Masjid-Masjid Dunia (10)

Masjid Agung Sheikh Zayed: Masjid Indah nan Megah Warisan Pendiri Uni Emirat Arab

gomuslim.co.id- Siapa yang tidak kenal dengan Uni Emirat Arab (UEA). Sebuah Negara federasi dari tujuh emirat yang kaya akan minyak bumi. Negara dengan ibu kota Abu Dhabi itu memiliki keindahan dan kemegahan di berbagai kotanya. Bahkan, ibu kotanya, Abu Dhabi merupakan kota termahal keempat di dunia. Di kota ini ada tempat-tempat indah yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah Masjid Agung Sheikh Zayed atau Sheikh Zayed Grand Mosque.

Selain besar, Masjid Agung Sheikh Zayed ini juga sangat indah dan mengagumkan. Siapa pun yang melihatnya pasti terpesona. Konon, Masjid ini merupakan masjid terbesar ketiga di dunia setelah masjid yang berada di Mekah dan Madinah Arab Saudi. Masjid ini menjadi destinasi wisata religi dan landmark yang sering didatangi selebriti, turis dan tokoh dunia. Presiden Jokowi pun pernah berkesempatan mengunjungi dan terpukau keindahannya.

Sejarah

Masjid ini dibangun atas ide dan perintah dari presiden pertama UEA, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan dan setelah beliau wafat pada tahun 2004. Itulah sebabnya masjid ini diberi nama sesuai dengan nama beliau. Tokoh nasional Uni Emirat Arab sekaligus pendiri Negara di Timur Tengah ini wafat sebelum masjid impiannya terwujud.

Masjid Agung Sheikh Zayed mulai di bangun pada tahun 1996 dengan biaya sekitar 2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 28,5 triliun kala itu. Di bangun di atas 11 meter batas atas laut dan 9.5 meter diatas batas atas dataran dengan tujuan dapat jelas terlihat dari segala penjuru arah. Lokasinya juga beliau yang menentukan yaitu diantara Musaffah Bridge dan Maqta Bridge Abu Dhabi.

Setelah Sheikh Zayed wafat di tahun 2004, proses pembangunan masjid dilanjutkan oleh putranya. Penyelesaian proyek pembangunan masjid ini dibawah perintah langsung dari Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, presiden Uni Emirat Arab, dibawah pengawasan saudaranya Jendral Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, yang merupakan putra mahkota Abu Dhabi sekaligus sebagai wakil Panglima Angkatan bersenjata UEA. Dan dibawah supervise dari Sheikh Mansoor bin Zayed Al Nahyan, Wakil perdana menteri dan menteri urusan kepresidenan.

Sebagai salah satu bangunan yang paling banyak menyedot pengunjung di UEA, maka dibentuklah Sheikh Zayed Grand Mosque Center pada tahun 2008 untuk menangani segala keperluan masjid ini, tidak saja sebagai tempat ibadah namun juga sebagai tempat pembelajaran melalui program program kunjungan ke masjid ini.

Ketika diresmikan, Masjid Agung Sheikh Zayed menggondol berderet rekor dunia tidak saja sebagai masjid tapi juga sebagai sebuah karya arsitektural modern yang keindahannya memang tak terbantahkan.

Di antara rekor-rekor tersebut adalah memiliki lampu gantung (chandelier) terbesar di dunia dan memiliki lembaran karpet dengan bentangan terluas di dunia. Masjid megah dan mengagumkan ini tidak saja menjadi kebanggaan warga Abu Dhabi tapi juga telah menjadi bagian dari kekayaan arsitektural dunia Islam secara keseluruhan.

Arsitektur

Arsitektur Masjid Sheikh Zayed diinspirasi oleh pengaruh arsitektural Mughal (India, Pakistan, Bangladesh) dan Mooris (Maroko). Dibangun dengan 82 kubah bergaya Maroko dan semuanya dihias dengan batu pualam putih. Lengkap dengan pelataran tengahnya sebagaimana di masjid Badshahi di kota Lahore Pakistan yang bergaya Mughal.

