Hijir Ismail, Pintu Angin Surga Pernah Berhembus ke Dunia

Jakarta, (gomuslim). Jemaah haji atau umrah yang ingin masuk ke dalam Kakbah tidak perlu menunggu rombongan raja atau pejabat negara, sebab ada bagian dalam Kakbah yang saat ini berada di luar bangunan Kakbah, yaitu Hijir Ismail. Berada di Hijir Ismail statusnya sudah berada di dalam Kakbah. Shalat atau dzikir di area Hijir Ismail sama dengan shalat di dalam Kakbah. Tidak hanya menjadi bagian dalam Kakbah, bahkan dari Hijir Ismail inilah Allah pernah membuka pintu hingga angin surga berhembus ke dunia.

Untuk mengetahui Hijir Ismail memang tidak sulit karena menempel dengan Kakbah. Tidak jauh dari pintu Kakbah ada Makam Ibrahim (bukan qubur), yaitu batu pijakan Nabi Ibrahim ketika meninggikan Kakbah bersama Ismail yang masih remaja. Sederet setelah itu ada area yang diberi pembatas khusus sepanjang 8,5 meter. Dalam banyak riwayat disebut demikian karena itu adalah bekas kamar Ismail bersama Siti Hajar, ibunya.

Pada saat Nabi Ibrahim membangun Hijir sebagai tempat berteduh Ismail kecil dan Siti Hajar, keadaanya hanya berupa pondasi dari batu dengan atap dedaunan. Waktu terus berjalan, Kakbah dan sumur zam-zam di sebelahnya menjadi daya tarik kafilah dari waktu ke waktu hingga menjadi pemukiman baru, lalu lahir suku-suku pembentuk bangsa Arab. Kakbah juga tetap kokoh berdiri bersebelahan dengan Hijir Ismail.

Lalu pada suatu ketika, Kakbah dipugar oleh suku Quraisy pada tahun 606 M (ketika Nabi Muhammad berusia sekitar 35 tahun). Pembangunan atas biaya swadaya masyarakat Mekkah dengan cara hati-hati dan bersih sehingga donasi dari pelacur, hasil judi dan yang haram-haram tidak diterima. Meski saat itu kehabisan dana yang halal, mereka memilih mengurangi panjang tembok sisi barat dan sisi timur serta di bagian utara kurang lebih tiga meter. Itulah sebabnya luas Kakbah menjadi berkurang sedang luas Hijir Ismail menjadi bertambah. Semula Hijr Ismail hanya 5,5 meter lalu bertambah luas setelah ditambah bagian dalam Kakbah 3 meter. Tiga meter dari dinding Kakbah itulah yang disebut bagian dalam Kakbah.

Hal ini berdasarkan catatan sejarah dan riwayat dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tahukah engkau bahwa ketika kaummu membangun Kakbah, mereka telah mengurangi dasar-dasar yang dibangun Nabi Ibrahim.” Jabir RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW melakukan tawaf di sekeliling Kakbah, dan menunaikan shalat di Maqam Ibrahim, kemudian melakukan shalat witir di hijr, lalu mendatangi Zamzam dan minum dari situ, serta mengguyur kepala dan wajahnya. Nabi tawaf di luar Hijir Ismail karena itu bagian dalam Kakbah.

Sejak terpisahnya dari dari Kakbah, Hijir Ismail mengalami perbaikan dari waktu ke waktu dan orang yang pertama kali memperbaiki Hijir Ismail dengan memasang marmer pada pilar Hijir adalah Abu Ja’far Manshur, khalifah Bani Abbasiah, pada tahun 140 H. Demikian seterusnya Hijir Ismail mengalami pembaharuan dari tahun ke tahun sampai tampak pada masa Raja Salman tahun 2016 ini. Adapun keadaan Hijir Ismail adalah sebagai berikut:

Keterangan

Ukuran

Tinggi dinding tembok Hijr Ismail

1,32 m

Tebal dinding

1,5 m

Jarak antara dua pintu Hijir

8,77 m

Jarak antara dinding Kakbah dan dinding Hijir

8,5 m

Panjang lingkaran dinding

21,5 m

 

