Tokoh Ilmuwan-Ilmuwan Muslim (11)

Ibnu Thufail, Filsuf Muslim yang Ahli Ilmu Kedokteran dan Mahir Menulis Novel

gomuslim.co.id- Ilmuwan yang satu ini adalah seorang filsuf, dokter, novelis dan pejabat pengadilan Arab Muslim dari Al-Andalus. Nama lengkap adalah Abu Bakar Muhammad bin Abdul Malik bin Muhammad bin Ibnu Thufail Al-Qaysi. Biasa dikenal sebagai Ibnu Thufail atau Ibnu Tofail. Ia adalah salah satu keturunan suku Arab Kays, yang terkemuka . Ia sering pula disebut sebagai al-Andalusi atau al-Kurtubi al-Isybili. Tapi kaum Skolastik Kristen menyebutnya sebagai Abubacer.

Ibnu Thufail diperkirakan lahir pada dekade pertama abad ke-6 H/ke-12 M atau sekitar tahun 1105 M di Wadi Ash, Guadix, sebelah timur laut Granada, Spanyol. Ia dididik oleh Ibnu Bajjah (Avempace). Namun, tidak banyak yang dapat diungkap mengenai keluarga dan pendidikannya. Ia praktek pertama kali sebagai dokter di Granada, kemudian menjadi sekretaris gubernur tingkat propinsi.

Pada tahun 594 H/1154 M, ia menjadi sekretaris dari gubernur Ceuta dan Tangier, putra Abdul Mu’min pendiri dinasti Almohad (Al-Muwahhidun). Dan akhirnya ditunjuk sebagai dokter oleh Al-Muwahhidun, Sultan Abu Ya’kub Yusuf (558-580 H/1163-1184).

Ia menjabat sekretaris untuk penguasa Granada, dan kemudian sebagai wazir dan dokter untuk Abu Ya'qub Yusuf, penguasa Spanyol Islam (Al-Andalus) di bawah pemerintahan Muwahhidun, pada yang mana ia menganjurkan Ibnu Rusyd sebagai penggantinya sendiri saat ia beristirahat pada 1182. Ia meninggal di Maroko.

Salah seorang muridnya, Al-Bitruji, menyebut bahwa Ibnu Thufail sebagai qadli. Dalam banyak hal, Ibnu Thufail selalu mempunyai pengaruh besar terhadap muridnya ini, serta banyak merekrut sarjana-sarjana ke istana. Ibnu Thufail pula yang memperkenalkan Ibnu Rusyd muda kepada Sultan.

Ahli sejarah Abdul Wahid al-Mazzakusyi memberi sebuah deskripsi mengenai pertemuan ini, yang diketahui dari laporan-laporan Ibnu Rusydi sendiri. Pada kesempatan-kesempatan seperti inilah, Sultan menunjukan luas pengetahuannya tentang masalah-masalah kefilsafatan. Ibnu Thufail jugalah yang atas saran dan dorongan sang Pangeran, menasehatkan dan memberi semangat, dan bahkan mendesak Ibnu Rusyd untuk menulis komentar-komentarnya tentang karya-karya Aristoteles.

Novel Hayy bin Yaqzan

Karya yang dihasilkan oleh Ibnu Thufail diketahui tak banyak jumlahnya, namun karangannya Hayy bin Yaqzan (Hidup, Putra Kesadaran), sebuah novel filsafat terkenal, merupakan salah satu diantara buku-buku yang paling cemerlang pada abad-abad pertengahan. Dalam buku tersebut, Ibnu Thufail berusaha membuktikan kebenaran tesis kesatuan kebijaksanaan rasional dan mistis melalui kisah fiktif.

Melalui kisah tersebut, Ibnu Thufail ingin memberikan solusi terhadap permasalahan yang ditimbulkan oleh pertentangan antara filsafat dan agama, akal dan iman, seperti halnya Hayy, yang dalam novel tersebut digambarkan akhirnya menyadari bahwa kebenaran itu memiliki dua wajah, yakni internal dan eksternal. Ia menegaskan bahwa dalam mencapai kebenaran, media yang digunakan ada banyak dan beragam.

