Masjidil Haram (1)

Dibangun Sebelum Zaman Nabi Muhammad, Inilah Embrio Masjid Pertama di Atas Bumi

(gomuslim). Dalam sejarah umat manusia, masjid paling menarik perhatian dunia adalah Masjidil Haram. Bukan karena masjid ini megah dan besar dan selalu ramai dikunjungi umat manusia dari berbagai penjuru dunia, tetapi karena ditetapkan Allah sebagai masjid yang di dalamnya terdapat Kakbah dan terletak di kota yang diberkahi (al-Bakkah).

Lalu sejak kapan Masjidil Haram ada? Apakah bersamaan dengan keberadaan Kakbah? Atau sesudahnya?

 

 

Dalam kajian sejarah dan berdasarkan riwayat maupun bukti arkelogisnya, ketika Nabi Ibrahim memilihkan tempat bagi Siti Hajar dan Bayi Ismail di sebuah lembah yang saat ini menjadi lokasi Masjidil Haram, saat itu belum ada bangunan apapun. Bahkan Kakbah pun baru berupa tanda tumpukan batu yang baru tiga belas tahun kemudian dibentuk dan ditinggikan pondasinya bersama remaja Ismail sebagaimana Allah berfirman: “Dan ingatlah, ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah bersama Ismail. " (QS. Al Baqarah: 127). Saat itulah yang kemudian hari diketahui sebagai hari pertama pembangunan embrio masjid di muka bumi.

Saat itu, pada zaman Nabi Ismail baru ada Kakbah dan sumur zam-zam yang menyedot perhatian semua mahluk Allah baik burung-burung maupun kabilah-kabilah dari Yaman maupun Syiria dan sekitrnya. Lama kelamaan berdiri bangunan rumah-rumah penduduk yang meminta izin kepada Siti Hajar dan Nabi Ismail untuk tinggal di lembah yang sama karena ada sumber air  penghidupan yang terus deras memancar.

Maka sejak itulah terbentuk perkampungan Mekkah dan Ketika Nabi Ibrahim menengok Nabi Ismail yang sudah berumah tangga, baru dibangun batas-batas yang menandai bangunan pertama yang sangat sederhana yang di kemudian dari dinamakan dengan Masjidil Haram. Batas itu berupa garis yang tidak boleh dibangun rumah, yaitu ditarik garis diameter dari Kakbah ke sumur zam-zam. Di belakang sumur tersebut ditarik melingkar sebagai area tawaf yang dipatuhi hingga zaman Nabi Muhammad SAW.

Kapan terjadi pembangunan batas permanen sebagai muasal Masjidil Haram? Merujuk pada ayat Alquran dan Hadis Nabi, Masjidil Haram adalah masjid pertama di muka bumi. “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”. (QS. Ali Imran: 96)

Masjidil di Mekkah itu berada pada 330 meter dari permukaan laut, dibangun Nabi Ibrahim al Khalil dan putranya Nabi Ismail. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dzar berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang masjid pertama yang dibangun di muka bumi.  Nabi menjawab, “Masjidlil Haram”. Saya berkata: Lalu setelah itu?, beliau menjawab, “Masjidil Aqsha”. Saya berkata: Berapa tahun jarak dibangunnya antara kedua masjid tersebut ?, beliau menjawab: “40 tahun”.

 

 

Dalam ayat lain Allah kembali menegaskan tentang keberadaan Kakbah dan Masjidil Haram. “Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku` dan sujud”. (QS. al Hajj: 26). Arti dari “Bawwa’na” : Kami memberikan petunjuk kepada Ibrahim, menyerahkannya kepadanya dan mengizinkannya untuk membangunnya. (Tafsir Ibnu Katsir)

Setelah periode Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kemudian berturut-turut berdatangan suku-suku dan kabilah-kabilah antara lain: ‘Amaliqah, kemudian Jurhum, kemudian Qushai bin Kilab dari kabilah Quraiys. Kumpulan kabilah-kabilah tersebut saling berinteraksi kawin-mawin hingga membentuk suku besar suku Quraisy. Merekalah yang membangun dan memelihara Kakbah dan Masjidil Haram yang belum berupa bangunan masjid tetapi baru berupa batas garis tempat tawaf. Batas berikutnya berupa bangunan menyerupai pagar baru dibangun setelah 'fathu Mekkah' seterusnya hingga hari ini masih dilakukan perluasan. (mm)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top