#IndahnyaIslam (13)

Mengulik Jejak Peradaban Islam di Belgia

gomuslim.co.id- Islam merupakan agama dengan perkembangan paling subur di Benua Biru dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah negara mencatat pertambahan populasi muslim yang cukup signifikan, salah satunya seperti di Belgia.

Ya, di negara kerajaan di wilayah Eropa Barat itu, Islam berkembang pesat. Tahun lalu, data menunjukan, dari 9.840.000 jiwa yang ada di sana, enam persen diantaranya merupakan muslim. Tidak hanya sekadar populasi yang terus bertambah, Islam di Belgia pun kini semakin diterima masyarakat.  

Sejarah Islam di Belgia

Muslim pertama yang datang ke Belgia diperkirakan ada setelah Perang Dunia II. Karena perkembangannya yang cukup baik, Mukhtar Islam Eropa pun sempat digelar di Brussel, ibukota Belgia pada tahun 1980.

Tidak hanya itu, perhatian pemerintah setempat terhadap umat Islam pun semakin baik. Pihak kerajaan secara resmi mengakui keberadaan agama Islam dengan membuat sejumlah kebijakan. Beberapa diantaranya diantaranya seperti:

Pertama, Islam sebagai salah satu bidang studi resmi yang diajarkan di sekolah-sekolah milik Pemerintah Belgia. Kedua, pihak pemerintah berkewajiban menyiapkan dana dan tenaga pengajar Agama Islam pada setiap sekolah yang ada pelajar muslimnya.

Ketiga, kaum muslimin diperbolehkan membangun tempat peribadatan berupa masjid, mushalla atau Islamic Centre. Jumlah masjid dan Islamic Centre yang bertebaran di berbagai kota di Belgia sekitar 300 buah (di kota Broxelle saja terdapat 40 buah masjid, musolla dan Islamic Centre).

Keempat, kaum muslimah diperbolehkan menggunakan foto berjilbab pada kartu tanda pendudu (ktp), passport dan surat surat resmi lainnya. Kelima, kaum muslimin dibenarkan melaksanakan pemakaman jenazah secara Islam. Namun, hingga sekarang belum disediakan tanah khusus buat pekuburan Islam. Akibatnya, tidak sedikit warga Muslim yang meninggal langsung diterbangkan ke negara asalnya untuk dimakamkan.

Beberapa tahun sebelumnya, Pendidikan Agama Islam juga dimasukkan ke dalam kurikulum dan guru-gurunya telah mendapatkan kedudukan yang baik dan mendapat gaji dari pemerintah. Adapun Pendidikan Agama Islam yang masuk kurikulum adalah: Alquran, Bahasa Arab, dan Ilmu Agama Islam. Kurikulum tersebut berlaku bagi pendidikan tingkat SD, SLTP, dan SLTA.

Populasi Muslim di Belgia

Sensus tahun 1989 menyebutkan, jumlah kaum Muslimin Belgia mencapai 234.815 jiwa. Pada tahun 1998, angkanya telah meningkat pesat hingga menjadi 350 ribu jiwa. Kemudian, seiring berjalannya waktu, kini muslim yang bermukim di Belgia diperkirakan mencapai 628.751 jiwa. Angka ini pun diyakini akan terus bertambah.

Di kota Brussel saja, jumlah muslim terus saja bertambah. Jika awal tahun 2000 jumlah muslim hanya berada di angka 17 persen dari populasi, di tahun 2008 angkanya sudah meningkat dan mencapai 33,5 persen dari populasi warga Brussel. Bahkan, majalah terkemuka L’Express berani memprediksikan bahwa dalam 20 tahun ke depan, Islam di Belgia bisa menjadi agama mayoritas.

Muslim Belgia umumnya tinggal di kota-kota besar seperti Brussell, Charleroi dan lainnya. Meski kebanyakan merupakan imigran dari beberapa negara Islam dan Arab, namun sebuah penelitian menyebut, setiap seribu warga muslim, terdapat tiga atau empat muslim asli Belgia.

Hampir 90 persen muslim Belgia adalah pekerja imigran. Hanya 5 persen yang berstatus sebagai mahasiswa. 60 persen rata-rata usia mereka berkisar 25 tahun kebawah. Artinya, banyak kalangan muda yang memeluk Islam.  

