Gema MRPI

Menggemakan Syiar Islam Dari Pondok Indah

Generasi Muda Masjid Raya Pondok Indah (Gema MRPI) Jakarta Selatan “lahir” kembali setelah sempat lama tidak aktif. Dibawah spirit para darah muda komunitas berbasis  masjid ini bergiat untuk syiar Islam dan memberi manfaat buat umat.

 

Kembali eksis setelah hampir satu dekade vakum, Generasi Muda Masjid Raya Pondok Indah (Gema MRPI) kini hadir dengan konsep baru berbasis Islamic Even Organizer & Dakwah Management, yang digawangi oleh empat pemuda, yaitu Akmal Fikri Diaudin, Yusuf Roneo, Edar Maradesa, dan Rezky Pratama. Meski diawal mereka mengaku sempat kesulitan, justru sekarang di setiap kegiatan yang mereka gelar sanggup menyedot ratusan atau bahkan ribuan hadirin.

Akmal atau yang akrab disapa Bang Akmal bercerita tentang sulitnya ketika awal-awal membangun Gema MRPI. “Semula kita bingung harus melakukan apa terlebih dahulu. Karena kami berempat bukan lulusan pesantren. Namun karena niat kami semata-mata karena Allah, ditambah masukan dari pembina kami, Bapak Dadang Razzak dan juga beberapa pendakwah seperti Ustadz Yusuf Mansur, Kang Rashied, dan Ustadz Arifin Jayadiningrat ya jadilah seperti sekarang. Kurang lebih sudah setahun kami berjalan dan Alhamdulilah hasilnya diluar ekspetasi kami,” ucap pemuda ramah berkepala plontos ini.

Beberapa agenda besar sempat digelar oleh MRPI, seperti seminar “Rumahku Surgaku” dan pesantren kilat untuk anak&ibu “2000 Kids&Moms” bersama Ustadz Arifin Jayadiningrat pada pertengahan tahun 2015. Acara ini terbuka bagi siapa saja dan gratis. Tentu saja acara akbar demikian diluar agenda reguler, yakni kajian rutin masjid (kajian akhlaq setiap Senin pagi).

Masih dalam lingkup Masjid Pondok Indah, beberapa komunitas turut bersinergi dengan Gema MRPI, seperti Komunitas Sedekah Sampah Pondok Indah (KISSPI), Samara Islamic Counseling Institute, Majalah MRPI News, Kuliah Duha bersama Kang Rashied, KPJ dengan Institut Manajemen Kematian, serta kegiatan menarik lainnya.  

Tidak seperti umumnya komunitas remaja masjid di kota metropolitan Jakarta, Gema MRPI hanya beranggotakan inti empat orang yang dibantu seorang dewan pembina (Dadang Razzak), General Manager MRPI Syamsul Marlin, jajaran pengurus, serta sekitar tujuh voulentir yang berasal dari jamaah ibu-ibu.

Akmal mengaku belum berani menyerahkan Gema MRPI kepada para yunior, yakni adik-adik remaja yang selama ini dibimbingnya. Hal itu tidak lain karena kondisi Gema MRPI yang masih dalam tahap pemulihan. Namun dia tetap membuka kesempatan bagi pemuda-pemuda lain yang ingin menjadi penerus mereka.

Untuk mengkomunikasikan agenda-agenda Gema MRPI, keempat pemuda tersebut  sepenuhnya memanfaatkan media sosial dan jaringan pribadi mereka, seperti Facebook Masjid Raya Pondok Indah, Twitter @GemaMRPI, Whatsapp 0815 7457 4747, dan Pin BB 7DA670FE. Mereka pun membuka diri 24 jam melayani jamaah yang ingin bertanya seputar informasi kegiatan, sumbangan atau hal-hal lain menyangkut Gema MRPI. (dns)


Back to Top