#IndahnyaIslam (17)

Tetap Bergema di Tengah Arus Islamophobia, Begini Perkembangan Islam di Swedia

gomuslim.co.id- Beberapa negara di Eropa mempunyai jumlah penduduk muslim cukup banyak. Salah satunya adalah negara Swedia. Di negara yang berbatasan langsung dengan Finlandia dan Denmark ini, Islam berkembang cukup pesat. Geliat dakwah Islam terus menggema ditengah arus Islamofobia yang melanda.

Islam merupakan agama resmi terbesar kedua di Swedia setelah Kristen, dengan jumlah penganut sekitar setengah juta jiwa. Pesatnya perkembangan syiar Islam di Swedia dibuktikan dari hadirnya Dewan Fatwa Swedia pada tahun 2009. Padahal, penduduk di negara ini kebanyakan penganut Atheis.

Sejarah Masuknya Islam di Swedia

Sejarah Islam di Swedia memiliki akar yang cukup kuat. Eksistensi risalah samawi di negara monarki tersebut berawal pada abad ke-18. Ketika itu, negara yang berbatasan dengan Norwegia di sebelah barat itu bersekutu dengan Kekhalifahan Ottoman.

Persekutuan ini nembuat Raja Swedia Carl XII berada di bawah bayang-bayang perlindungan Dinasti Ottoman. Faktor kedekatan itulah yang menjadi modal mendasar, mengapa negara yang ibu kotanya berada di Stockholm itu memberikan kebebasan beragama kepada umat Islam meski Muslim adalah minoritas.

Puncaknya pada 1970, ketika Swedia membuka pintu untuk para imigran, banyak Muslim berbondong-bondong datang ke negara yang bergabung dengan Uni Eropa pada 1995 itu. Swedia yang termasuk negara maju menampung imigran dari Timur Tengah, terutama Iran dan Irak.

Selain para imigran dari Timur Tengah, kelompok Muslim terbesar kedua yang datang ke negara yang pernah didaulat menjadi salah satu wilayah termiskin di Eropa pada abad ke-19, terdiri dari imigran Yugoslavia yang didominasi oleh para pengungsi. Dari sebagian mereka terdapat pula orang-orang Bosnia.

Gejolak kedatangan imigran Muslim itu mendorong pertumbuhan jumlah Muslim yang sangat signifikan di negara padat penduduk itu. Menempati urutan ke-155 dalam jajaran negara yang mempunyai kepadatan penduduk di dunia, Islam berkembang di Swedia.

Muslim pertama yang tercatat di Swedia adalah etnis Tatar Finlandia. Mereka bermigrasi dari Finlandia dan Estonia pada 1940-an. Populasi Muslim Swedia tercatat meningkat secara signifikan selama kuartal terakhir abad ke-20.

Dari hanya beberapa keluarga pada 1950, melonjak ke angka ratusan ribu pada akhir 1980-an. Eksistensi komunitas Muslim mulai kokoh setelah masuknya migran asal Timur Tengah pada 1970-an.

Populasi Muslim di Swedia

Sebuah sensus menunjukkan, pada 2000, Muslim Swedia berjumlah 300 ribu atau 3,5 persen dari populasi penduduk yang berjumlah sembilan juta jiwa. Sekitar 100 ribu dari jumlah Muslim merupakan peranakan yang lahir di negara yang mempunyai luas wilayah 440 ribu km persegi itu. Umat Islam tidak hanya didominasi oleh para imigran Muslim, banyak warga asli Swedia yang memeluk Islam.

Tercatat, pada 2009 jumlah Muslim menjadi 500 ribu jiwa atau sekitar lima persen dari total jumlah penduduk. Sebanyak 5.000 di antaranya orang Swedia asli. Dari jumlah tersebut, setidaknya 110,000 jiwa terdaftar secara resmi di komunitas-komunitas Islam resmi di Swedia. Banyak dari pemeluk agama islam tersebut berasal dari negara-negara mayoritas Islam seperti Turki, Suriah, Afganistan dan juga beberapa negara di Afrika.

Islam di Swedia

Islam merupakan agama resmi kedua di Swedia setelah Kristen. Ada hampir lima persen populasi Muslim di Swedia dari total populasi sembilan juta jiwa. Sebagian besar dari kalangan imigran atau keturunan migran.

