membebaskan kota Mekkah dalam damai dan dikembalikan sebagai rumah ibadah agama Tauhid (Islam).

Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Syaibah sebagai pemegang kunci kakbah dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekkah dan Madinah. Amanah untuk Bani Syaibah tersebut sesuai sabda Nabi Muhammad, berlaku sampai hari kiamat.

 Bagian-Bagian Luar Kakbah

Berikut ini penjelasan ringkas bagian-bagian Kakbah al-Musyarrafah berdasarkan gambar/ilustrasi:

1. The Black Stone; HAJAR ASWAD:  adalah batu kecil-kecil berwarna hitam kemerah-merahan, terletak di sudut selatan, sebelah kiri pintu Kakbah. Ketinggiannya 1,10 m dari permukaan tanah,  ditata dalam bingkai perak kemudian ditanam pada dinding Kakbah. Butiran Hajar Aswad tepat berada di tengah bingkai. Dahulu, Hajar Aswad berupa satu batu berdiameter ± 30 cm. Akibat berbagai peristiwa yang menimpanya selama ini, sekarang Hajar Aswad tersisa delapan butir batu sekecil kurma. Butiran inilah yang disentuh dan dicium oleh jamaah haji. Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Hajar Aswad turun dari surga dalam keadaan lebih putih daripada susu. Lalu, dosa-dosa Bani Adam lah yang membuatnya hitam.”

 2. Door of the Kaaba; PINTU KAKBAH: Terdiri dari dua daun pintu.

3. Gutter to remove rainwater; MIIZAAB: Talang Kakbah yang berguna menyalurkan air hujan yang tertampung di atas atap Kakbah. 4 - Base of the Kaaba;

4. SYAADZARWAAN: Termasuk dinding Kakbah dibuat agak miring tujuannya untuk melindungi dinding Kakbah dari resapan air, dan juga sebagai pelindung untuk menghindari kontak langsung atau gesekan antara orang yang melakukan thawaf dengan kiswah Kakbah. Al-Hatim;  pancuran air atap.

5. HIJR ISMA'IL:  Tempat yang terletak antara dua rukun (Syaami dan 'Iraaqy) dan dibatasi dengan dinding rendah setinggi kurang lebih 1,5 m, termasuk bagian dari dalam Kakbah. Disunnahkan shalat di dalamnya, namun tidak sah thawaf di dalamnya.

6. Al-Multazam (the wall between the door of the Kaaba and Black Stone); MULTAZAM: Tempat antara hajar aswad dengan pintu Kakbah. Termasuk salah satu tempat mustajab untuk berdo'a.

7. The Station of Ibrahim; MAQAAM IBRAAHIIM: Tempat berdirinya Nabi Ibrahim 'alaihis salaam ketika membangun Kakbah. Maqaam di sini artinya bukan kuburan, tetapi tempat berdiri.

8. Corner of the Black Stone; RUKN HAJAR ASWAD: Sudut di mana hajr aswad berada yang menghadap ke arah tenggara.

9. Corner of Yemen; RUKN YAMAANI: sudut Kakbah yang menghadap arah barat daya. Disebut Yamaani karena terletak pada arah negeri Yaman.

10. Corner of Syria; RUKN SYAAMI: Sudut Kakbah yang menghadap ke arah barat laut. Disebut Syaami karena terletak pada arah negeri Syaam.

11. Corner of Iraq; RUKN 'IRAAQY: Sudut Kakbah yang menghadap ke arah timur laut. Disebut demikian karena terletak pada arah negeri Iraq.

12. Kiswa (black veil covering the Kaaba); SITAAR  KAKBAH: Kain penutup bangunan Kakbah. Sering juga disebut dengan kiswah.

13 Marble band of marking the beginning and end of rounds; KHAT  MARMAR al-BUNNI: garis berwarna coklat di atas marmer/lantai yang dimaksudkan sebagai batas awal memulai thawaf. Sekarang garis tersebut ditunjang lampu hijau yang diletakkan di dinding atas masjid yang berhadapan langsung dengan hajar aswad. (Sumber: Akhbaar Makkah karya Al-Azraqiy).

14. The Station of Gabriel.

Isi Bagian Dalam Kakbah

Meski pengetahuan tentang Kakbah sudah banyak dipublikasikan, namun bangunan berbentuk kubus di pusar bumi yang paling terkenal dalam sejarah umat manusia itu masih penuh dengan misteri.

Umumnya informasi yang disampaikan selama ini berupa hal-hal besar yang memang tertulis dalam Alquran dan hadis Nabi yang didukung penelitian. Misalnya Kakbah sebagai pusat bumi, sebagai pemancar gelombang magnet terkuat di semesta, dan  pegetahuan lain yang fenomenal terkait rumah Allah SWT ini.

Sebenarnya masih banyak hal yang tidak diketahui banyak orang terkait Kakbah. Terutama tentang hal-hal kecil yang membuat bangunan semakin terlihat unik. Perjalanan sejarah turut mengubah Kakbah hingga akhirnya megah seperti sekarang ini. Beberapa hal yang dahulu dilakukan atau terjadi kini hilang seiring perkembangan dan pergantian kepemimpinan di Mekkah.