Lembaga-lembaga Islam di Belgia

Ada sejumlah yayasan sosial dan lembaga keislaman atau oganisasi-organisasi pelajar dan mahasiswa yang terkenal di Belgia. Beberapa diantaraya seperti Persatuan Pelajar dan Pemuda Muslim Eropa, Persatuan Pelajar Muslim Eropa (Muslim Student Union), Jamaah Dakwah dan Tabligh, Haiatul Igostah Al-Islamiyah (Islamic Relief Organisation), Islamic Centre Brussel, Lembaga Para Imam Mesjid (Dibawah naungan Rabitah Alam Islamy), dan Persatuan Mesjid Belgia.

Saat ini Belgia mempunyai sekitar 300 masjid, mushala maupun pusat keislaman. Dalam hal ini pemerintah tidak menghalangi umat beragama, termasuk muslim, untuk membangun tempat beribadah atau sarana lainnya.

Sejalan dengan itu, tumbuh pula tempat-tempat ibadah dan kegiatan keagamaan. Ada sekitar 300 masjid, mushala maupun pusat keislaman di seluruh Belgia. Pemerintah pun, sesuai undang-undang, tidak menghalangi umat beragama, termasuk Muslim, untuk membangun tempat ibadah atau sarana pendidikan.

Masjid Agung Brussels, Jejak Peradaban Islam Tertua di Belgia

Great Mosque of Brussels atau Masjid Agung Brussels yang terletak di kawasan elit Komplek Cinquantenaire Park, Brussels, yang tak jauh dari markas besar Uni Eropa, adalah masjid tertua di Belgia. Selain berarsitektur cantik, masjid ini memiliki sejarah yang yang menarik.

Pada awalnya, bangunan ini tidak diperuntukkan sebagai masjid melainkan sebagai paviliun pameran kebudayaan negeri-negeri timur. Masjid ini juga sempat difungsikan sebagai gedung eksibisi nasional Belgia, tepatnya di tahun 1879. Kala itu, eksistensi muslim di Belgia belum terlalu dikenal dan diakui.

Seiring keberadaan komunitas muslim yang makin diterima di Belgia, masjid ini kemudian digunakan sebagai basis Islamic and Cultural Centre Belgium, Organisasi Islam pertama di Belgia.

Pada tahun 1967, Raja Arab Saudi, Raja Faisal bin Abdul Aziz, melakukan lawatan resmi ke Belgia. Raja Belgia, Raja Baudouin, menghadiahkan gedung pameran di Cinquantenaire Park, Brussels, yang sudah lama tak terpakai dan terabaikan kepada Raja Faisal bin Abdul Aziz. Momen itulah yang menjadi pembuka jalan bagi pendirian Masjid Agung Brussels untuk mengakomodasi kebutuhan umat Islam Belgia yang kala itu mulai berkembang.

Atas perintah Raja, pemerintah Arab Saudi kemudian memutuskan untuk mendanai sendiri seluruh biaya rekonstruksi bangunan tersebut untuk mengubahnya menjadi masjid dan pusat kebudayaan Islam pertama di Belgia.

Setelah melalui perjalanan yang begitu panjang dengan berbagai hambatan, proses rekonstruksi yang diarsiteki oleh Arsitek Tunisia, Boubaker akhirnya rampung dilaksanakan. Masjid Agung Brussels pun berdiri dan diresmikan pada tahun 1978 oleh Raja Khalid dan Raja Baudouin sebagai Pusat Kebudayaan Islam Pertama di Belgia.

Setiap harinya, masjid ini selalu dipenuhi oleh jamaah yang beribadah. Terlebih pada bulan Ramadan dan dua hari besar Islam. Masjid ini selalu penuh sesak oleh jamaah hingga ke halaman. Tenda-tenda yang dipasang oleh pengurus masjid seringkali tak mampu menampung jemaah yang ditaksir mencapai 7.000-an orang. (njs/dbs)

Sumber:

Voice of Europe Vol : IV/Jun 96

AngelFire

 

 

 


Back to Top