Mayoritas Muslim tinggal di kota-kota besar dengan lebih dari 60 persen berada di tiga wilayah kota besar, Stockholm, Goteborg, dan Malmo. Populasi Muslim Swedia sangat beragam. Mereka berasal lebih dari 40 negara yang berbeda.

Di negara ini, Islam datang dibawa oleh para imigran yang lari dari rezim komunis atau konflik regional. Sebagian besar Suni, selain populasi Syiah dan Ahmadiyah. Selain kaum migran, Muslim asli Swedia kian bertambah. Tidak ada catatan pasti, tapi dapat diperkirakan kelompok Muslim asli Swedia yang mualaf telah mencapai ribuan orang.

Masjid di Swedia

Di ibukota Swedia, Stockholm ada beberapa masjid yang tersedua. Bahkan tercatat ada delapan yang terdata di Google Map Stockholm. Jumlah ini tentu belum termasuk masjid yang lebih kecil dan tidak terdaftar di Google Map. Di kampus-kampus juga biasanya ada mushala yang diberikan pihak kampus untuk para mahasiswa muslim. Di kampus KTH ada satu ruang shalat berukuran 6×6 meter persegi.

Organisasi Islam di Swedia

Tahun 1973 dibentuk Forenade Islamika Forsamlingar Sverige (FIFS) yang merupakan organisasi muslim nasional pertama di Swedia. Di tahun 1977, organisasi ini menyelenggarakan sekitar 8 kongres. Ada juga kongres Ahmadiyah di Gotenburg, hingga pertengahan tahun 1970, berbagi fasilitas dengan muslim lainnya. Di tahun 1976, mereka membuka masjid yang merupakan masjid pertama di Swedia.

Kemudian pada tahun 1982 dibentuk Feredasi Nasional kedua, Svenska Muslimska Forbundet (SMuF) yang dibentuk setelah perpecahan di dalam FIFS. Pada tahun 1984 dibentuk federasi nasional ketiga, Islamiska Centerunionen (ICU). Tahun 1986, FIFS dan SMuF membentuk organisasi gabungan yang disebut Stiftelsen Islamiska Informationbyran, sejak 1988 Islamiska Informationforeningen (IIF) yang bertujuan memberitahu pada orang-orang Swedia dan muslim tentang Islam lewat penerbitan informasi yang memberi pelajaran di sekolah dan lain-lain.

Tahun 2000 Svenska Islamiska Akademin (SIA) dibentuk sebagai inisiatif dari orang terkemuka muslim di Swedia, diantaranya mantan duta besar Swedia, Mohammed Bernstrom, yang sekarang menjadi seorang penerjemah. Tujuan akademi ini untuk mendukung pendidikan dan penelitian di Islam dan bekerja untuk pendirian Universitas Islam di Swedia, selama itu, merupakan tanggung jawab dari Imam-imam. Akademi ini juga menerbitkan majalah Minaret yang pertama keluar bulan Februari 2001.

FIFS dan SMuF juga bergabung dalam Sveriges Muslimska Rad (SMR) yang dibentuk tahun 1990 sebagai organisasi yang berkonsentrasi dan memusatkan kekuasaan dan untuk mendemonstrasikan lebih banyak hal dengan rasa hormat pada berbagai macam kekuasaan dan kebijakan di Swedia.

Makanan Halal

Di Swedia, ada beberapa kota yang cukup banyak penduduk muslimnya. Salah satunya di wilayah ibukota, Stockholm. Di daerah seperti ini, biasanya ada supermarket yang menjual daging dan makanan berlabel halal.

Jika tidak tinggal di area yang ada muslimnya pun, muslim tidak akan kesulitan untuk menjangkaunya. Khususnya dengan kartu transportasi bulanan yang bisa digunakan sepuasnya dan kemana saja di dalam kota tersebut.

Tidak hanya supermarket, menemukan restoran yang menjual makanan halal pun tidak sulit. Konsep yang sama berlaku. Di kawasan yang ada muslimnya, biasanya akan ada juga restoran halal. (njs)

Sumber:

PPISwedia

Islam Digest Republika

Euro Islam

Islam Awarnes


Back to Top