Masjid-Masjid Dunia (3)

Masjid Sultan Omar Ali Saefuddin: Ikon Arsitektur Islam Modern di Brunei Darussalam

gomuslim.co.id- Series Masjid-Masjid Dunia edisi ke-3 ini, gomuslim akan membahas tentang masjid yang ada di Negara tetangga, yaitu Brunei Darussalam adalah negara berdaulat di Asia Tenggara yang terletak di pantai utara Pulau Kalimantan. Negara dengan wilayah seluas 5.765 km²  ini mempunyai Masjid kebanggaan yang juga menjadi salah satu ikon pariwisata di Brunei.

Adalah Masjid Sultan Omar Ali Saefuddin, salah satu masjid paling mengagumkan di Asia Pasifik. Tak heran jika Masjid ini menjadi landmark dan daya tarik wisata utama yang ditawarkan Brunei.  Masjid yang mendominasi pemandangan Kota Bandar Seri Begawan ini melambangkan kemegahan dan kejayaan Islam yang menjadi agama mayoritas dan agama resmi negara itu.

Yulianto Sumalyo dalam buku Arsitektur Masjid dan Monumen Sejarah Muslim mengungkapkan masjid itu dibangun atas prakarsa almarhum Sultan Haji Omar Ali Saifuddin Sa’adul Khairi Waddien (1950-1967), Sultan Yang Dipertuan Negara Brunei Darussalam ke-28.

Selain itu, pembangunan Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, menurut Yoseph R Yogerst dalam bukunya yang bertajuk The Golden Legacy, Brunei Darussalam, dimulai pada 1954. Proses pembangunannya memakan waktu selama empat tahun. Setelah selesai dibangun, masjid itu diresmikan oleh Sultan Omar Ali pada Jumat, 26 September 1958.

Contoh Arsitektur Islam Modern

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin merupakan contoh arsitektur Islam modern. Arsitektur masjid itu merupakan perpaduan antara Mughal dan Italia.

Bangunan megah dan indah itu dirancang oleh biro arsitektur Booty Edward and Partners berdasarkan rancangan karya arsitek berkebangsaan Italia, Cavaliere Rudolfo Nolli, yang telah lama bekerja di Teluk Siam. Sedangkan, sebagai kontraktornya ditunjuk Sino Malayan Engineers.

Arsitektur dari masjid Sultan Omar Ali Saefuddin ini dirancang oleh biro arsitekur Booty and Edwards Chartered berdasarkan rancangan karya arsitek berkebangsaan Italia Cavaliere Rudolfo Nolli. Namanya diambil dari Sultan Brunei ke-28 yaitu Sultan Omar Ali Saefuddin.

Kemegahan masjid ini tampak lebih karena dibangun di atas laguna atau kolam buatan di tepi sungai Brunei di Kampong Ayer. Ciri khas yang paling mengagumkan dari Masjid ini adalah kubahnya yang dilapisi dengan emas murni. Masjid ini menjulang setinggi kurang lebih 52 meter dan dapat dipandang dari setiap sudut kota Bandar Seri Begawan.

Masjid yang berada di tepi Sungai Brunei di Kampung Ayer Village in the water ini dimaksudkan sebagai replika abad ke-16 Sultan Bolkiah, dan juga untuk memperingati ulang tahun ke 1.400 Nuzul Alquran, selesai pada tahun 1967.

Masjid ini memiliki tinggi 52 meter (171 kaki) mempunyai kubah utama dari emas murni, dan hampir semua bahan bangunan didatangkan dari luar negari, seperti, marmer dari Italia, granit dari Shanghai, lampu kristal dari Inggris, serta kapet dari Arab Saudi. Tidak hanya itu, menara Masjid Omar Ali Saifuddin ini memiliki lift ke puncak, di mana orang bisa menikmati pemandangan panorama kota.

Selain ruang salat, acara-acara resmi kenegaraan, Masjid ini juga dijadikan obyek wisata yang menarik. Tidak aneh jika di dalam masjid berbaur antara orang-orang yang shalat dan orang-orang yang hanya melihat-lihat sebagai wisatawan. Masjid ini terbuka untuk siapa saja, tapi bagi non muslim atau wanita yang berpakaian agak terbuka diwajibkan untuk mengenakan jubah hitam saat memasuki Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin ini. (fau/dbs)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top