Hayy bin Yaqzan sendiri merupakan roman filsafat, dan kisah alegori lelaki yang hidup sendiri di sebuah pulau dan dan yang tanpa hubungan dengan manusia lainnya menemukan kebenaran dengan pemikiran yang masuk akal, dan kemudian keterkejutannya pada kontak dengan masyarakat manusia untuk dogmatisme, dan penyakit lainnya.

Dalam kisah itu, dia menampilkan sebuah novel aligoris yang mengkisahkan seorang bayi yang tedampar di hutan dan di rawat oleh seekor rusa sampai bayi itu dewasa. Tanpa latar belakang sosial budaya, anak itu dapat tumbuh dewasa dengan intelegensi yang tinggi dan mampu mencapai tingkat spiritualitas yang paling tinggi. Sehingga ia mampu menyingkap rahasia dibalik dunia ini dan mencapai titik Musyahadah, akhirnya dapat menemukan kebenaran sejati.

Karya fenomenal yang berbau filosofis-mistis mengenai bagaimana akal pikiran mampu menangkap, merenungkan dan menyimpulkan bahwa segala sesuatu ada yang menggerakan dan penggerak itu tiada lain adalah Tuhan Pencipta Alam Semesta.

Ibnu Thufail, menurut astronom al-Bitruji serta Ibnu Rusyd dalam komentarnya terhadap Aristoteles Metaphysics, juga mempunyai banyak gagasan orisinil di bidang astronomi. Dan gagasan itu ternyata banyak memberi pengaruh kepada usaha-usaha yang dilakukan oleh al-Bitruji untuk menyanggah dan sekaligus membuktikan kekeliruan teori Ptolemaios lingkaran-lingkaran epicycles dan excentris.

Pemikiran Ibnu Tufail banyak mempengaruhi Ibnu Rushd alias Averroes (1126- 1198 M). Ibnu Rushd dikenal sebagai salah seorang murid Ibnu Tufail yang sukses. Bahkan, menurut catatan sejarah, astronomer Nur Ed-Din Al-Bet rugi juga sempat menimba ilmu dari Ibnu Tufail. Ibnu Rushd adalah murid kesayangan Ibnu Tufail. Tak heran jika ia merekomendasikan Ibnu Rushd menggantikannya setelah pensiun.

Pada tahun 578 H/1182 M, Ibnu Thufail berhubung usianya yang telah lanjut, digantikan kedudukannya oleh Ibnu Rusyd sebagai dokter pribadi Khalifah. Ibnu Thufail meninggal dunia pada tahun 581 H/1185-1186 M di Maroko. Khalifah sendiri menyempatkan diri menghadiri upacara pemakamannya.

Karya Ibnu Thufail

Ada banyak karya yang telah ditulis Ibnu Thufai. Beberapa diantaranya seperti Muraja’at wa Mabahits (Revisi-revisi dan Pembahasan), Arjuzah fi at-Thib sepanjang 7700 bait, Risalah Hayy Ibnu Yaqzan Fi Asrar Al-Hikmah Al-Masyriqiyyah, Asrar Al-Hikmah Al-Masyriqiyyah (Rahasia-rahasia Ketimuran) itu hanyalah ringkasan dari buku Hayy Ibnu Yaqzhan.

Menurut Ibnu Khatib, ada dua buku tentang kedokteran yang dapat dikatakan merupakan karya Ibnu Thufail, setidaknya ditulis oleh dua orang muridnya yang dipersembahkan kepada Ibnu Thufail, yaitu Al-Bithruji yang mengarang Kitab Al-Hai’ah dan karya Ibnu Rusyd yang berjudul Fi al-Buqa’ al-Maskunah sa al-Ghair al-Maskunah. Ia juga menulis dua buah naskah tentang ilmu kedokteran yang banyak hubungannya dengan karya medis Ibnu Rusyd, yakni al-Kulliyat. (njs/dbs)

Sumber :

-Hadi, Saiful. 2013. 125 Ilmuwan Muslim Pengukir Sejarah. Jakarta: Insan Cemerlang dan Intimedia Cipta Nusantara. Cet. Pertama

 

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top