#IndahnyaIslam (12)

Diperkirakan Jadi Populasi Muslim Terbesar pada 2050, Begini Telusur Perkembangan Islam di Negeri Bollywood

gomuslim.co.id- Geliat dakwah Islam terus bergema di berbagai penjuru dunia. Termasuk di negara dengan populasi terbesar kedua di dunia yakni India. Di negeri Bollywood ini, pemeluk agama Islam merupakan yang terbesar kedua setelah pemeluk agama Hindu.

Pada 2011, sensus penduduk negara tersebut menyebutkan, jumlah Muslim sebanyak 14,2 persen dari populasi atau sekitar 172 juta jiwa. Agama mayoritas, yakni Hindu, dengan jumlah sekitar 79,62 persen dari total penduduk. Selebihnya menganut Protestan, Katolik, Buddha, Jainisme, Sikh, dan Yahudi.

India merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar ketiga di dunia. Sementara  di dunia bagi Muslim-minoritas, populasi Muslim India merupakan yang terbesar. Sebagian besar penduduk Muslim adalah berasal dari lokal dengan tidak terdeteksi atau kecil pada tingkat nyata dari aliran gen dari luar, terutama dari Iran dan Tengah Asia, bukan langsung dari Semenanjung Arab.

Sejarah Masuknya Islam ke India

Islam masuk ke India pada abad ke-7. Namun, masuknya Muslim ke India terjadi dalam tiga gelombang yang terpisah. Orang-orang Arab masuk pada abad ke-8, orang-orang Turki pada abad ke-12, dan orang-orang Afghanistan pada abad ke-16.

Jauh sebelum Kerajaan Mogul berdiri, sebenarnya sejak abad ke-1 Hijriyah, Islam telah masuk India ketika Umar bin Khattab memerintahkan ekspedisi. Pada 643 M, setelah Umar wafat, orang-orang Arab menaklukkan Makran di Baluchistan.

Pada masa pemerintahan Bani Umayyah, Islam melanjutkan ekspedisi ke sana di bawah Panglima Muhammad bin Qasim yang berhasil menguasai Sind, dan mulai 871 M orang-orang Arab telah menjadi penghuni tetap di sana.

Mahmud Gaznawi pada 1020 berhasil menaklukkan raja-raja Hindu di wilayah India dan mengislamkannya. Setelah Dinasti Gaznawi runtuh, muncullah dinasti kecil, seperti Mamluk, Khalji, Tugluq, dan yang terakhir Dinasty Lody yang didirikan oleh Bahlul Khan Lody.

Ketika terjadi kekacauan di negerinya, ia mengundang Muhammad Babur dari Kabul yang kemudian ber hasil mendirikan Kerajaan Mogul.

Pada zaman kekuasaan Inggris, muncul sejumlah pemikir Muslim yang memperjuangkan kemajuan umat Islam melalui pemurnian, pembaruan pemikiran, dan berbagai gagasan untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Sejumlah pemikir Islam lahir, semisal Syah Waliullah, Sayid Ahmad Khan, Sayid Amir Ali, Muhammad Iqbal, dan Mohammad Ali serta Abdul Kalam Azad.

Mengutip Population by Region in India, peranan Muslim di negara ini dalam pengembangan Islam dapat dilihat dalam empat tahapan. Pertama, masa sebelum Kerajaan Mogul (705-1526). Kedua, masa kekuasaan Kerajaan Mogul (1526-1858). Ketiga, masa Kekuasaan Inggris (1858- 1947). Dan, tahap keempat, Islam pada negara India sekuler (1947-sekarang).

Taj Mahal, Bukti Pesatnya Perkembangan Islam di India

Siapa yang tidak kenal dengan Taj Mahal, salah satu dari keajaiban dunia ini. Bangunan indah dan megah itu merupakan sumbangan peradaban masyarakat Muslim, sebuah karya arsitektur yang sangat tinggi. Taj Mahal merepresentasikan kemajuan masyarakat Muslim pada zamannya, sekaligus menunjukkan kepada dunia betapa peradaban masyarakat Muslim sudah sedemikian maju.

Taj Mahal yang terletak di pinggir Sungai Yamuna, Agra, India sekitar 190 kilometer dari New Delhi, dibangun Syah Jehan Raja Mogul V untuk menghormati istrinya Arjuman Banu Begum atau Mumtaz Mahal. Istana pilihan yang di dalamnya terdapat makam mulai dibangun pada 1632 silam dengan mempekerjakan 20 ribu orang. Pemangunan itu menelan biaya 40 juta rupee. Bangunan inti selesai pada 1643 dan secara keseluruhan rampung pada 1654.

