Masjid-Masjid Dunia (1)

Dua Kali Dihantam Bencana Besar, Masjid Kobe Jepang Tetap Kokoh Berdiri

gomuslim.co.id- Fenomena alam memang sulit diprediksi dan sering terjadi tiba-tiba. Banyak hal menarik terjadi di bumi sekitar. Siapa yang tak akan terpana ketika melihat sebuah bangunan yang tetap kokoh meski sudah di bom atau terguncang gempa yang begitu dahsyat. Peristiwa menarik ini terjadi di kota Kobe Jepang.

Sejarah mencatat, hujan bom yang dilakukan sekutu tidak hanya terjadi di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945 saat Perang Dunia kedua itu. Tetapi terjadi pula di kota-kota lainnya, salah satunya adalah di kota Kobe. Saat itu kondisi kota benar-benar hancur. Puing-puing reruntuhan tersebar di mana-mana. Hanya satu bangunan yang tetap kokoh, yakni Masjid Muslim Kobe.

Tak ditemukan sedikit pun retak pada dinding masjid tersebut. Bahkan, para tentara Jepang dan masyarakat pun ikut berlindung di dalam masjid kokoh itu. Guncangan dahsyat saat itu seakan tidak mempunyai pengaruh apa pun di bumi Allah. Masjid Muslim Kobe tetap berdiri tegak tanpa cacat. Hanya ada satu tanda masjid tersebut selamat dari bom, yakni bekas asap hitam yang tertoreh di dinding luar masjid. Itu saja.

Tidak hanya itu, kokohnya masjid juga tetap tegak meski ada gempa bumi yang besar. Bencana gempa Great Hanshin berkekuatan 7,3 skala richter mengguncan kota Kobe pada tahun 1995. Banyak korban berjatuhan akibat bencana hebat ini. Pun dengan bangunan yang secara keseluruhan hancur. Namun lagi-lagi, Masjid Muslim Kobe tetap berdiri tegak di antara puing reruntuhan. Masjid bahkan dibuka dan bertambah fungsi menjadi tempat pengungsian serta penyelamatan para korban.

Masjid Muslim Kobe berdiri pada tahun 1935. Inilah masjid pertama yang berdiri di Negeri Samurai. Pembangunannya bermula dari makin banyaknya jumlah pendatang muslim di Jepang. Sebuah komunitas muslim pun terbentuk dari para pedagang India dan Arab serta warga Turki-Tartar yang menetap di Kobe. Mereka kemudian berinisiatif membangun sebuah masjid untuk beribadah bersama.

Hingga kini, Masjid Muslim Kobe masih berdiri anggun di tengah masyarakat Shinto. Keindahannya sedikit berbeda dengan bangunan gaya Jepang pada umumnya. Pasalnya, masjid ini memang dibangun dengan gaya arsitektur Turki.

Lekukan demi lekukan indah Masjid Muslim Kobe merupakan hasil karya arsitek asal Ceko, Jan Josef Svagr. Sang arsitek memang mengadopsi gaya tradisional Turki untuk bangunan masjid tersebut. Terdapat dua menara menjulang tinggi disertai kubah megah di atap masjid, sangat khas masjid era Turki Utsmani. Ornamen mihrab dan mimbar serta ukirannya pun sangat berciri khas gaya Turki yang banyak mendapat pengaruh dari Byzantium.

Masjid yang berlokasi di kawasan Nakayamate-dori, Chuo-ku, Kobe, tersebut juga dilengkapi bangunan pendukung seperti ruang-ruang kelas dan aula yang luas. Bangunan pendukung tersebut difungsikan sebagai sekolah Alquran bagi anak-anak, dakwah Islam, kajian keislaman, serta kegiatan muslim Kobe lain. Layaknya Islamic Center, masjid ini menjadi pusat kegiatan Islam di Jepang, khususnya Kobe.

Posisi imam Masjid Muslim Kobe selalu diisi oleh muslimin asal Timur Tengah. Sejak berdirinya, imam masjid dikirim dari wilayah Arab terutama dari Universitas Al-Azhar Mesir. Imam Mohamed Shamguni merupakan imam pertama masjid tersebut. Selain imam, masjid juga memiliki komite dan muadzin yang semuanya diisi para da'i luar negeri. Warga asli Jepang tak menempati posisi tersebut karena mereka semua merupakan muallaf yang masih sangat minim pengetahuan agama. Belum lahir seorang pun da'i yang berasal dari warga asli Jepang. (njs/dbs)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top