#IndahnyaIslam (3)

Melihat Lebih Dekat Jejak Islam di Jerman

gomuslim.co.id- Jerman adalah salah satu negara di Benua Eropa yang memiliki populasi muslim cukup besar. Perkembangan Islam di Republik Federal Jerman (Bundesrepublik Deutschland) ini terbilang cukup unik. Hal ini karena Islam tidak hanya diterima di kalangan masyarakatnya saja, tetapi sudah diakui pemerintahnya.

Sejarah Singkat

Dalam berbagai literatur sejarah disebutkan bahwa Islam masuk ke Jerman akibat adanya migrasi dari negara-negara Islam di Afrika Timur, Timur Tengah, Turki, dan Asia. Namun, jika kita jauh menoleh ke belakang, sebenarnya Islam sudah dikenal oleh bangsa Jerman sejak zaman pendudukan kekhalifahan Islam di Spanyol.

Pada saat itu, kekuasaan dan kemajuan Islam disegani oleh bangsa-bangsa Eropa. Andalusia dijadikan pusat pengembangan ilmu pengetahuan dibawah kekhalifahan Islam. Hal tersebut tentunya mengakibatkan Jerman juga mengenal Islam. Ketika kesultanan Utsmani berkuasa, jejak Islam semakin terasa di Jerman. Ketika itu, kedua negara menjalin hubungan diplomatik, militer, dan ekonomi.

Pada tahun 1798, untuk kali pertama, sebuah pemakaman muslim dibuka di ibu kota Jerman, Berlin. Pemakaman itu sempat dipindahkan pada tahun 1866, dan masih ada hingga kini. Sampai tahun 1900 M, terdapat lebih dari 10 ribu umat muslim di Jerman yang kebanyakan berasal dari Balkan dan Turki.

Setelah berakhirnya Perang Salib, toleransi antaragama dan kebudayaan pun berlangsung. Di saat itulah Jerman mulai mengenal lebih jauh tentang Islam. Bahkan, sastrawan nomor satu di Jerman, Wolfgang von Goethe, adalah seorang pengagum Muhammad SAW. von Goethe sering memasukan ajaran-ajaran Islam pada hasil karyanya. Tulisan basmalah pun menghiasi buku-buku yang dibuatnya. Bahkan, pada akhir hayatnya, ia mengucapkan dua kalimat syahadat.

Pada tahun 1930 berdiri sebuah Lembaga Muslim Jerman. Sejak itu, kehidupan umat Islam terus berkembang, termasuk kegiatan pendidikan dan organisasi. Islam Collogium, sebuah institusi pendidikan untuk anak-anak dibentuk untuk pertama kali tahun 1932. Antara 1933 dan 1945, tercatat lebih dari 3000 warga Jerman beragama Islam dan 300 diantaranya berdarah etnis Jerman.

Kebangkitan Islam di Jerman

Kebangkitan umat Islam baru terjadi pada era tahun 60 an. Saat itu, terjadi gelombang migrasi dari negara-negara Islam. Dalam dua dekade, peningkatan jumlah penduduk beragama Islam tercatat sangat pesat. Angkanya mencapai tiga juta lebih, dan didominasi oleh pendatang dari Turki (sebagian besar mereka dari Anatolia, kawasan tenggara Turki). Berlin menjadi kota dengan jumlah komunitas Turki terbesar setelah Istanbul. Umat muslim dari Yugoslavia dan Iran pun berdatangan dan menetap di Jerman.

Belakangan warga muslim dari Lebanon, Palestina, Afghanistan, Aljazair, Iran, Irak dan Bosnia banyak yang mengungsi ke Jerman karena negara mereka dilanda perang. Karena merupakan negara maju, Jerman juga menjadi target bisnis dan pendidikan. Banyak para professional, pebisnis, pekerja, dan mahasiswa muslim dari India, Pakistan, dan Asia Tenggara datang dan sebagian menetap di sana.

Populasi Muslim dan Mualaf di Jerman 

Jumlah muslim yang ada di Jerman saat ini tercatat ada 4,4 hingga 4,7 juta jiwa atau setara dengan 5,4 hingga 5,7 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Jerman (2016). Hal ini menjadikan Jerman sebagai negara kedua setelah Perancis dengan jumlah Muslim terbanyak di Benua Eropa. Mayoritas adalah keturunan Turki dengan jumlah lebih dari 2 juta orang.

Ada satu fenomena yang menarik di Jerman, yaitu meningkatnya koversi orang-orang Jerman ke Islam. Meskipun Islam dan umatnya kerap dilecehkan dan mendapat terror di berbagai tempat, namun cahaya kebenaran tidak pernah redup.

