#IndahnyaIslam (9)

Jadi Mayoritas Terbesar Kedua di Eropa Timur, Begini Perkembangan Islam Rusia

gomuslim.co.id- Geliat dakwah Islam tidak hanya terjadi di Eropa Barat, tetapi juga di wilayah Eropa Timur seperti Rusia. Di Negeri Beruang Merah itu, Islam berkembang cukup pesat. Geliat pertumbuhan populasi Muslim tampak signifikan selama sepuluh tahun terakhir. Bahkan, sebuah data mencatat saat ini Islam menjadi agama terbesar kedua di Rusia.  

Sejumlah pihak meramalkan, Rusia akan menjadi salah satu negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Menurut Russia Today, para ahli mengatakan, pada 2050, jumlah umat Islam akan mencapai setengah dari populasi penduduk Rusia. Hal tersebut berdasarkan data yang menyebut populasi muslim di sana sekitar 21 sampai 28 juta penduduk atau 15 sampai 20 persen dari sekitar 142 juta penduduk.

Kehidupan Muslim di Rusia saat ini membaik jika dibandingkan dengan masa kekuasaan Komunis dahulu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Rusia, pemimpin Rusia, Vladimir Putin memasukkan menteri Muslim dalam kabinetnya dan mengakui eksistensi Muslim Rusia.

Ada beberapa republik dalam Federasi Rusia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, seperti Tatarstan, Chechnya, Bashkortostan, Dagestan, Ingushetia, Kabardino-Balkaria, Karachay-Cherkessia, dan lain-lain.

Sejarah Masuknya Islam di Rusia

Islam masuk ke Rusia pada pada tahun 992 Masehi. Sekelompok etnis Rusia yang hidup di Siberia yang disebut Bulgar memeluk agama Islam, dan kemudian menyebarkannya ke seluruh Rusia. Muslim pertama di wilayah Rusia terkini adalah masyarakat Dagestani di (kawasan Derbent) selepas penaklukan Arab (abad ke-8).

Negeri Muslim yang pertama adalah Volga Bulgaria pada tahun 922. Kaum Tatar mewarisi agama Islam dari negeri itu. Kemudian kebanyakan orang Turki Eropa dan Kaukasia juga memeluk agama Islam. Menurut Alexei Malashenko, pada tahun 642 M pasukan Muslim telah masuk di kawasan Dagestan dan kemudian menyebarkan agama Islam di daerah Rusia lainnya.

Mayoritas Muslim di Rusia mengikuti ajaran Islam Sunni. Di beberapa kawasan, terutama di Dagestan dan Chechnya, ada tradisi Sufisme, yang diwakili oleh tarekat Naqsyabandi dan Shazili yang dipimpin oleh Shaykh Said Afandi al-Chirkawi ad-Daghestani.

Amalan sufi memberikan orang Kaukasus semangat kuat untuk menolak tekanan orang asing, dan telah menjadi legenda di antara pasukan Rusia yang melawan orang Kaukasus pada zaman Tsar. Orang Azeri menganut Syiah, disaat mereka bukanlah merupakan rakyat Uni Soviet, banyak orang Azeri yang merantau ke Rusia untuk mencari pekerjaan.

Alquran pertama yang dicetak diterbitkan di Kazan, Rusia pada 1801. Pada era 1990-an, jumlah percetakan risalah Islam telah meningkat. Antaranya ialah beberapa buah majalah dalam bahasa Rusia, "Ислам" (transliteration: Islam), "Эхо Кавказа" (Ekho Kavkaza) dan "Исламский вестник" (Islamsky Vestnik), dan beberapa suratkhabar berbahasa Rusia seperti "Ассалам" (Assalam), dan "Нуруль Ислам" (Nurul Islam), yang diterbitkan di Makhachkala, Dagestan.

Muslim Rusia

Warga muslim Rusia terdiri dari kelompok yang heterogen. Mereka sama sekali berbeda dalam etnis, bahasa dan budaya bahkan mereka berbeda dalam interaksinya dengan Islam. Dan etnis yang beragam ini kemudian disertai dengan keanekaragaman bahasa, dan masing-masing bahasa memiliki dialek yang banyak.

Bahasa Arab diajarkan di sekolah Dasar dan madrasah-madrasah, tujuan utamanya adalah untuk membaca Alquran dan memahami artinya. Mereka tidak bisa menulis dan berbicara bahasa Arab, kecuali orang-orang yang telah mendapatkan pendidikan tinggi.