Kubah utama masjid ini berdiameter 32.8 meter dan setinggi 55 meter dari dalam atau sekitar 85 meter dari luar. Merujuk kepada Turkey Research Centre for Islamic History and Culture, bentuk kubah ini merupakan kubah terbesar yang pernah dibuat dalam jenis yang sama. Secara keseluruhan arsitektural masjid Agung Sheikh Zayed dapat disebut sebagai fusi dari arsitektural Mughal, Moorish dan Arab.

Ukuran masjid seluas 22.412 meter persegi itu setara dengan lima lapangan sepak bola dan dapat menampung 40.960 jemaah sekaligus terdiri dari 7126 di ruang utama, 1960 di ruang sholat terbuka, 980 di ruang sholat wanita, 22.729 di area Sahan (Courtyard atau pelataran tengah), 682 di selasar ruang utama dan 784 di selasar pintu masuk utama.

Masjid Agung Sheikh Zayed memiliki lebih dari 1000 pilar di area luar yang dilapis dengan lebih dari 20 ribu lembaran pualam dan batu alam polesan, termasuk lapis Lazuli, red agate, amethyst, abalone shell dan mother of pearl. Di ruang utama terdapat 96 pilar bundar berukuran besar yang kesemuanya di lapisi dengan mother of pearl. Serta fitur utama ekterior masjid ini selain 82 kubahnya adalah empat bangunan menara setinggi hampir 107 meter di empat penjuru masjid.

 

Di sekeliling masjid dibangun rangkaian kolam seluas 7.874 meter persegi yang dibangun menggunakan bahan keramik lantai warna gelap, kolam kolam ini memantulkan bentuk arkade masjid, memberikan pemandangan spektakuler dibawah siraman cahaya lampu lampu di malam hari. Tata cahaya yang unik ini dirancang oleh Arsitek tata cahaya, Jonathon Speirs dan Major untuk memantulkan fase fase bulan. Pemandangan awan abu abu kebiruan di proyeksikan ke pada dinding luar masjid dan menghasilkan pemandangan yang berebeda setiap hari.

Rancangan impresif menghias sisi dalam masjid dengan menggunakan material pualam Italia dipadu dengan rancangan ukiran floral di ruang sholat utama serta dinding sisi luar yang dihias dengan mozaik kaca emas, sebagaimana tampak pada dinding sebelah barat. Pintu utama masjid ini dibuat dengan bahan kaca setinggi 12.2 meter dan lebar 7 meter memiliki berat mencapai 2.2 ton.

Desain dan pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed menggunakan bahan-bahan dan pengrajin dari berbagai negara seperti India, Italia, Jerman, Maroko, Pakistan, Turki, Malaysia, Iran, Cina, Inggris, Selandia Baru, Yunani dan UAE sendiri. Bahan-bahan yang dipilih juga terbilang sangat kokoh dan tahan lama termasuk batu marmer, emas, batu semi mulia, kristal dan keramik.

Sebanyak 38 perusahaan kontraktor dilibatkan dalam pembangunan masjid Sheikh Zayed ini dengan mengerahkan sebanyak 3.500 pekerja untuk merealisasikan proyek ini selama hampir 12 tahun. Akhirnya pada tanggal 20 Desember 2007 Masjid Sheikh Zayed resmi di buka untuk umum dan mulai digunakan untuk beribadah.

Sarana dan Fasilitas

Masjid Agung Sheikh Zayed dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan yang terletak di sisi utara menara masjid. Perpustakaan ini dilengkapi dengan buku buku klasik dan buku buku cetakan terkait dengan Islam termasuk tentang ilmu pengetahuan dalam Islam, peradaban, kaligrafi, seni budaya, koin koin Islam hingga buku buku kuno terbitan 200 tahun yang lalu.

Sebagai perwujudan dari keanekaragaman Islam perpustakaan ini menyediakan buku buku dan bahan terbitan dari berbagai bahasa termask bahasa Arab, Inggris, Prancis, Italia, Jerman dan Korea. Para pengunjung wanita di Masjid ini diharuskan menggunkana abaya, busana tradisional berwarna hitam khas UEA. Abu Dhabi memang tak semetropolitan Dubai, namun memiliki masjid terbesar di negeri itu. (njs/dbs)

 



Back to Top