Taj Mahal juga menjadi lambang kejayaan Dinasti Mogul, stabilitas di tengah penduduk yang majemuk namun kepemimpinan raja bijak. Meski menganut ajaran Islam, Dinasti Mogul tetap tetap memberikan hak hidup terhadap beragam agama dan keyakinan. Syah Jehan mewarisi kebijakan pendahulunya dalam kepemimpinan sehingga tampil sebagai pemimpin yang sukses.

Islam di Kota New Delhi

Muslim memang menjadi minoritas di India. Tetapi di Ibu Kota New Delhi, populasi muslim sangat tinggi. New Delhi sudah menjadi pusat Islam Kerajaan Moghul. Hingga kini, Islam tumbuh dan berkembang dengan baik disana.

Bahkan di pemerintahan profesional, Muslim juga tampil sebagai pejabat maupun anggota dewan. Tak hanya itu, para cendikiawan di New Delhi juga mayoritas Muslim jebolan dari perguruan-perguruan tinggi Islam.

Islam yang selalu dipandang radikal oleh Barat, tidak tergambar di New Delhi. Pemerintah India bahkan memberlakukan hari libur saat perayaan hari besar agama Islam.

New Delhi juga menjadi tempat berkumpulnya komunitas Muslim. Meski beragam, tapi komunitas itu cenderung seragam yakni memiliki menganut mahzab Hanafi. Dan hanya beberapa saja yang bermahzab Syiah.

Sejak 2000 lalu, kesadaran kebangkitan mempelajari Islam mulai menyebar di New Delhi. Hal ini ditandai dengan bermunculannya taman pengajian Al Quran (TPA). Hingga saat ini semakin berkembang dan setiap masjid kini memiliki TPA.

Kehadiran TPA dinilai sangat efektif dalam membangkitkan ajaran Islam. Dengan membuka TPA dari pagi hingga sore, tiap anak bisa menyesuaikan waktu belajar di TPA tanpa tertinggal dari sekolah umum. TPA ini bisa diikuti oleh anak-anak dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Dari TPA ini pula lahirlah hafidz Alquran di kota New Delhi.

Muslim India juga tersu berusaha menggerakkan bidang pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan. Sekolah-sekolah dan akademi-akademi serta universitas Islam sebagai peninggalan kerajaan-kerajaan Islam terdahulu sampai sekarang tetap berjalan. Misalnya Darul Ulum dan Nadwatul Ulama di Lucknow, Universitas Osmaniyyah dan Akademi Dairatul Maarif di Heiderabad. Organisasi-organisasi mahasiswa Islam juga berkembang di berbagai universitas.

India Akan Jadi Negara dengan Penduduk Muslim Terbanyak Dunia pada 2050

Hasil penelitian lembaga survei Pew Research Center, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa Islam berkembang dua kali lebih cepat ketimbang pertumbuhan populasi global. Muslim akan berkembang dari 23 persen tahun 2010, yaitu 1,6 miliar orang, menjadi 30 persen di tahun 2050, menjadi 2,8 miliar. Pertumbuhan Islam bahkan diprediksi melampaui Kristen.

Pew memperkirakan pada tahun 2050 mendatang satu dari 10 orang Eropa bakal memeluk agama Islam. Dalam sensus tahun 2010, Indonesia menempati posisi puncak jumlah Muslim dunia, yaitu 209.120.000 atau 13 persen dari populasi umat Islam dunia, sementara India di ranking kedua dengan 176.200.000 orang, 14 persen dari populasi negara itu.

Namun tahun 2050, India akan melampaui Indonesia sebagai negara dengan umat Islam terbanyak di dunia. India akan tetap negara mayoritas Hindu, namun angka umat Islam di negara itu pada 2050 diprediksi mencapai 310.660.000 orang.

Indonesia di tempat ketiga dengan 256.820.000 umat Islam, masih agama mayoritas. Tempat kedua adalah Pakistan dengan 273.110.000 orang, naik dari posisi ketiga tahun 2010.

India bisa melampaui Indonesia karena tingkat kesuburan warga Muslim negara itu yang tinggi, yaitu 3,2 anak per perempuan. Sementara tingkat kesuburan di Indonesia hanya 2,0 anak per perempuan.

Tingkat kesuburan yang tinggi ini juga merupakan salah satu faktor mengapa pertumbuhan Islam dunia pada 2050 akan menjadi yang paling pesat di antara agama lainnya. (njs/rep/cnn/pew)

Sumber:

Karim, M. Abdul. 2003. Sejarah Islam di India. Yogyakarta: Bunga Grafies Production.

 


Back to Top