Kemudian secara luas, umat Islam di Uni Soviet terkonsentrasi walaupun tidak menyeluruh di Asia Tengah, yaitu di daerah yang dibatasi oleh Laut Kaspia di barat, Cina di timur, Turki, Iran dan Afganistan di selatan. Masing-masing bersebelahan dengan Pakistan dan India, akan tetapi ini bukan fakta, karena lebih dari separuh Muslim di Uni Soviet sudah tinggal di daerah Asia Tengah.

Sisanya menyebar di seluruh wilayah Uni Soviet, terutama di Rusia. Di Rusia, ada lima republik otonom Muslim yang mayoritas penduduknya beragama Islam, yaitu Republik Tatarstan, Republik Dagestan, Republik Bashkiria (Bashkortostan), Republik Kabardino-Balkaria dan Republik Chechnya, ditambah umat Islam yang ada di republik lain dengan penduduk mayoritas Kristen, seperti Republik Ossetia Utara, Republik Mari El, Republik Udmurtia, juga di republik lain dimana umat Islam menjadi warga negaranya atau membentuk komunitas Islam.

Kaum Muslimin Rusia terbagi dalam 14 wilayah administratif, terletak di dua wilayah geografis politis Rusia yang sangat rawan konflik. Enam republik dan satu wilayah administratif berada di Rusia tengah, berbatasan dengan Kazakhstan; dan tujuh republik lain di Kaukasus Utara berbatasan dengan Georgia, Azerbaijan, Armenia, Turki dan Iran.

Masjid dan Pendidikan Islam di Rusia

Secara resmi jumlah masjid di Rusia mencapai 6790 masjid, namun jumlah sebenarnya jauh lebih besar dan terus bertambah. Di Dagestan saja terdapat antara 2000 – 3000 masjid. Dalam sepuluh tahun terakhir jumlah masjid di Tatarstan telah melebihi 2500.

Di ibukota Rusia dengan jumlah pemeluk Islam yang melebihi 6 juta orang terdapat 20 komunitas Muslim dan 5 masjid. Menurut pakar data Rusia, sedikitnya terdapat 9000 masjid di Rusia. Syeikh Tajuddin, salah satu ulama di Bashkortostan menyebut di wilayahnya saja setiap tahun 20-25 masjid berdiri.

Masjid-masjid di Rusia kebanyakan mengambil model Turki Usmani. Beberapa masjid di sana menjadi pusat kegiatan umat Islam. Setiap shalat Idul Fitri, lebih dari 60 ribu Muslim berkumpul untuk menunaikan shalat Id di masjid kubah emas Sobornaya. Sementara, 180 ribu lain memadati lima masjid dan puluhan tempat ibadah sementara.

Bidang pendidikan juga berkembang dengan sangat baik. Mulai dari Madrasah Ibtidaiyah sampai perguruan tinggi sudah ada di Rusia. Berdasarkan data dari AsiaNews, pada tahun 2011 terdapat 96 lembaga pendidikan Islam dan 7 universitas. Sebagai contohnya adalah Russian Islamic University di Kazan, Dagestan Islamic Univrsity, Islam Institute Moscow, dan Instite of Theologi and International Relations di Dagestan.

Organisasi Islam Rusia

Menurut data register negara, kini telah tercatat 4831 organisasi keagamaan Muslim lokal. Jumlah terbesar organisasi-organisasi keagamaan Muslim terdaftar di daerah Volga (1945), diikuti Kaukasus Utara (980) dan Ural (316). Sedangkan jumlah organisasi keagamaan Muslim di daerah lainnya lebih kecil.

Tiga organisasi Muslim menurut status dewan federal (pusat) adalah:

Dewan Mufti Rusia (berbasis di Moskwa). Pemimpinnya Mufti Ravil Gainutdin. Dewan ini memimpin 1,686 komunitas.

Administrasi Keagamaan Pusat dari Muslim Rusia (berbasis di Ufa). Dipimpin oleh Mufti Talgat Tadzhuddin dan mempersatukan 522 komunitas.

Pusat Koordinasi Muslim di Kaukasus Utara yang dipimpin oleh Ismail Berdiyev, Mufti Karachai-Cherkassia dan wilayah Stavropol, dan terdiri dari 830 komunitas. (dbs/serambimata/wartasejarah)

 

 


Back to Top