#IndahnyaIslam (2)

Telusur Sejarah Islam di Negeri Pizza, dari Masjid Agung Roma Hingga Kapel Palatina

gomuslim.co.id- Jejak peradaban Islam di bumi Eropa tidak hanya ada di Andalusia atau Spanyol, tetapi juga di Italia. Di negara berjuluk negeri pizza ini, Islam berkembang pesat dari waktu ke waktu. Bukan hanya populasi muslim yang semakin bertambah, tetapi bukti sejarah Islam yang belum terjamah.

Sejarah Islam di Italia

Islam sendiri mulai masuk ke Italia sekitar abad ke-9 ketika Sisilia dan beberapa wilayah di semenanjung Italia menjadi kekuasaan umat Islam, yaitu sekitar tahun 929 M. Bahkan, penyebaran Islam sampai ke kota Roma, yang dilakukan oleh pemimpin muslim dai Afrika Utara.

Sisilia menjadi salah satu pintu gerbang masuknya Islam ke Italia. Sisilia, sebuah pulau di Laut Tengah, letaknya berada di sebelah selatan Semenanjung Italia, dipisahkan oleh Selat Messina. Pulau ini bentuknya menyerupai segitiga dengan luas 25.708 km2, sebelah utara terdapat teluk Palermo dan sebelah timur ada teluk Catania.

Usaha penaklukan pulau Sisilia dimulai sejak masa Khalifah Utsman bin Affan (644-645 M) yaitu ketika Gubernur Damaskus, Muawiyah bin Abu Sufyan mengirim pasukan pada tahun 652 M. Pasukan yang dipimpin bin Khudaij yang pertama ini mengalami kegagalan.

Selanjutnya, upaya penaklukan juga pernah dilakukan pada zaman Al-Walid ketika Musa bin Nushair berhasil menguasai Andalusia yang dipimpin anaknya, Abdullah. Usaha tersebut juga belum mampu menembus pertahanan pasukan penjaga pulau Sisilia.

Palermo, Saksi Kejayaan Islam di Italia

Palermo merupakan salah satu kota penting di pulau Sisilia. Sebelum Islam masuk, kota ini sangat kental dengan kebudayaan Yunani dan Romawi. Islam berhasil masuk ke Palermo ketika pengkhianatan yang dilakukan oleh Laksamana Euphemius ke Tunisia pada 827 M. Ia meminta pertolongan kepada penguasa Dinasti Aghlabiyah, Ziyadatullah I bin Ibrahim (817-838 M) untuk menaklukan Sisilia.

Sejak berada dalam kekuasaan Islam, Sisilia menjelma menjadi salah satu pusat peradaban di Eropa, setelah Cordoba. Bangunan masjid yang tersebar di seluruh kawasan Sisilia tidak hanya menjadi tempat ibadah. Masjid-masjid itu pun berfungsi sebagai sekolah, tempat bersemainya benih peradaban dan ilmu pengetahuan Islam.

Menurut seorang penjelajah Arab terkemuka, Ibnu Hauqal, kota Palermo adalah kota dengan 300 masjid. Dalam catatan perjalanannya, Al-Masalik wal Mamlik, ia mengaku tak pernah menemukan sebuah kota dengan jumlah masjid sebanyak itu, meskipun luasnya dua kali lebih besar dari Palermo.

Saat itu, berdiri Universitas Balerm, salah satu universitas tertua di dunia. Pada masanya, kampus ini memiliki kualitas yang hampir menyamai kehebatan Universitas Cordoba. Di kampus ini lahir sejumlah penyair berbakat, seperti Ibnu Hamdis. Lahir pula sejumlah pemikir yang mampu menandingi para lulusan Cordoba.

Kota Palermo menjadi gerbang transfer ilmu pengetahuan dari dunia muslim ke Barat. Michelle Amari merupakan sejarawan yang telah membuktikan bahwa dari Sisilia lah ilmu pengetahuan yang dikuasai umat Islam di era keemasan ditransfer ke Barat.  

Selama lebi daru dua abad, Palermo menjadi pusat peradaban Islam di Sisilia. Kota dengan populasi 350 ribu jiwa itu sempat menjadi salah satu kota terbesar di Eropa, tepatnya di bawah Cordoba.

