#IndahnyaIslam (4)

Menelisik Sejarah Islam di Tanah Kelahiran Cristiano Ronaldo

gomuslim.co.id- Pembahasan tentang Islam di negara-negara minoritas memang selalu menarik untuk diulas. Salah satunya di negara Portugal. Di tanah kelahiran pesepakbola ternama, Cristiano Ronaldo ini, Islam memiliki sejarah yang cukup panjang. Hal tersebut karena Portugal berbatasan langsung dengan Spanyol atau Andalusia dimana Islam pernah berjaya.

Saat ini, jumlah kaum muslim di Portugal diperkirakan mencapai 40 ribu jiwa dari berbagai etnis yang berasal dari beberapa negara. Mereka terbagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya berasal dari Mozambik, Afrika, Makao, pulau Goa di India, bagian timur Indonesia, yang rata-rata bekas jajahan Portugal. Muslim asli penduduk Portugal sendiri masih tergolong sedikit.

Sejarah Masuknya Islam di Portugal

Islam mulai masuk ke Portugal sekitar awal abad ke-8. Setelah panglima muslim Tariq bin Ziyad berhasil menaklukan semenanjung lberia dari bangsa Visigoth pada tahun 711 M, panglima Musa bin Nusair juga ikut membantu perjuangan Ziyad. Di bawah pimpinan Musa bin Nusair inilah wilayah itu Al-Garb al-Andalus (Andalusia Barat) atau Portugal berhasil ditaklukan.

Jadi, sejak 711-1249 M, Portugal sudah berada di bawah kekuasaan muslim yang berasal dari bangsa Moor, Afrika Utara. Islam pun mempengaruhi Portugal dari seni dan bahasa.

Lembaga Islam Pertama di Portugal

Pada tahun 1968, berdiri sebuah lembaga Islam Portugal di Lisabon dengan nama al-Jama’ah al-Islamiyyah Lilisybunah. Lembaga ini menyewa sebuah apartemen sebagai sekretariat sekaligus tempat ibadah shalat. Pada tahun 1977, negara menghibahkan sebidang tanah untuk membangun masjid dan Islamic Center di Lisbon.

Saat ini, di Portugal telah berdiri dua masjid jami’ dan 17 mushala yang sebagian besar terletak di Lisbon dan empat mushala di kota Coimbra bagian tengah Portugal, Filado Kondah di utara, Evoradi di selatan, dan di Porto.

Selain itu, di kota Lisbon terdapat sekolah Dar al-Ulum al-Islamiyyah. Di beberapa masjid dan mushala telah ada halaqah tahfidz Alquran, serta beberapa kelas untuk mempelajari bahasa Arab dan ilmu-ilmu Islam. Sekolah tersebut setingkat dengan sekolah menengah pertama dan menengah atas.

Kaum muslimin Portugal juga menerbitkan sejumlah jurnal berbahasa Portugal dan berbahasa Arab, seperti majalah Islam yang diterbitkan oleh lembaga al-Jamaah al-Islamiyyah Lilisybunah, majalah al-Qalam, dan majalan al-Nur yang diterbitkan oleh lembaga al-Jamaah al-Islamiyyah di La Ranjiru dengan menggunakan bahasa Portugal dan terbit dua bulan sekali.

Pada tahun 1981, kembali lahir sebuah majalah Islam yang bernama al-Furqan. Majalah dua bulanan tersebut merupakan salah satu majalah Islam berbahasa Portugis yang secara konsisten membela ajaran Islam. Berbagai kegiatan kerap disponsori oleh al-Furqan seperti penyelenggaraan konferensi Islam, pembuatan program televisi, penerbitan buku agama dan lain-lain. Pada tahun 1996, majalah ini sudah punya hompage di internet.

Saksi Sejarah Peradaban Islam di Portugal

Ada banyak peninggalan Islam yang tak terlupakan dan masih bisa kita lihat hingga sekarang di Portugal. Bahkan, bahasa Portugal pun banyak yang memakai serapan dari Bahasa Arab. Selain itu,  beberapa nama kota di Portugal masih banyak yang berbau Islam, salah satunya ialah kota Fatima (diambil dari nama purti Rasulullah SAW).

Selain kota Fatima, nuansa Islam bisa kita rasakan di kota Algarve. Nama Algarve berasal dari kata Arab yaitu al gharb yang berarti sang barat. Kota yang berada di wilayah paling selatan daratan Portugal ini pernah menjadi perbatasan barat dari Kerajaan Moor. Arsitektur kota ini sangat dipengaruhi oleh masa pemerintahan Kerajaan Moor.

