Masjidil Haram (6)

Proyek Marmerisasi Pertama Sulap Halaman Masjidil Haram Jadi Hambaran Putih

(gomuslim). Pembangunan Masjidil Haram yang modern dan besar-besaran pertama dilakukan di era Raja-raja Saudi berlangsung pada tahun 1955 hingga tahun 1973, maka gelombang renovasi tahap kedua terjadi pada tahun pada tahun 1988 di bawah Raja Fahd Abdul Aziz. Kali ini selain menambah bangunan, juga dilakukan marmerisasi halaman sehingga masjid tampak dari atas seperti hamparan putih hingga saat ini.

Ada beberapa catatan dalam pembangunan kompleks Masjidil Haram periode ini yang jauh berbeda dengan bangunan pada tahun 1954. Terlihat sangat jelas pada gambar bahwa bangunan Masjidil Haram pada tahun 1988 sudah bertingkat-tingkat. Sedangkan, bangunan Masjidil haram pada tahun 1954 masih belum bertingkat-tingkat.

 

Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan Jemaah yang melaksanakan rukun Islam yang kelima ini semakin banyak. Ini  terlihat dari foto-foto jemaha haji tahun 1980-90 yang semakin banyak. Meskipun area kompleks Masjidil Haram sudah jauh lebih luas dibandingkan tahun 1954, namun terlihat sangat jelas bahwa mulai ada desak-desakan antar jamaah haji.

Dalam rencangan pembangunan, Raja Fahd Abdul Aziz memerintahkan untuk memperluas Masjidil Haram dari arah barat, yaitu dari pintu Umrah sampai ke pintu Raja Abdul Aziz dengan luas mencapai 76.000 m2, terbagi menjadi lantai dasar, basements dan lantai satu serta  ‘sutuh’ atau lantai atap.

Berdasarkan kalkulasi, tambahan ini dapat menampung sekitar 152.000 jemaah shalat dan di atas kedua sisi pintu utama perluasan (pintu Raja Fand) ditambahkan dua menara, sebagaimana didirikan 3 kubah baru yang berdampingan di atas sutuh bangunan baru, dan didesain dengan AC central dibuat terminalnya di Ajyad.

Perluasan ini juga meliputi pembangunan halaman luar masjid dan pengubinannya dengan marmer putih sebagaimana masih terlihat sampai hari ini ketika Kerjaaan Saudi melakukan renovasi tahap ketiga. Marmer ini juga ada di halaman yang terletak di timur tempat sa'i, yang secara keseluruhan luas halaman ini mencapai 85.000m2 yang cukup untuk menampung 190.000 jemaah shalat.

Dengan tambahan perluasan sebagaimana tersebut di atas, pada tahap ini secara keseluruhan Masjidil Haram meliputi loteng dan halaman adalah sekitar 356.000m2, yang cukup untuk menampung lebih dari satu juta jemaah shalat.

 

 

Pada tahun 1990-an, Masjidil Haram dengan daya tampung satu juta Jemaah merupakan rekor dunia yang belum ada tandingannya. Saat itu, jumlah Jemaah haji diperkirakan belum sampai satu juta secara keseluruhan, hal ini tentu berbeda dengan saat haji 2016 ini yang tercatat hampir dua juta Jemaah berdasarkan data resmi dari kerajaan.

Pembangunan demi pembangunan memang mengubah wajah masjid pertama di muka bumi ini. Bagi yang pernah pernah ke Masjid Haram pada tahun 1990-an, saat berkunjung lagi di tahun 2016 ini tentu dapat membayangkan bagaimana fisik dan rupa Masjid Haram yang pernah dilihat dulu. Mulai tampak luar di sebelah luar, tampak luar sebelah dalam dan keadaan di dalam bangunan masjid.

Bagi yang sudah pernah datang ke Masjid Haram, secara psikologi biasanya terbangun juga rasa ikatan batin dengan gedung-gedung yang pernah dilihat kecuali Kakbah, Multazam, Maqam Ibrahim, Hijir Ismail, Bukit Safa dan Marwah, dan lain-lain.

Beberapa tahun ke depan, saat kita datang lagi ke Masjid Haram, tentu akan merasa kehilangan suasana  lama karena berubah menjadi pencakar langi baru. Bayangan gedung lama meskipun tergolong megah sudah tidak ada lagi. Saat ini ini hampir seluruh gedung yang menempel dekat dengan masjid dirobohkan untuk Makkah Super Block yang akan dibahas dalam lanjutan serial ini (bersambung).


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top