Di Jerman, sebuah sensus menyebutkan bahwa Islam menyebar pesat. Sebuah kajian mengenai kehidupan muslim di negara tersebut menunjukan fenomena pindah agama di kalangan masyarakat kelas menengah angkanya cukup mencengangkan.

Majalah ternama Jerman, Der Spiegel, pernah menyebutkan bahwa antara Juli 2004 dan Juni 2005 saja terdapat sekitar 4000 orang di Jerman masuk Islam. Kebanyakan para mualaf ini berasal dari kalangan terpelajar.

Menariknya, fenomena ini justru terjadi disaat media-media barat gencar mengaitkan Islam dengan terorisme, kekerasan dalam rumah tangga muslim, dan bom bunuh diri. Namun, hal ini tidak menyurutkan orang-orang yang ingin pindah ke agama Islam.

Di tengah berbagai diskriminasi yang dialami oleh umat Islam di Jerman, perkembangan Islam di negeri ini memberikan secercah harapan. Berbeda dengan kebanyakan negara-negara lain di Eropa, dalam perkembangan terakhir, Jerman mulai memperbolehkan pelajaran agama Islam bagi para pelajar muslim di sekolah-sekolah umum.

Masjid Jadi Tempat Pembelajaran

Biasanya, pelajaran agama dilakukan orang-orang Islam secara nonformal di masjid-masjid atau kelompok-kelompok masyarakat. Saat ini, jumlah masjid di Jerman berkisar 200, namun sebagian besar tidak dalam bentuknya yang umum, melainkan ruko-ruko yang berada dekat pusat bisnis dan perumahan kaum muslim.

Tuntutan kaum muslimim untuk membangun masjid dalam bentuknya yang umum selalu kandas di tingkat parlemen setempat. Namun, sejak tahun 1990 an, banyak masjid yang utuh dan megah dibangun. Satu laporan menyebut sekitar 200 telah terbangun dan lebih dari 30 dalam proses pembangunan.

Kebijakan baru yang merupakan hasil dari penggodokan bersama antara pemerintah Jerman dan komunitas muslim di Jerman tersebut adalah salah satu upaya mendukung proses integrasi sosial muslim di Jerman. Menurut Wolfgang Schrauber, Menteri Dalam Negeri Jerman, kebijakan tersebut dapat menjembatani perdedaan yang kerap timbul.

Jaminan Kebebasan Beragam dan Pelajaran Islam di Perguruan Tinggi

Tidak hanya di level sekolah, pendidikan Islam juga mulai diperkenalkan pada tingkat akademik dengan membuka jurusan Teologi Islam di perguruan tinggi di Jerman. Pendidikan pada tingkat akademik ini dianggap dapat memberi solusi terhadap masalah kehidupan muslim dalam keragaman dan juga dapat mengangkat isu partisipasi mereka dalam diskursus politik di negara tersebut.

Pelajaran agama Islam bagi pelajar muslim di sekolah-sekolah umum dimulai di negara bagian Hesse. Pemerintah negara bagian ini mengerahkan guru-guru yang telah memperoleh pelatihan dan buk teks khusus. Kebijakan ini menempatkan Islam dalam kedudukan sejajar dengan Protestan dan Katholik.

Berkembangnya Islam di Jerman juga memiliki harapan karena kebebasan beragama di negara ini dijamin oleh Undang-Undang. Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Dasar Jerman (Grundgesetz) menyebutkan “Kebebasan beragama dan memiliki pandangan filosofis hidup tidak boleh diganggu”.

Secara umum, masyarakat Jerman sangat menghargai kebebasan beragama. Sebuah survei yang pernah dilakukan Stiftung Konrad Adenauer, menunjukan bahwa dua pertiga peserta poling percaya bahwa umat Islam harus diberikan kebebasan untuk melaksanakan ajaran agama mereka.

Dalam kunjungannya ke Doha, Qatar pada 28 Mei 2010, Kanselir Jerman, Angela Merkel membuat pernyataan penting soal Islam. Ia menyeru bangsa Eropa untuk mempelajari peradaban Islam. Ia juga mengatakan bahwa sejarah dan cara pandang bangsa Eropa bukanlah tertulis di batu.

Angela Merkel menilai bahwa toleransi beragama dan kebebasan berpendapat adalah hal yang penting dan saling terkait. Ia juga menyebutkan bahwa beberapa tokoh muslim saat ini menjadi sosok yang berpengaruh di masyarakat Jerman. (njs/dbs)

Sumber: Abdul Syukur Al-Azizi. 2017. Sejarah Terlengkap Peradaban Islam. Yogyakarta:Noktah 


Back to Top