Terungkap, Kandungan Terbaik Antioksidan dan Daya Serap Iodine Pada Air Zamzam.

Sumur yang satu ini sudah tak asing lagi didengar oleh kaum Muslim bahkan umat manusia di berbagai belahan dunia. Airnya yang jernih berlimpah ruah, tak pernah terdengar habis meskipun tiap hari diraup ribuan bahkan jutaan orang. Belum lagi ada yang membawanya pulang ke negara masing-masing, air Zamzam dalam sumur di sebelah dekat Kakbah itu tidak juga mengering. Pada sebuah eksperimen, air zam-zam disedot 8000 liter/detik selama kurang lebih 24 jam. Hasilnya, tinggi air menurun dari 3.23 m di bawah tanah menjadi 13.39 m di bawah tanah. Hebatnya, setelah 11 menit penyedotan dihentikan, air zam-zam kembali naik pada 3.9 meter di bawah tanah.

Ukuran sumur ini hanya 5 x 4 meter saja dengan kedalaman sekitar 30 meter. Sumur yang bermula dari semburan air dari dalam bumi ini, tidak terlepas dari sejarah masa kecil Nabi Ismail a.s. berdasarkan riwayat yang masyhur, mata air tersebut ditemukan pertama kali oleh Siti Hajar setelah berlari-lari bolak-balik dari bukit Safa ke bukit Marwah, ketika itu ia gelisah karena anaknya Nabi Ismail a.s. menangis kehausan. Kemudian Allah mengutus Malaikat Jibril untuk menunjukkan sumber air  yang letaknya persis di titik hentakan kaki Nabi Ismail a.s.

Nama yang melekat pada sumur ini, berasal dari Bahasa Arab yang artinya “kumpul“ setelah titik mata air itu digali ketika itu Siti Hajar mulai melihat adanya sumber air di tanah yang gersang itu, kemudian ia mengatakan, “zammii...zammii“ (kumpullah...kumpullah). Sumur ini sempat luput dari manusia dan kemudian baru ditemukan kembali oleh Abdul Muthallib, kakek dari Nabi  Muhammad SAW.

Sumur Zamzam terletak di sebelah Tenggara Masjidil Haram, Kota Mekkah jaraknya 11 meter dari Kakbah. Pada kedalaman 13.5 meter sumur ini, ternyata menembus lapisan alluvium (sejenis tanah liat yang halus dan dapat menampung air hujan) Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori selain itu lapisan ini berisi semacam batu-pasir hasil aliran dari tempat lain.

Di bawah lapisan alluvium Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter  lapisan yang dapat dilaluli oleh air (permeable). Dari lapisan inilah tempat utama keluarnya air di Sumur Zamzam. Pada kedalaman 17 meter sampai dasar sumur, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku diorit yang jarang ditemukan di Indonesia.

Keterangan geometris lainnya, celah sumur terletak di bawah tempat Thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur  4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.

Pada dasarnya Sumur Zamzam ini, secara ilmiah hanyalah seperti sumur gali pada umumnya. Seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain dan Moin Uddin Ahmed pernah melakukan riset Sumur Zamzam pada 1971, Riset ini dilakukan karena adanya isu yang disebarkan oleh seorang Doktor dari Mesir yang menyatakan bahwa air Zamzam tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi. Pernyataannya itu dikemukakan karena Doktor dari mesir tersebut beralasan bahwa sumur zamzam adalah sebuah resapan dari laut merah karena sumbernya yang tidak pernah habis, oleh sebab itu rawan terkontaminasi.

Isu yang disebarkan oleh Doktor dari Mesir tersebut diragukan oleh Tariq Hussain dan ia menyangkal pernyataan tersebut, karena Mekkah terletak 75 kilometer dari pinggir pantai, dan sulit diterima ada resapan dari laut dengan jarak sepanjang itu.

Penelitian Tariq Hussain ini justru akhirnya memacu Kerajaan Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur Zamzam secara intensif. Karena banyaknya pembangunan gedung di sekitar Masjidil Haram dapat berdampak pada kualitas dan debit air Zamzam.

Debit air pada Sumur Zamzam ini dapat mencapai 18.5 liter/detik, debit yang cukup deras untuk sebuah sumur pada umumnya. Air keluar dari celah yang memanjang ke arah Hajar Aswad dengan panjang 75 cm dengan ketinggian 30 cm, termasuk juga dari beberapa celah kecil ke arah Safa dan Marwa.