Pernah pada masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada abad pertengahan, khalifah berencana merenovasi kembali kakbah sesuai pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi Muhammad SAW, namun segera dicegah oleh salah seorang ulama karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan ajang bongkar pasang para penguasa sesudah beliau. Kakbah akhirnya tetap sesuai masa renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang. Berdasarkan catatan sejarah, Kakbah telah mengalami beberapa kali renovasi kecil untuk menyelamatkan bangunan dari kerusakan dan yang terbaru dalam proyek renovasi berlangsung pada tahun 1996. 

Secara jelas sebagaimana yang diperlihatkan dalam publikasi dokumentasi Kerajaan Arab Saudi (2015), isi dalam Kakbah hanya berupa ruangan kosong. Bahagian dalam Kakbah terdapat tiga pilar dari kayu gaharu terbaik. Panjang satu pilar sekitar seperempat meter atau setengah meter berwarna campuran antara merah dan kuning. Ketiga pilar ini berjejer lurus dari utara ke selatan.

Pada awal abad ini, tahun 2000-an, bagian bawah ketiga pilar retak yang kemudian diperbaiki dengan diberi kayu melingkar di sekelilingnya. Ketiga pilar ini dibuat atas inisiatif Abdullah ibn Al Zubair empat belas abad yang lalu. Meski demikian, ketiganya masih tetap kokoh hingga saat ini.
Atap dalam Kakbah penuh dengan ukiran-ukiran mengagumkan, selain diberi lampu-lampu indah yang terbuat dari emas mumi dan dari per­hiasan-perhiasan indah lainnya. Lantai Kakbah dibuat dari batu pualam putih.

Dinding Kakbah bagian dalam dibalut dengan batu pualam war­na-warni dan dihiasi dengan ukiran bergaya Arab. Terdapat tujuh papan yang menempel di dinding ini yang bertuliskan nama-nama orang yang pernah merenovasi atau menambahkan sesuatu yang batu di dalam Kakbah atau Masjidil Haram.

Itulah bagian dalam Kakbah, kiblat yang layak diketehui setiap muslim. Selebihnya, kita juga patut mengetahui beberapa fakta lain tentang Kakbah, yaitu:

1. Memiliki Dua Pintu dan Satu Jendela

Kakbah yang ada saat ini memiliki satu pintu dengan tinggi mencapai tiga meter lebih 18 sentimeter dan lebar 171 sentimeter. Bangunan ini terlihat berkilau karena terbuat dari blok emas. Pintu ini merupakan satu-satunya akses untuk bisa masuk ke dalam Kakbah, tidak ada jendela atau pintu lain untuk bisa masuk ke sana.
Namun sebenarnya dahulu Kakbah memiliki lebih dari satu pintu. Bangunan yang ditinggikan sejak jaman Nabi Ibrahim ini memiliki dua pintu dan satu jendela. Hingga kini masih jadi misteri tentang siapa yang membangun pintu tersebut. Yang jelas Kakbah punya dua pintu dalam waktu yang sangat lama. Komponen pintu Kakbah pertama itu masih disimpan di beberapa museum sebagai peninggalan sejarah Islam.

Sementara pintu yang ada saat ini   dibuat oleh Raja Khalid bin Abdul Aziz. Ia merupakan raja  yang  paling banyak menyumbang untuk pembuatan pintu Kakbah yang kedua ini. Karena berada di Kakbah, pintu Kakbah ini disakralkan oleh dua miliar umat muslim di seluruh dunia.


2. Penutup Kakbah Berwarna Warni

Kakbah yang terlihat saat ini berwarna hitam karena ditutupi oleh kain Kiswah hitam dengan pita bertinta emas. Siapa sangka, dahulu kala warna Kiswah bak pelangi, ada warna kuning, hijau, merah dan putih. Tradisi penggunakan kiswah berwarna hitam adalah sejak  zaman dinasti Abbasiyah pada abad pertengahan dan bertahan hingga saat ini dan kiswah yang semual dibuat di Mesir saat ini sudah ada rumah kiswah di Mekkah, khusus memproduksi kain penutup Kakbah.


3. Kunci Kakbah Dipegang Satu Keluarga

Ternyata, kunci Kakbah sejak zaman Nabi Muhammad hingga saat ini hanya dipegang oleh satu keluarga yakni keluarga Osman bin Thalhah dari keluarga Bani Shaiba. Keturunan dari keluarga ini sudah menjaga kunci  Kakbah selama berabad-abad.Tepatnya sejak  penaklukan Makkah, Nabi Muhammad SAW diberi kunci Kakbah. Namun beliau justru mempercayakannya kepada keluarga Osman bin Thalhah dari keluarga Bani Shaiba ini.  Khalifah, Sultan atau Raja, orang yang paling kuat di dunia, semua harus tunduk pada sabda Nabi dan meminta izin dari keluarga Makkah kecil ini sebelum mereka dapat memasuki Kakbah.
“Ambillah, Bani Thalhah, selamanya sampai hari kiamat, dan tidak akan diambil dari Anda kecuali oleh orang yang tidak adil, tiran yang menindas.”