Kembalinya Umat Muslim ke Italia   

Setidaknya ada tiga penguasa Islam di Sisilia pada abad pertengahan. Ketiga penguasa tersebut adalah Dinasti Bani Aghlabiyah, Dinasti Fatimiyah, dan Dinasti Kalbiyah. Setelah itu, Islam sempat hilang dari peradaban Italia hingga 900 tahun.

Invasi Islam pun kembali dilakukan ke Italia. Bukan lewat peperangan, tetapi melalui para pekerja, pedagang dan pelajar yang membawa syiar Islam. Sebagian besar dari mereka adalah imigran dari Afrika Utara, Albania, Bosnia, Turki, Arab, dan negara-negara Islam lainnya. Kebanyakan dari mereka tinggal di pulau Sisilia, Roma, Milan, Turin, dan kota-kota besar lain.

Gelombang imigran muslim pun terus bertambah dan mereka berbaur dengan masyarakat setempat. Semenjak itu, masjid dan mushala bertumbuhan di negeri pizza. Organisasi Islam pun bermunculan dengan sekolah Islam dan toko makanan halal mulai banyak berdiri. Jumlah masjid yang awalnya hanya 16 bertambah menjadi 400 hanya dalam jangka waktu 16 tahun.

Syiar Islam pun menyebar dengan pesat. Bahkan, berdiri masjid yang megah yaitu Masjid Agung Roma atau yang biasa disebut Grande Moschea Masjid.

Pada Januari 2005, jumlah penganut muslim di Italia tercatat sebanyak 34 persen dari 2,4 juta warga asing yang mendiami Italia. Jumlah penduduk muslim berkebangsaan asing yang telah mendapatkan kewarganegaraan Italia diperkirakan mencapai 30-50 ribu jiwa. Sedangkan jumlah orang Italia asli yang menjadi mualaf kurang dari 10 ribu. Saat ini, muslim menguasai 1,4 persen dari populasi Italia.

Pada 2012, menurut Uni Komunitas Islam Italia (UCOI), tercatat 150 ribu muslim berkewarganegaraan Italia dari satu juta penduduk muslim. Lembaga itu menyatakan sebanyak 70 ribu warga Italia memeluk Islam. UCOI menyebutkan, Islam menjadi agama terbesar kedua di Italia.

Bukti Sejarah Peninggalan Islam di Italia

Kontribusi peradaban Islam bagi kebudayaan Eropa di Italia sangat banyak, meliputi ilmu pengetahuan, seni, sastra, arsitektur, dan pengaruh pemikiran bangsa Eropa di zaman Renaissance.

Peninggalan sejarah Islam di Italia banyak dijumpai di Sisilia. Selain Masjid Agung Roma, ada banyak kebudayaan Islam yang tetap dipertahankan. Banyak bangunan bersejarah dan gereja yang memiliki terpengaruh gaya arsitektur Islam.

Palazzo dei Normann misalnya yang dulunya merupakan istana lama para emir Arab. Bangunan ini didirikan oleh Roger II dari Dinasti Norman. Bangunan tersebut dihiasi dengan medali dan kaligrafi Arab gaya Kufi. Ornamen utama istana ini dibuat oleh Al-Idris, gergrafer dan kartografer paling kondang pada Abad Pertengahan.

Selanjutnya adalah Gereja San Giouvanni degli Eremit atau dikenal dengan gereja St. John of the Hermit (1132 M). Gaya Arab yang mempengaruhi gereja ini sangat terlihat dari kelima kubah merahnya. Menurut beberapa catatan sejarah, gereja tersebut dahulu merupakan masjid.

Lalu ada Kapel Palatina, sebuah kapel yang terdapat di istana Palazzo Reale di kota Palermo. Kapel atau gereja kecil ini memiliki arsitektur perpaduan antara gaya Bizantium dengan gaya Arab. Ini tampak pada hiasan mozaik dan dekorasi pola keramik lantainya.

Adapun peninggalan bersejarah lainnya seperti Al-Zisa, Gereja Martonna, Katedral Monreale, Cuba Palermo, Gereja San Cataldo, Gereja San Giouvanni de Lebbrossi, Katedral Pisa, dan Duome de Florence. Semua banguan ini memiliki aura peradaban Islam yang cukup kental bagi kalangan muslim. (njs)  

Sumber: Abdul Syukur Al-Azizi. 2017. Sejarah Terlengkap Peradaban Islam. Yogyakarta:Noktah 


Back to Top