#IndahnyaIslam (7)

Dari Sejarah Sampai Hikmah 9/11, Begini Geliat Dakwah Islam di Negeri Paman Sam

gomuslim.co.id- Membahas perkembangan Islam di seluruh penjuru dunia memang tidak ada habisnya. Dalam beberapa dekade terakhir, Islam menjadi agama dengan pertumbuhan paling pesat. Hal ini sesuai dengan hasil sejumlah survei yang menyebutkan peningkatan populasi muslim di beberapa negara. Salah satunya termasuk di Amerika Serikat.

Sejarah Awal Masuknya Islam ke Amerika

Kedatangan umat Islam ke Benua Amerika diperkirakan sudah dimulai sejak Kekhalifahan Bani Umayyah di Spanyol, yaitu pada masa pemerintahan Abdurrahman III (912-961M). Pada pertengahan abad ke-10 itu, kaum muslim yang berasal dari Afrika berlayar ke Barat dari pelabuhan Delbra, Spanyol, menembus samudera yang gelap dan berkabut yang disebutnya Ard Majhoola.

Pada abad ke-10 ini, kaum muslim telah menemukan dunia baru yang dalam hal ini adalah benua Amerika. Umat muslim telah melakukan interaksi dengan masyarakat di sana sejak abad ke-10 M. Dari sinilah awal dimulainya hubungan antara Islam dengan benua Amerika, dan ternyata jauh sebelum kedatangan Columbus.

Sejak akhir abad ke-19, sejarah imigran muslim terdokumentasi dengan baik dan eksistensi mereka sudah tampak dan terus mengalami perkembangan. Sejarawan mengatakan, sekurang-kurangnya terjadi dalam lima gelombang kedatangan imigran muslim ke Amerika, khususnya Amerika Serikat.

Gelombang pertama terjadi sejak tahun 1875 hingga 1912. Mereka yang berimigrasi umumnya pemuda-pemuda desa tidak terpelajar dan tidak mempunyai keterampilan. Mereka berasal dari Suriah, Yordania, Palestina, dan Lebanon. Mereka berimigrasi karena kondisi ekonomi di negerinya yang memprihatinkan, dan berharap memperoleh perubahan ekonominya di Amerika Serikat.

Gelombang kedua datang menjelang berakhirnya Perang Dunia I setelah runtuhnya Dinasti Turki Utsmani yang sebelumnya menguasai sebagian besar wilayah Timur Tengah yang berpenduduk muslim. Merka bermigrasi juga untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak seperti saudara-saudara yang sudah ada di Amerika Serikat.

Gelombang ketiga terjadi antara tahun 1930 hingga tahun 1938. Kedatangan para imigran ini terkoordinasi karena kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang memberikan prioritas kepada mereka yang keluarganya telah menetap di Amerika Serikat.

Periode keempat berlangsung dari tahun 1947 hingga tahun 1960, dan terjadi peningkatan besar jumlah imigran. Meskipun pada periode ini presentase imigran yang datang lebih banyak dari Eropa, imigran muslim masih terus berdatangan, dan tidak hanya berasal dari Timur Tengah, namun juga dari berbagai belahan dunia seperti India dan Pakistan, Eropa Timur, dan Uni Soviet. Sebagian besar mereka menetap di kota-kota besar seperti Chicago dan New York. Berbeda dengan rekan-rekan mereka yang datang lebih dahulu, kebanyakan imigran kali ini memiliki latar belakang berpendidikan yang lebih baik.

Gelombang kelima dimulai sejak 1967 sampai sekarang. Gelombang terakhir ini terkait dengan keputusan-keputusan internal Amerika Serikat dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sebagian dunia Islam. Pada tahun 1965, Presiden Lyndon Johnson menandatangani undang-undang imigrasi yang membatalkan kuota berdasarkan keberagaman suku bangsa penduduk Amerika Serikat. Untuk pertama kali sejak masa awal abad ke-20, hak seseorang untuk memasuki negara ini tidak khusus tergantung pada asal-usul suku bangsa seseorang.

Populasi Muslim di Amerika Serikat

Kaum muslim di Amerika Serikat terdiri atas imigran keturunan Afrika (Afro-Amerika), penduduk Eropa yang masuk Islam, dan para pendatang sementara (mahasiswa, diplomat, dan lainnya). Komposisi asal-usul mereka adalah Afrika (42 persen) Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh (24,4 persen), Turki (2,4 persen) Asia Tenggara (2 persen), kulit putih Amerika (1,6 persen) dan lain-lain (6,4 persen) termasuk sekitar 5000 muslim keturunan Spanyol (Hispanik).

Sebagian besar mereka, sekitar 70 persen, tinggal di sepuluh negara bagian, yaitu California, New York, Illions, New Jersey, Indiana, Michigan, Virginia, Texas, Ohio, dan Maryland. Para imigran muslim datang ke Amerika Serikat dengan alasan-alasan yang beragam.

