Pintu Kakbah dari Masa ke Masa: Benarkah Cicit Nabi Adam Yang Pertama Kali Buat?

Jakarta, (gomuslim). Pintu Kakbah yang terlihat indah nan megah saat ini, tak terlepas dari sejarah panjang dari generasi ke-4 umat manusia sampai abad 21 Masehi. Beraneka ragam pendapat dari para sejarawan Islam tentang siapa yang pertama kali membuat pintu Kakbah. Ada yang mengatakan bahwa, pertama kali pintu Kakbah dibuat oleh Anusy anak Syits cucu Nabi Adam, namun ada pula pendapat yang menyatakan bahwa pintu Kakbah pertama kali dibuat oleh Jurhum, bahkan adapula yang mengatakan bahwa, yang membuat pertama kali adalah Tubu’ atau Tubban As’ad Abu Karb, seorang raja yang berasal dari Yaman.

Dari sumber sejarah klasik menyatakan bahwa, Anusy cicit Nabi Adam telah membuat pintu Kakbah tanpa dilekatkan kunci pada pintu itu. Saat itu pintu yang dibuatnya hanya berbahan selembar papan. Adapun Tubu’ adalah orang yang melekatkan Kunci pada pintu kakbah, kemudian Jurhum melakukan perubahan pintu kakbah dengan membuat pintu dari dua belah papan lengkap dengan kuncinya.

Ketika Kakbah dipugar oleh Suku Qurays, pintu Kakbah diperbarui dengan ketebalan dua lembar papan dengan melekatkan kunci pada pintu itu, kala itu Abdullah bin Zubair tidak merubah bentuknya dari yang lama, hanya saja menambahkan tingginya menjadi sebelas hasta. Namun tinggi pintu itu dirubah lagi oleh Hajaj ke bentuk semula, ia memendekkan pintu menjadi 6 hasta satu jengkal.

Pada masa Imperium Abbasiyah, Khalifah Al Amin Muhammad putra dari Harun Ar Rasyid, memberikan perintah untuk merenovasi pintu Kakbah pada tahun 194 H. Karena ia menghendaki agar pintu Kakbah itu terlihat indah, maka ia mengirimkan dana sebesar 16.000 dinar untuk menghiasi pintu Kakbah dengan ornamen yang terbuat dari emas dan perak. Kemudian pada masa kepemimpinan Khalifah Almu’tashim Billah, dibuatlah kunci pintu Kakbah dengan emas senilai 1000 Dinar pada tahun 219 H.

Al Mu’tahashim Billah bermaksud hendak menukar kunci yang lama dengan kunci yang terbuat dari emas, namun akhirnya penukaran ini tidak terjadi dan anak kunci yang lama diserahkan kepada penjaga pintu Bani Syaibah.

Pada Tahun 550 H, Jamaluddin anak dari Ali bin Manshur Al Jawad, membuat pintu Kakbah dari papan yang di atasnya tertulis nama Khalifah Al Muktafi yang terbuat dari kepingan emas. Kemudian papan pintu Kakbah yang lama diambil olehnya, ada pendapat yang menyatakan bahwa papan tersebut untuk dijadikan keranda bagi dirinya sendiri. Ada pula yang mengatakan bahwa papan itu diambil guna dijadikan kerenda bagi Khalifah Al Muktafi saat ia wafat.

Rupanya pintu Kakbah yang berkali-kali mengalami perubahan, menarik para penguasa dari luar Mekkah untuk andil dalam perawatan dan pembuatannya. Pada 12 Dzulkokdah 733 H, Raja Mesir Malik An Nasir Muhammad bin Kalawun mendermakan hartanya senilai 35.300 dirham untuk menyematkan perhiasan pada pintu Kakbah yang sebelumnya pintu ini hanya terbuat dari papan kayu polos tanpa pernak-pernik perhiasan.

Ada riwayat yang menyatakan bahwa, sering terjadi pencurian perhiasan yang melekat pada pintu Kakbah. Tujuan pelaku pencurian ini beragam, selain karena faktor materi ada juga yang mencurinya dengan tujuan untuk dijadikan jimat. Hal ini akhirnya menggerakkan, Sultan Sulaiman Chan, (Sultan Turki Usmani) untuk membuat pintu Kakbah yang baru pada 961 H.