Akan tetapi jika dihitung debit yang sekian banyaknya, ternyata secara matematis tidak dapat memenuhi konsumsi atau pengambilan air yang jumlahnya jutaan liter dalam sehari pada saat musim haji. Oleh karena itu Kerajaan Arab Saudi membentuk tim pengelolaan sumber air Zamzam dengan menerapkan metode yang lebih maju. Kerajaan Arab Saudi mengambil tindakan untuk membentuk Badan Riset Sumur Zamzam di bawah pengawasan Saudi Geological Survey (SGS). Lembaga ini memiliki tugas sebagai berikut:

  • Melakukan pengawasan serta memelihara sumber air Zamzam agar dapat melakukan langkah antisipasi jika terjadi kekeringan.
  • Menjaga dan memantau urban disekitar Wadi Ibrahim karena dapat mempengaruhi pengisian air.
  • Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).
  • Membuat bagunan yang berfungsi sebagai kontrol pergerakan air tanah dan juga untuk menjaga kualitas air dari kontaminasi lingkungan.
  • Melakukan perawatan pompa air dan tangki penampungan.
  • Mengoptimalisasi persediaan dan distribusi air Zamzam

Sumur Zamzam, Dahulu dan Saat Ini

hgdh

Dahulu kala, air Zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun pada 1953 pengambilan air Zamzam telah menggunakan pompa air  yang disalurkan ke bak penampungan kemudian dialirkan lagi ke beberapa kran air yang telah di sediakan di sekitar sumur zamzam.

Ketika itu pompa yang digunakan berkapasitas 8.000 liter/detik.  Pengambilan air selama 24 jam dengan pompa berdaya sedot tinggi itu menyebabkan berkurangnya volume air secara drastis. Sebelumnya tinggi permukaan air dari bibir sumur adalah 3.23 m, setelah dilakukan pengambilan air menggunakan pompa tersebut maka hanya dalam kurun waktu 24 jam saja lantas jarak permukaan air mencapai 12.72 meter dari bibir sumur, artinya pengurangan volume air yang sangat drastis terjadi saat itu.

Karena alasan itulah maka pemompaan air pada sumur Zamzam dihentikan, namun hanya 11 menit pemompaan dihentikan permukaan air naik kembali ke 3.9 meter jaraknya dari bibir sumur. Hal ini membuat beberapa hidrologi mempercai bahwa ada semacam aliran air bawah tanah yang berasal dari gunung di sekitar Mekkah yang mengarah ke Sumur Zamzam yang disinyalir sebagai tingginya angka debit air pada sumur itu.

Saat ini telah dibangun saluran untuk menyalurkan air Zamzam ke tangki penampungan yang berkapasitas 15.000 m3, kemudian dialirkan juga ke tangki lain di bagian atas Masjidil Haram guna melayani para pejalan kaki dan musafir. Selain itu air Zamzam juga diangkut ke tempat-tempat lain menggunakan truk tangki diantaranya disalurkan ke Masjidil Nabawi di Madinah Al Munawarrah.

 

Fakta Ilmiah Kandungan Air Zamzam:

Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam ini memang unik dan jauh berbeda dengan air mineral atau air tanah lainnya. Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air Zamzam dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Positive ions seperti sodium (250 mg per litre), calcium (200 mg per litre), potassium (20 mg per litre), dan magnesium (50 mg per litre).
  2. Negative ions misalnya sulphur (372 mg per litre), bicarbonates (366 mg per litre), nitrat (273 mg per litre), phosphat (0.25 mg per litre) and ammonia (6 mg per litre).

Hasil Uji Laboratorium untuk Segi Kimia

Parameter

 Air Zamzam (mg/l)

Air Mineral (mg/l)

Klorida (Cl)

159,75

30

Sulfat (SO2)

140

27

Nitrat (NO3)

-

15

Nitrit (NO2)

0,045

-

Bikarbonat (HCO3)

398,22

32

Flour (F)

-

0,7

Besi (Fe)

tak terdeteksi

0

Mangan (Mn)

0,014

-

Natrium (Na)

318

20

Kalium (Ca)

182,2

3

Zat Padat Terlarut (TDS)

858

170

Magnesium (Mg)

6,86

5

Zat Organik

2,79

-

Jumlah Mikro Organisme (TPK)

-

-

PH

7,3

7,2

Sumber Tabel: BPPT

Jumlah zat padat yang terlarut (TDS) di dalam air Zamzam amatlah tinggi, yakni di atas 500 mg/liter. Jumlah tersebut sudah melebihi standar air mimum yang ditetapkan oleh WHO dan Depkes RI. Berdasarkan Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010, total kepadatan yang terlarut pada air yang layak minum adalah 500 mg/liter atau part per million (ppm).

