#IndahnyaIslam (16)

Melihat Lebih Dekat Perkembangan Islam di Swiss

gomuslim.co.id- Membahas perkembangan Islam di seluruh penjuru dunia seperti tidak pernah ada habisnya, termasuk di antaranya di Benua Eropa. Selain di Spanyol, Jerman dan Inggris, Islam pun mengakar dan tumbuh di negara paling cantik di daratan Benua Biru yaitu Switzerland  atau Swiss.

Sejarah Masuknya Islam ke Swiss

Sejarah mencatat, Islam pertama kali masuk ke Swiss pada tahun tahun 939 M/321 H. Ketika itu, para pelaut Muslim dari Andalusia (Spanyol) membangun sebuah negeri di Prancis Selatan. Mereka kemudian menaklukkan negeri-negeri di sana dan sampai ke wilayah St Gallen di Swiss.

Para pelaut muslim ini memindahkan armadanya ke sana dengan tujuan untuk mengamankan Andalusia. Salah satu caranya dengan membangun berbagai menara pengintai dibeberapa tempat di pegunungan Alpen. Bahkan sebagian wilayah pegunungan Alpen ini akhirnya dikuasai oleh pasukan Islam, sehingga memudahkan mereka untuk masuk ke wilayah itu dari arah laut.

Raja Teutons yang menguasai Jerman saat itu pernah mengirimkan utusannya kepada raja Abdurrahman an-Nasir pemimpin kerajaan Islam Andalusia untuk membicarakan keberadaan tentara Islam di wilayah St Gallen. Setelah dinasti Islam di Andalusia runtuh, sebagian umat Islam di sana kembali berhijrah untuk menyelamatkan diri dari penyiksaan tentara Kristen, mereka memasuki wilayah Swiss selatan dan memutuskan untuk menetap di sana. Mereka bergabung dan menyatu dengan penduduk setempat.

Di pertengahan abad ke-14 Hijriah, Swiss kembali menjadi tempat hijrahnya umat Islam. Sebagian kecil umat Islam mengungsi ke sana setelah Perang Dunia II berkecamuk. Berkat kebaikan akhlak dalam menyebarkan nilai-nilai Islam, beberapa penduduk asli Swiss memeluk agama Islam.

Seorang yang termasuk dalam golongan pertama masuk Islam adalah penyair Swiss Frithjof Schuon, sebelumnya ia menganut sebuah agama di Prancis yang beraliran kependetaan. Karena minatnya yang besar kepada Islam ia memutuskan untuk pindah ke Aljazair dan mengucapkan syahadat di sana.

Setelah mempelajari Islam ia kembali ke Swiss sambil terus mendakwahkan agama barunya itu. Setelah masuk Islam ia dikenal dengan nama as-Shaykh `Isa Nur al-Din Ahmad al-Shadhili al Darquwi al-Alawi al-Maryami. Dari tangan dinginnya ada beberapa warga Swiss yang menyatakan memeluk Islam.

Populasi Muslim di Swiss  

Seperti di negara minoritas muslim lainnya, populasi muslim di Swiss juga mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Dari tahun ke tahun, pertambahan jumlah muslim terus terjadi. Selain karena banyak penduduk asli Swiss yang memeluk Islam, pertumbuhan juga dipacu masuknya imigran-imigran Muslim dari negara lain.

Sensus tahun 1951 umat Islam di Swiss hanya berjumlah sekitar 2,000 orang, berkembang menjadi 30 ribu orang di akhir tahun 70-an. Menurut hasil sensus pada 2009, umat Islam di Swiss mencapai 400 ribu atau 4,26 persen dari total penduduk Swiss. Sementara perempuan di Swiss yang masuk Islam sampai tahun 2009, menurut Monica Nur Sammour-Wust, tokoh Muslimah di sana, jumlahnya sekitar 30 ribu orang.

Kota Basel menjadi kota dengan jumlah umat Islam terbanyak di Swiss. Kaum Muslimin di Swiss sebagian besar adalah imigran dari Arab, Kosovo, Turki, dan Afrika. Sebagian lainnya yaitu para diplomat, pekerja profesional, pegawai di PBB dan pelajar yang sedang menempuh studi. Umat Islam di Swiss membentuk komunitas sendiri-sendiri sesuai etnis dan kewarganeraannya, termasuk warga Indonesia yang menetap di sana.

Daerah-daerah dengan konsentrasi muslim melebihi 5% meliputi daerah daerah di daerah daerah yang penduduknya berbahasa Jerman terdiri dari:

Basel-Stadt (6.72% ), Glarus (6.50%), St. Gallen (6.13%), Thurgau (5.94%), Schaffhausen (5.80%), Aargau (5.49%), Solothurn (5.39%) dan Zürich (5.33%). Sementar Jenewa (Geneva) menjadi satu satunya wilayah yang penduduknya tidak berbahasa Jerman yang memiliki warga musim sedikit di atas rata rata atau sekitar 4,35%.