Setelah tragedi 9/11, menjadi era pertumbuhan Islam paling cepat yang tidak pernah ada sebelumnya dalam sejarah Amerika. Hingga kini, jumlah umat muslim di Amerika diperkirakan mencapai 8 juta orang lebih dan 20 ribu orang Amerika masuk Islam setiap tahun.

Pernyataan syahadat masuk Islam terus terjadi di kota-kota Amerika, seperti New York, Los Angeles, California, Chicago, Dallas, Texas dan yang lainnya. Selain 20 ribu orang Amerika masuk Islam setiap tahun setelah peristiwa itu, ribuan lainnya dari negara-negara non-Amerika (Eropa, Cina, Korea, Jepang dan lainnya) justru memutuskan memeluk agama Islam.

Masjid di Amerika Serikat

Di Negeri Paman Sam, perkembangan Islam diimbangi dengan semakin bertambahnya tempat ibadah. Saat ini, masjid semakin banyak dijumpai. Jumlah Masjid di Amerika Serikat naik 74 persen dari 1.209 buah pada tahun 2000 menjadi 2.106 tahun 2010. Kebanyakan masjid terletak di beberapa kota seperti New York, yang memiliki 257 masjid (sebelum tragedy 9/11 hanya 25 buah), California (246), Texas (166) dan Florida (118).

Menurut catatan resmi, masjid pertama dan salah satu yang terbesar di Amerika Serikat adalah Masjid Islamic Center Washington DC. Masjid ini terletak di kompleks Islamic Center, Massachusetts Avenue, Washington DC. Pembangunan masjid ini dimulai pada 1949 dan diresmikan pada 1957. Masjid ini sebagai wujud persatuan kaum muslim di Amerika.   

Islam Bersemi Setelah Tragedi 9/11

Kehidupan umat Islam di Negeri Paman Sam ini berubah total sejak peristiwa serangan 11 September 2001 ke menara kembar World Trade Center (WTC) dan Pentagon. Sejak peristiwa itu, berbagai tudingan dilontarkan kepada Islam dan umatnya. Banyak serangan yang terjadi terhadap muslim Amerika meskipun hanya sebatas pada kelompok minoritas kecil.

Peristiwa itu dikutuk dunia, terlebih Amerika sebagai tindakan biadab dan barbar yang dituduhkan kepada kelompok Islam militan. Setelah peristiwa itu, kaum muslimin di Amerika terutama imigran asal Timur Tengah, merasakan getahnya, mereka dicurigai, diteror, diserang, dilecehkan, dan dituding teroris.

Namun demikian, ada hikmah besar dari peritiwa mengerikan itu. Islam berkembang dengan caranya sendiri. Islam justru mematahkan logika akal sehat manusia modern. Sepertinya, tangan Tuhan dalam bentuk blessing in disguise menjadi bukti nyata di balik peristiwa ini. bagaimana tidak, setelah peristiwa itu, ribuan orang menyatakan diri memeluk agama Islam dalam menemukan kedamaian di dalamnya.

Sebelum peristiwa 9/11 terjadi, Islam memang tidak terlalu menjadi sorotan AS. Bahkan, mayoritas masyarakat tidak tahu atau belum pernah mendengar kata Islam itu sendiri. Media-media massa pun tidak terlalu banyak menyebutkan tentang Islam, kecuali jika ada hal-hal sensitive yang terjadi di belahan dunia lainnya.

Namun, setelah tragedi itu, semuanya berubah. Keinginan untuk mengetahui Islam begitu luar biasa, bahkan referensi tentan Islam menjadi jualan paling laris di seantero Amerika. Berbagai kalangan pun berminat untuk mendengarkan secara langsung tentang Islam dari gereja-gereja, sinagog, ataupun perkantoran-perkantoran swasta, bahkan pemerintahan.

Sebelumnya, sumber pengetahuan masyarakat Barat tentang Islam hanya satu, yaitu media yang meggambarkan islam dengan stereotip-stereotip buruk, seperti teroris, uncivilized, kejam terhadap wanita, dan sejenisnya.

Setelah peristiwa itu, masyarakat Amerika menjadi ingin tahu Islam, mereka kemudian ramai-ramai membeli dan membaca Alquran, membaca biografi Nabi Muhammad SAW dan buku-buku Islam untuk mengetahui isinya.

Hasilnya, dari membaca dari sumbernya langsung, mereka menjadi tahu ajaran Islam yang sesungguhnya. Sejak peristiwa itu, bukan kebencian yang muncul, melainkan sebaliknya. Mereka menemukan keagungan serta keindahan ajaran Islam. Itulah sebabnya, kemudian banyak yang beralih meyakini kebenaran ajaran Islam. (njs)

Sumber: Abdul Syukur Al-Azizi. 2017. Sejarah Terlengkap Peradaban Islam. Yogyakarta: Noktah


Back to Top