Meskipun kandungan zat padat yang terlarut pada air Zamzam tinggi jumlahnya dan melebihi batas yang ditetapkan oleh Depkes RI atau WHO, namun di sinilah keunikan air Zamzam dari air lainnya. Padatan yang terlarut pada air Zamzam sama sekali tidak membahayakan bagi tubuh, padatan itu bersumber dari mineral yang sejatinya dapat diserap oleh tubuh.

Air Zamzam juga mengandung kalium dan natrium yang tinggi, sehingga seharusnya dapat membuatnya menjadi basa dan ia tergolong sebagai air alkali. Namun anehnya pH air zamzam ini tidaklah melebihi 8 seperti pada air alkali buatan yang kerap dijumpai di pasaran. Meskipun pH-nya hanya pada kisaran 7, namun air zamzam memiliki daya serap iodine yang jauh lebih baik dari air lainnya. Sumber air yang seperti ini hanya ada satu di dunia yaitu di Mekkah tempat Masjidil Haram berada.

Kehebatan daya serap iodine yang terkandung pada air zamzam dapat dicoba langsung secara sederhana dan dapat pula dibandingkan dengan air lainnya. Untuk dapat membuktikannya, hanya membutuhkan gelas berisi air zamzam sebanyak 40 ml, kemudian masukkan antiseptik yang mengandung povidon iodine seperti Betadine sebanyak 4-5 tetes. Setelah itu goncangkan gelas agar povidon iodine tersebut larut ke dalam air, maka setelah larut, warna air yang tadinya coklat kejinggaan menjadi bening seperti sedia kala. Secara ilmiah hal ini terjadi karena iodine tersebut terserap oleh kandungan air zamzam. 

Dengan demikian, maka air zamzam dapat pula dijadikan obat sebagai penetralisir keasaman lambung kita. Selain dari pada itu, sangat baik sekali jika sering meminum air zamzam ini, karena unsure kandungannya di dalamnya  dapat menghidupkan sel-sel yang telah mati, untuk membuktikannya dapat dijadikan sebagai obat luka dengan menyiramkan luka tersebut dengan air Zamzam ini.

Jika diamati dari hasil pengujian air zamzam, dengan kandungannya TDS-nya yang tinggi namun tidak terdapat unsur karat besi (Fe) dan flour yang sejatinya berbahaya jika diserap oleh tubuh, khususnya ginjal. Dapat dirasakan kesegaraan air zamzam saat Anda berada di Mekkah, di tengah teriknya panas matahari, kesegaran terasa usai meminum air yang luar biasa ini. kandungan mineral tersebut bersifat organik yang dapat diserap oleh tubuh. Sedangkan pada kandungan mineral pada air biasa dapat mengendap pada ginjal. 

Air yang diperoleh dari alam pada umumnya masih terkandung mikro organisme, yaitu sejenis kuman, ekoli, bakteri dan lainnya. Mikro organisme ini akan mati setelah air di masak, menggunakan sinar ultraviolet atau disaring dengan membrane < 1 mikron karena umumnya besar mikro organism ini rata-rata 1 mikron. Namun pada air Zamzam cara seperti itu tidak berlaku, air zamzam aman diminum langsung dari sumbernya tanpa harus melewati beberapa tahapan proses. Karena dari hasil uji laboratium, tidak ditemukan mikro organisme/mikro biologi yang terkandung pada air zamzam.

Keistimewaan dan keunggulan air Zamzam ini telah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW jauh sebelum ahli hidrologi melakukan pengujian ilmiah, sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, “Sebaik-baiknya air di muka bumi ialah air Zamzam. Padanya ada makanan yang menyegarkan dan penawar bagi segala penyakit.”

Maha besar Allah atas segala ciptaan dan karunia-Nya. (FH)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top