Sunnah Shalat Sunnah

Ibadah yang dapat dilakukan di dalam Hijir Ismail ialah melakukan shalat sunnah, berdoa dan berzikir. Keutamaan shalat di Hijir Ismail itu sama dengan shalat di dalam Kakbah. Berdasarkan sabda Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam, sebagian dari Hijir Ismail itu termasuk dalam Kakbah.  Dalam riwayat  Abu Daud dari Sayyidah Aisyah. “Aku sangat ingin memasuki Kakbah untuk melakukan salat di dalamnya. Rasulullah s.a.w. membawa Siti ‘Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata ” Shalatlah kamu di sini jika kamu ingin shalat di dalam Kakbah, karena ini termasuk sebagian dari Kakbah."

Shalat di Hijir Ismail adalah sunnah, dalam arti tidak wajib dan tidak ada kaitan dengan rangkaian kegiatan ibadah haji atau ibadah umrah. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Wahai Abu Hurairah, di pintu Hijr Ismail ada malaikat yang selalu mengatakan kepada setiap orang yang masuk dan salat dua rakaat di Hijr Ismail; kamu telah diampuni dosa-dosamu. Maka mulailah dengan amalanmu yang baru."

Salat di Hijir Ismail adalah sunnah, arti tidak wajib dan tidak ada kaitan dengan rangkaian kegiatan ibadah Haji atau ibadah Umrah. Kini Hijir Ismail ini setiap saat dipenuhi hamba-hamba Allah, terutama ketika musim haji. Ditempat ini jemaah shalat, berdoa dan sebagainya. Tempat ini sama mulianya dengan di dalam Kakbah

 

Pintu Angin Surga

Hijir Ismail memiliki keistimewaan tersendiri karena disebut Nabi sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Dalam kitab Fi Rihaabil Baitil Haram dikisahkan, pada suatu hari ketika Nabi Ismail menyampaikan keluhan kepada Allah SWT tentang panasnya lembah Mekkah, lalu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Ismail AS. “Sekarang Aku buka Hijirmu salah satu pintu surga yang dari pintu itu keluar hawa dingin untuk kamu sampai hari kiamat nanti.” Itu merupakan AC permanen yang dapat dirasakan orang-orang tertentu yang dipilih.

Oleh karena itulah dalam Hijir Ismail yang kecil orang berebutan masuk, shalat dan berdoa meminta apa saja sesuai dengan hajat masing-masing. Diseb utkan, doa yang paling mustajab di Hijir Ismail dilakukan di bawah talang air yang jatuh tepat di tengah-tengah Hijir Ismail.

Kini Hijir Ismail ini setiap saat dipenuhi jemaah haji dan umrah yang makin banyak dari segala penjuru dunia, terutama dari Indonesia. Tempat istimewa ini selalu penuh.

 Keutamaan Hijir Ismail :

    1. Hijir Ismail merupakan bagian dari Kakbah, siapa saja yang sholat didalamnya sama dengan shalat didalam Kakbah.

    2. Tidak sah tawaf seseorang kecuali sekaligus mengitari seluruh Hijir Ismail.

    3. Hijir Ismail adalah tempat mustajabah, terutama berdoa di bawah Talang Emas.

    4. Salah satu pintu surga yang mengeluarkan hawa dingin sampai hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruntung, ia akan merasakan angin surga sewaktu bertawaf melintasi Hijir Ismail.

    5. Pintu masuk ke Hijir Ismail selalu dijaga Malaikat yang selalu mendoakan ampunan dan kebaikan bagi siapa saja yang melakukan shalat sunnah mutlak di dalamnya. 


Hijir Ismail seperti tampak saat ini adalah berbentuk bangunan tembok rendah dan terbuka setengah lingkaran  yang disebut Al-Hatim, artinya terpotong, atau tembok tidak sampai satu lingkaran penuh.  Di tempat ini ada pintu tempat berhembusnya angin surga. Semoga pembaca gomuslim merasakan angin surga sesungguhnya yang keluar dari Hijir Ismail sebagaimana dulu pernah dirasakan Nabi Ismail, bi idznillah. Aamiin. (mm)


Komentar

Tulis Komentar


Back to Top