Pintu Kakbah ini mengalamai perbaikan untuk ke sekian kalinya pada tahun 1040 H, ketika itu Sultan Murad anak dari Sultan Ahmad Chan memberikan perintah untuk pembuatan pintu Kakbah yang baru dan mengirimkan yang lama kepadanya. Kemudian Raja Mesir mengirimkan seorang ahli pertukangan ke Mekkah, yang bernama Yusuf Al Mu’ammar, pembuatan pintu Kakbah pun berlangsung di Mesir dan pada 17 Rabiul Awal 1045 H kemudian pintu itu dikirim ke Mekkah. Yusuf Al Mu’ammar hanya membuat pintu kayu biasa yang ditutup dengan kain putih, tanpa ada balutan perak dan emas.

Kemudian dua hari setelah itu tepatnya tanggal 19 Rabiul Awal 1045 H, diadakan musyawarah antara pembesar Mekkah dan Mesir untuk mengambil keputusan agar melekatkan perak pada pintu Kakbah. Sehingga perak yang telah melekat pada pintu yang lama diambil untuk menghiasi pintu yang baru. Kemudian setelah itu baru dikirim ke Turki guna menuruti perintah Sultan Murad Chan sebelumnya.

Pintu yang dibuat itu bertahan selama 321 tahun, kemudian pada tahun 1366 H atau 1944 M, Raja Arab Saudi yang juga merangkap sebagai Raja Mekkah, Abdul Aziz bin Abdurrahman Ali Saud, memberikan perintah untuk membuat pintu yang baru dari kayu gaharu India yang harum baunya kemudian dibalut dengan perak dan emas yang konon beratnya mencapai 280 kg.

Pintu tersebut dibuat di Mekkah oleh Yusuf Badar, sedangkan ukiran yang tampak di permukaan pintu dibuat oleh Abdurrahim Bukhari. Pembuatan pintu itu baru selesai selama 3 tahun. Pada bagian bawah pintu tertulis nama Malik Abdul Aziz bin Abdurrahman Ali Saud.

Pada 1977, Raja Khalid melihat adanya goresan di bagian bawah pintu saat dia shalat di Masjidil Haram. Dia langsung memberikan perintah agar dibuat pintu yang baru dan dibuat juga pintu kecil di sebelah utara Kakbah. Pintu Kakbah yang dibuatnya dilapisi dengan emas. Kemudian yang mengawasi renovasi itu adalah Raja Fahd dan selesai pada masa kepemimpinannya.

Pintu Kakbah ini berjarak 2,25 meter dari latai tawaf. Sedangkan, panjang daun pintu mencapai 3,06 meter dan lebarnya 1,68 meter.

Pada tahun 2015 atau setahun yang lalu,  pemerintah Arab Saudi akan merenovasi dan memasang ulang pintu Kabah di Masjidil Haram, Mekkah. Renovasi ini memakan biaya hingga 13,5 juta riyal Saudi atau lebih dari 46 miliar rupiah. Pintu Kakbah terbuat dari alumunium setebal 2,5 cm dan tinggi 3,10 meter. Kemudian alumunium itu dilapisi lempeng perak yang dicelup dalam emas.

Pintu Kakbah ini memiliki tulisan 15 dari 99 Asmaul Husna atau sifat-sifat Allah menggunakan gaya kaligrafi Thulutsi. Tulisan itu dibuat dari perak dan emas, dimulai dari tepian pintu hingga ke tengah. Pada bagian tengah, ada lingkaran-lingkaran berisi tulisan ayat-ayat Al-Quran. Demi terciptanya keindahan yang tampak pada pintu Kakbah, maka pakar kaligrafi dan desainer terbaik Arab Saudi dilibatkan dalam pembuatan pintu Kakbah ini. (fh)


Komentar

mis

9 Juni 2016

keren

subhanallah

Tulis Komentar


Back to Top