Bukti bahwa Islam masih memiliki pengaruh yang kuat di Portugal dapat kita lihat dari St George Castle yang terletak di Kota Lisbon. Kastil yang masih terlihat kokoh itu dulunya merupakan benteng pertahanan yang pernah digunakan oleh orang-orang Moor, bangsa muslim dari Afrika Utara pada abad ke-11 dan ke-12 ketika Lisbon menjadi kota pantai penting bagi Islam. Namun, ketika kekuasaan Islam berakhir, kastil tersebut direbut oleh raja pertama Portugal, Alfonso Henriques pada tahun 1142 M.

Orang Portugal biasa menyebut St George Castle dengan Castelo de Sao Jorge. Kastil yang memiliki 10 menara ini, selain dijadikan pertahanan juga pernah menjadi istana raja selama 3 abad. Di kastil ini terdapat NMC Museum, yang mengumpulkan berbagai hasil galian arkeologis termasuk warisan budaya Islam.

Selanjutnya, ada Igreja de Sao Roque, gereja dari abad ke-15 dengan bangunan baroque yang terletak di Lisbon. Di gereja ini terdapat Museu de Arte Sacra (Religious Ars Museum) yang memiliki khazanah yang kaya, termasuk warisan Islam. Lalu, ada lagi Se Patriarcal (Patriarchal Cathedral) yang konon juga dibangun di atas reruntuhan masjid peninggalan abad ke-12.

Selain itu, ada Moorish Castle dahsyat peninggalan abad ke-9 yang dibangun di atas bukit. Kastil tersebut dipagari benteng yang berliku-liku di atas perbukitan. Selain sebagai benteng pertahanan, kastil ini juga berfungsi untuk memantau gerakan musuh dari pantai Atlantik.

Di deretan bukit tersebut kita juga dapat melihat sebuah kastil atau istana yang sangat megah. Kastil itu adalah Palace of Pena. Meskipun bukan dibangun pada zaman Islam, interior istana ini penuh dengan seni ukir dan tile peninggalan Islam.

Tak hanya di bagian interiornya, jika dilihat dari luar, mungkin kita akan mengira istana itu adalah sebuah masjid. Kubah besar maupun beberapa kubah kecil yang ada di istana itu adalah ciri khas dari bangunan Islam. Istana yang mirip istana di negeri dongeng ini memang terletak di dekat benteng peninggalan muslim, yakni Palace of The Moors atau Moorish Castle.

Sebelum mencapai kedua kastil tersebut, di kaki bukit, terdapat National Palace of Sintra yang dulu pernah menjadi kediaman resmi gubernur (wali) pada zama Islam di abad ke-9. Di bangunan ini masih banyak ruangan yang menyimpan guratan seni gambar dan ukir peninggalan Islam.

Selain beberapa peninggalan tersebut, yang cukup menggembirakan adalah hadirnya sebuah masjid di kota bersejarah Lisbon. Masjid itu adalah Masjid Raya Lisbon, atau biasa disebut sebagai Mesquita Central de Lisboa oleh orang Portugal. Masjid ini bisa menampung ribuan jamaah sekaligus.

Berbeda dengan kota-kota Eropa lainnya, di kota ini jamaah yang paling aktif adalah dari Mauritania, Guinea-Bissau dan Mozambique, dan imamnya berasal dari Angola. Hal ini dapat dipahami karena negeri-negeri ini dulunya merupakan bekas jajahan Portugal dan banyak di antara jamaah yang beremigrasi ke Portugal termasuk umat Islamnya.

Masjid Raya Portugal didirikan pada tahun 1985. Masjid dirancang oleh arsitek Antonio Maria braga dan Joao Paulo Conceicao. Layaknya masjid pada umumnya, Masjid Raya Lisbon ini dilengkapi dengan ruangan shalat, kubah, dan menara. Selain itu, masjid ini juga dilengkapi ruangan resepsi dan auditorium.

Masjid ini selalu dipenuhi oleh jamaah. Terlebih ketika hari lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha tiba. Umat Islam dari berbagai penjuru memenuhi masjid hingga shalat pun terpaksa harus dilakukan dalam dua shift. (njs)

Sumber: Abdul Syukur Al-Azizi. 2017. Sejarah Terlengkap Peradaban Islam. Yogyakarta:Noktah

 

 


Back to Top