Masjid-Masjid Nusantara (7)

Islamic Center Samarinda: Masjid Terbesar Se-Asia Tenggara di Tepian Sungai Mahakam

gomuslim.co.id- Masjid Islamic Center Samarinda (MICS), begitu masyarakat mengenalnya. Masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara itu telah menjadi ikonik kota Samarinda. Ya, fungsinya saat ini tidak hanya sebagai tempat ibadah umat Islam. Lebih dari itu, MICS telah menjadi pusat peradaban dan wisata yang mengagumkan.

Dengan posisi persis di tepian sungai dan jembatan Mahakam membuat Masjid ini kian elok dipandang. Siapa pun yang mengunjunginya akan terpana akan pesona Masjid di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, itu. Pucuk-pucuk menara yang menjulang langit yang mengapit kubah besar berbentuk dome seakan mengokohkan kemegahan dan keindahan arsitektur Masjid ini.

Sejarah

Lokasi Masjid ini sebelumnya merupakan lahan bekas areal penggergajian kayu milik PT Inhutani I yang kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Atas tuntutan masyarakat setempat supaya memiliki sebuah sarana tempat ibadah yang memadai, pemerintah akhirnya bersedia mendanai proyek pembangunan MICS ini dari dana APBD pemerintah provinsi Kalimantan Timur yang saat itu gubernurnya adalah Suwarna Abdul Fatah.

Proses perencanannya melibatkan konsultan perencana arsitektur PT. Anggara Architeam, perencana struktur PT. Perkasa carista estetika, Perencana M&E oleh PT. Meco Systech Internusa dan perencana estetika Biro Arsitektur Achmad Noe’man. Konsultan pengawas yang mengawasi jalannya pembangunan ICS Kaltim dipercayakan kepada PT. Adiya Widyajasa sedangkan pelaksanaan pembangunannya dipercayakan kepada Kontraktor PT. Total Bangun Persada Tbk.

Proses pembangunan MICS sendiri baru dimulai pada tanggal 5 Juli 2001 ditandai dengan penekanan tombol pemancangan tiang pancang pertama oleh Presiden Megawati Soekarno Putri. Tujuh tahun kemudian komplek Islamic Center Samarinda diresmikan oleh Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 16 Juni 2008.

Arsitektur

Keindahan Masjid ICS tak luput dari mahakarya arsitektur bangunannya yang menawan. Masjid ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Luas bangunan penunjang 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi.

7 menara pencakar langit dengan ketinggian 99 meter yang berarti jumlah Asmaul Husna menjadi kekhasan Masjid ICS. Menara utama itu terdiri atas bangunan 15 lantai masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter. Sementara, anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama masjid jumlahnya sebanyak 33 anak tangga. Jumlah ini sengaja disamakan dengan sepertiga jumlah biji tasbih.

Selain menara utama, bangunan ini juga memiliki 6 menara di bagian sisi masjid. Masing-masing 4 di setiap sudut masjid setinggi 70 meter dan 2 menara di bagian pintu gerbang setinggi 57 meter. Enam menara ini juga bermakna sebagai 6 rukun. Konon, untuk rancangan menara diilhami menara masjid Nabawi di Madinah Almukarromah, dan kubah utamanya diilhami masjid Haghia Sophia di Istanbul Turki.

Interior dan material finishing selasar penghubung terlihat sangat indah. Lantai keramiknya yang di border dengan granit. Berada di antara ratusan kolom yang dilapis cat texture halus dengan umpak kolom dari batu alam oster yellow. Plafon selasar terbuat dari kayu nyatoh lapis cat melamik.

Lantai Masjid terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama terletak di lantai basement. Fungsinya sebagai area parkir kendaraan dengan kapasitas 200 mobil dan 138 buah sepeda motor, toilet pria dan wanita untuk para jamaah, juga Ground Water Tank (GWT) sebagai penampungan air bersih untuk toilet dan tempat wudhu.

Bagian kedua merupakan lantai dasar yang berfungsi sebagai ruang pertemuan dengan daya tampung hingga 5000 orang. Biasanya dipakai untuk acara seminar, resepsi pernikahan, maupun tabligh akbar. Bagian ini juga dilengkapi dengan plaza dalam dan plaza luar yang mampu menampung jamaah hingga 10.000 orang. Pada bagian ketiga adalah lantai utama (lantai dua) yang merupakan ruang salat utama dengan daya tampung jamaah hingga 20.000 orang.

Sarana dan Fasilitas

Bangunan sarana penunjang masjid ICS terdiri dari 2 rumah penjaga masjid, 2 rumah imam, gedung asrama putra dan putri masing-masing 2 lantai dan dilengkapi gedung serba guna. Ada juga bangunan TK, koperasi, poliklinik, serta bangunan utilitas yang meliputi ruang genset, ruang pompa, ruang PLN, GWT dan bak sampah. (njs/dbs)

 


Back to Top