Sekitar 88.3% muslim Switzerland merupakan para pendatang (56.4% dari wilayah bekas Yugoslavia (sebagian besar adalah orang orang Bosnia, Albania dan Kosovo), 20.2% dari Turkey dan 6% dari Afrika yang sebagian besar berasal dari Negara Negara di Afrika Utara yang wilayahnya berseberangan langsung dengan Eropa.

Masjid di Swiss

Masjid masjid di Swiss dibangun oleh organisasi organisasi Islam di sana dan kebanyakan di sokong penuh oleh Negara Negara asal mereka. Seperti Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam Turki di Wangen bei Olten yang dibangun dan dikeola oleh warga muslim Turki di Swiss. Setidaknya ada dua masjid di Swiss yang dibangun sebelum era tahun 1980-an dan sebelum derasnya pada imigran muslim dari semenanjung Balkan dan Turki di dekade setalah itu.

Ahmadiyah telah membangun masjid mereka di Zurich tahun 1963 lengkap dengan menaranya yang menjadi menara pertama di Negara tersebut, disusul kemudian pembangunan masjid oleh pemerintah Saudi Arabia di Jenewa tahun 1978. Kini berbagai berbagai masjid dan musola tersebar di berbagai wilayah di Swiss, terutama di daerah daerah perkotaan.

Secara keseluruhan Negara Swiss memiliki empat masjid yang dilengkapi menara yakni Masjid Ahmadiyah di Zurich (1963), Masjid Milik Saudi Arabia di Jenewa (1978), kemudian masjid dan pusat kebudayaan Islam Turki di Wangen bei Olten dan masjid di Winterthur.

Organisasi Islam di Swiss

Ketika Islam mulai berkembang di Swiss, kaum Muslim mendirikan sebuah Islamic Center yang pertama di kota Jenewa. Aktivitas Islamic Center itu sangat sederhana, hanya untuk tempat shalat berjamaah dan menerbitkan majalah Islam berbahasa Arab dan Prancis.

Akan tetapi, semua kegiatan itu tidak berjalan lama, pada akhirnya Islamic Center ini ditutup. Baru pada tahun 1972 berdirilah persatuan Islam pertama yang bertujuan untuk mendirikan masjid pertama di Swiss. perkumpulan itu menetapkan tujuh orang pimpinan sebagai pelaksananya, ketujuh orang tersebut mewakili negara-negara Islam yang berkantor di Jenewa dan sekaligus berperan sebagai penasehat.

Mereka menetapkan peraturan-peraturan dan mendaftarkan organisasi ini secara resmi. Berkat kesungguhan para pimpinannya usaha tersebut berhasil, pemerintah Swiss memberikan izin untuk mendirikan masjid dan Islamic Center-nya. Setahun kemudian, tepatnya tahun 1973, Raja Faisal (raja Saudi Arabia saat itu) berkunjung ke Swiss dan meletakkan batu pertama untuk mendirikan King Faisal Center yang lokasinya tidak jauh dari kantor PBB.

King Faisal Center mencakup sebuah mesjid yang cukup besar, perpustakaan dan sekolah gratis untuk anak-anak muslim. Kini, telah berdiri berbagai organisasi Islam modern yang tersebar diberbagai kota di Swiss. Salah satunya adalah Gemeinschaft Islamischer Organisationen der Schweiz (GIOS) yang didirikan di Zurich pada tahun 1989. Berbagai organiasi Islam dibentuk antara tahun 1990-an hingga tahun 2000 termasuk di dalamnya adalah:

1994 Organisation Muslime und Musliminnen der Schweiz

1997 Basler Muslim Kommission, Basle

1997 Vereinigung Islamischer Organisationen Zürich (VIOZ), Zurich

2000 Koordination Islamischer Organisationen Schweiz (KIOS), Berne

2002 Vereinigung islamischer Organisationen des Kantons Luzern (VIOKL), Lucerne

2003 Dachverband islamischer Gemeinden der Ostschweiz und des Fürstentums Liechtenstein

2006 Föderation Islamischer Dachorganisationen in der Schweiz (FIDS)

2009 Islamic Central Council of Switzerland (ICCS), ger. Islamischer Zentralrat Schweiz (IZRS), Berne - a neo-wahhabi / neo-salafist organization

Sumber: Rep/Dunia Islam/Wikipedia/Yayan Suryana

 


Back to Top