Anggota keluarga Shaibi tertua, Saleh Bin Taha Al-Shaibi akan menjadi juru kunci Ka'bah yang baru (2014- sekarang). Beliau menggantikan Sheikh Abdul Qadir Bin Taha Al-Shaibi yang tutup usia di Mekah pada Kamis (23/10/2014).


4. Dibuka Dua Kali Sepekan

Pada masa lalu, Ka'bah dibuka dua kali sepekan, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Saat ini dibuka hanya dua kali setahun untuk dicuci dengan air zam-zam, yaitu pada bulan Muharram dan hari pertama bulan Sya'ban. Saat penggantian Kiswah sebelum musim haji biasanya pintu Kakbah dibuka.

5. Berisi Plakat Mengenang Penguasa yang Merenovasi

Selama bertahun-tahun banyak yang bertanya-tanya apa yang ada di dalam Kakbah. Mengandalkan cerita perantara orang kedua atau ketiga dari mereka yang cukup beruntung bisa masuk Kakbah, tentunya kurang memuaskan. Kemudian salah satu orang yang beruntung masuk, mengambil gambar dalam Kakbah dengan kamera ponsel. Dengan rekaman itu jutaan manusia telah melihat melalui video online yang buruk kualitasnya.
Bagian dalam Kakbah sekarang dilapisi marmer dan kain hijau menutupi dinding bagian atas. Di dinding terdapat plakat yang setiapnya memperingati renovasi atau pembangunan kembali Baitullah (Rumah Allah) itu oleh penguasa pada masanya.

5. Terbuka untuk Semua Orang

Saat ini tentu akan sangat susah untuk bisa masuk ke dalam Kakbah karena banyaknya peziarah yang datang ke sana. Hanya kalangan tertentu saja yang bisa masuk ke sana untuk tamu-tamu yang khusus saja. Namun ternyata dahulu Kakbah boleh dimasuki siapa saja dan  dibuka dua kali dalam sepekan dan orang-orang pun bisa shalat di dalam Kakbah.

6. Ternyata Ada Dua Kakbah

Ternyata ada dua Kakbah yang dipercayai oleh agama Islam. Sebenarnya, Kakbah yang berada di mekah merupakan replika Kakbah yang ada di langit. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist, bahwa Kakbah di langit bernama Baitul Makmur, posisinya sejajar dengan Kakbah yang ada dibumi. Hal ini  disebutkan di dalam Nabi. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda menceritakan tentang perjalanan Isra’ dan Mi’rajnya pada saat melewati langit ke tujuh:  “Kemudian aku diangkat menuju Baitul Makmur, padanya masuk (datang) setiap hari 70.000 malaikat yang tidak akan kembali lagi.”
Ibnu Katsir mengatakan, “Mereka beribadah dan bertawaf sebagaimana penduduk bumi tawaf di Kakbah mereka. Demikian juga Baitul Makmur, ia adalah Kakbah penduduk langit ketujuh. Oleh karena itu, didapati Nabi Ibrahim Al-Khalil alihisshalatu wassalam menyandarkan badannya pada Baitul Makmur karena ia telah membangun Kakbah di bumi.”

Demikianlah, tentang Kakbah dari perintah pendirian, pembangunan hingga mengenal lebih detail bagian luar dan dalam telah dipaparkan, selanjutkan adalah untuk memperkuat keimanan kita, bahwa Kakbah adalah kiblat menuju ketundukan dan kepasrahan kepada Sang Pencipta jagad raya. Saat ini lingkungan Kakbah beserta Masjidil Haram dan hotel-hotel di sekitarnya telah menjadi super block yang mewah, dan saat demikian tidak ada salahnya teringat kita Nabi Ibrahim mendapat perintah meninggikan bangunan Kakbah di tengah gurun padang pasir yang sepi. (mm/bbs)


Komentar

  • Didin

    7 Juni 2016

    Kagum

    Subhanalloh......maha suci Alloh ...dg segala keindahan ciptaan-Nys


    Reply






















  • Abdul

    17 Mei 2016

    great

    Informasinya cukup akurat, gak asal kopas. dari sekitan artikel yang saya bca tentang kakbah secara online, gomuslim saya nilai lebih terpercaya...


    Reply






















  • tya

    13 Mei 2016

    nice info

    bagus banget informasinya....


    Reply






















  • Yuda

    9 Mei 2016

    9 Mei 2016

    Izin Share..


    Reply






















  • Adam

    25 April 2016

    artikel

    keren banget ini artikel nya. maju terus go muslim


    Reply






















  • ghofur

    17 Maret 2016

    terkagum

    subhanalloh... sungguh istimewa.....


    Reply






















  • rani

    17 Maret 2016

    belajar

    setelah saya buka gomuslim sekarang saya jadi banyak belajar nih tentang agama dan jadi banyak tau. saya suka dengan ini semoga aja abdetnya lebih banyak dan lebih lengkap lagi deh. amiin...


    Reply






















  • Tulis Komentar


    Back to Top